Tutup Iklan
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberikan bonus kepada atlet berprestasi ajang Porprov Jateng XV di Pendapa Rumdin Bupati Sragen, Jumat (4/1/2019). (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com SRAGEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mencairkan bonus total senilai Rp480 juta kepada 33 atlet dan tim pelatih berprestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV yang diselenggarakan di Solo pada Oktober lalu.

Bonus itu diberikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada atlet dan tim pelatih di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen, Jumat (4/1/2019). Di Porprov Jateng XV itu, Sragen mampu memperbaiki peringkat dari 34 menjadi 27. Sragen mampu mendulang lima medali emas, sembilan medali perak, dan 13 medali perunggu.

Tiga dari lima medali emas disumbangkan dari cabor petanque. Hal itu membuat kontingen Sragen meraih juara umum cabor yang baru pertama dipertandingkan di pesta olahraga tertinggi di Jateng itu. Dua medali emas lainnya disumbangkan dari cabor tarung drajat.

Tiga medali emas dari cabor petanque itu dipersembahkan Sekti Sejati Idayatullah (tunggal putra), Fitria Devi Ramadhani (tunggal putri), Arifin Dimas, Candra Setyawan dan Sekti Sejati (triple putra). Sementara dua medali emas dari cabor tarung drajat dipersembahkan Andri Wibiyanto (kelas 75,1 kg-80 kg) dan Jamil Choirudin (seni gerak getar putra).

“Untuk peraih medali emas berhak mendapat bonus Rp25 juta, medali perak Rp12,5 juta dan perunggu Rp7,5 juta. Semuanya dipotong pajak. Bonus total senilai Rp480 juta ini berasal dari APBD Perubahan 2018," jelas Ketua KONI Sragen Sri Busono saat ditemui wartawan di lokasi.

Dalam sambutannya, Bupati mengapresisasi kinerja kontingen petanque yang mampu meraih juara umum.

“Petanque baru pertama ikut, tapi sudah meraih juara umum. Ini prestasi luar biasa. Kami bisa naik peringkat dari 34 menjadi 27 itu sudah jadi prestasi bagus. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk memperbaiki prestasi olahraga Sragen di masa depan. Syukur di Poprov Jateng edisi mendatang bisa masuk 10 besar,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan pada 2018, jumlah dana untuk pembinaan atlet dan seluruh kegiatan KONI Sragen mencapai Rp2,5 miliar. Menurutnya, dana itu tergolong minim karena kegiatan KONI berlangsung selama setahun. Pada tahun ini, jumlah anggaran untuk kegiatan KONI berkurang menjadi Rp1,5 miliar.

Pengurangan anggaran itu dilakukan karena pada tahun ini tidak ada kegiatan untuk menghadapi kejuaraan besar seperti Porprov Jateng. “Tidak hanya KONI, anggaran di sejumlah dinas juga dikurang dengan harapan bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur,” ucap Bupati Yuni Sukowati. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten