Kategori: Solo

36.106 Penumpang KA Ajukan Pembatalan Tiket, Load Factor Tinggal 10%


Solopos.com/Farida Trisnaningtyas

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 36.106 calon penumpang kereta api atau KA di wilayah Daops VI/Yogyakarta mengajukan pembatalan tiket yang sudah mereka pesan hingga 14 April.

Jumlah penumpang yang memilih membatalkan perjalanan menggunakan kereta api terus bertambah seiring belum membaiknya kondisi akibat pandemi Covid-19.

Manajer Humas PT KAI Daops VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan jumlah penumpang yang membatalkan tiket KA diprediksi bakal terus bertambah. Sepanjang Maret 2020 ada 28.000 penumpang yang urung berangkat.

Penembakan & Perampokan Terjadi di Dekat Paragon Solo? Ini Kata Polisi

Sedangkan pada 1-14 April ada tambahan 8.106 penumpang yang mengajukan pembatalan tiket KA.

“Selain batal, ada pula yang memilih mengubah jadwal keberangkatan. Hingga 14 April yang mengubah jadwal ada 5.209 penumpang,” katanya kepada Solopos.com, Kamis (16/4/2020).

Lebih lanjut Eko menjelaskan KA di wilayah Daops VI/Yogyakarta kini mengantarkan sekitar 2.500 penumpang per hari. Padahal sebelum mewabahnya Covid-19, PT KAI mengantarkan tidak kurang dari 30.000 penumpang per hari.

Geger! Bocah Mencuri Celana Dalam di Karanganyar Lalu Dirundung Warga

Angka load factor atau tingkat keterisian penumpang KA ini berangsur-angsur berkurang hingga di bawah 10%. Hal itu tak lepas dari banyaknya penumpang yang mengajukan pembatalan tiket KA.

Di sisi lain, kini tidak ada KA jarak jauh asal Daops VI/Yogyakarta khususnya dari dan ke Solo yang beroperasi hingga 30 April 2020. Menurutnya, kebijakan ini bisa diperpanjang tergantung situasi di lapangan nanti.

Tidak Mudik Lebaran

“Kami lihat hingga akhir April nanti kondisinya seperti apa. Jika sudah membaik, tentu Pemerintah bakal mengatur kembali kebijakan soal transportasi termasuk KA. Di sisi lain, sudah ada imbauan untuk tidak mudik pada Lebaran ini,” paparnya.

Satu Lagi Pasien Positif Covid-19 Asal Mojogedang Karanganyar Meninggal Dunia, Dari Klaster Gowa

Demi mendukung pemutusan rantai persebaran Covid-19 dan imbauan pemerintah untuk tidak mudik, PT KAI membatasi operasional KA jarak jauh. Total ada 126 perjalanan KA tidak dioperasikan hingga 30 April 2020.

Belakangan ada tambahan 14 perjalanan KA yang tidak jalan hingga 24 April 2020. Setidaknya ada delapan KA yang beroperasi pada April ini.

Perinciannya, 3 KA asal Daops VI, yakni railbus Batara Kresna, Prambanan Ekspres dan 1 KA jarak jauh Sancaka. Selain itu, ada KA Joglosemarkerto (Daops V), Kahuripan (Daops II), Sri Tanjung (Daops IX), Ranggajati (Daops III), dan Wijaya Kusuma (Daops III).

Ini Skenario Forkopimda Karanganyar Jika Pandemi Covid-19 Memburuk

PT KAI memberi kesempatan kepada calon penumpang untuk mengajukan pembatalan tiket KA dengan pengembalian bea 100% sampai dengan keberangkatan 4 Juni 2020. Pembatalan tiket online bisa melalui KAI Access atau datang langsung di loket stasiun yang melayani pembatalan.

Sementara itu, salah satu calon penumpang asal Sragen, Astuti, memilih untuk tidak mudik ke kampung halamannya di Sragen kota. Aparatur sipil negara (ASN) di salah satu kementerian di Jakarta ini selain dilarang mudik juga khawatir akan keluarganya jika ia pulang.

Biasanya ia pulang kampung memanfaatkan transportasi KA. “Baru Lebaran tahun ini kemungkinan saya tidak mudik. Selain memang tidak boleh, saya takut nanti bisa saja saya menjadi carrier virus yang bisa membahayakan kesehatan keluarga saya,” jelasnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih