31.674 Sepeda Motor Baru Ngaspal Jalanan Wonogiri Selama 2018-2019
Pengguna jalan melintas di perempatan Ponten, kawasan kota Wonogiri, Kamis (13/2/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI – Selama dua tahun terakhir warga Wonogiri membeli 33.761 unit kendaraan baru. Mayoritas jenis kendaraan baru itu adalah sepeda motor dengan total mencapai 31.674 unit.

Rata-rata kendaraan baru yang beredar di Kota Sukses mencapai belasan ribu unit tiap tahun. Bea balik nama seluruh kendaraan itu menembus Rp98,918 miliar.

Data tersebut berdasar realisasi bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) baru yang dikelola Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Wonogiri pada 2018-2019. Data yang Solopos.com himpun belum lama ini, pada 2018 tercatat ada 18.037 unit kendaraan baru. Pendapatan dari BBNKB mencapai Rp53,323 miliar.

Kesaksian Siswa SMPN 1 Turi Sleman Selamat dari Tragedi Susur Sungai: Air Tiba-Tiba Datang dari Atas

Kendaraan baru yang dimiliki warga Wonogiri pada 2018 mayoritas sepeda motor, yakni mencapai 16.838 unit. Pendapatan BBNKB jenis itu tercatat Rp29,37 miliar.

Kendaraan baru lainnya yang dimiliki warga meliputi mobil sedan, jeef, dan station wagon pribadi sebanyak 782 unit; truk dan pikap pribadi maupun umum 342 unit; bus dan mikrobus pribadi/umum 32 unit, dan jenis lainnya.

Tren kendaraan baru pada 2019 sama, yakni paling banyak sepeda motor. Dari total 15.724 unit kendaraan baru pada tahun tersebut, 14.836 unit di antaranya sepeda motor pribadi.

Total pendapatan BBNKB pada tahun itu tercatat Rp45,595 miliar. Khusus pendapatan BBNKB jenis sepeda motor motor senilai Rp27,163 miliar.

Warung PKL di Gang Sekitar RSUD Dr. Moewardi Solo Segera Digusur

Kendaraan lain meliputi mobil sedan, jeef, dan station wagon pribadi sebanyak 595 unit; truk dan pikap pribadi/umum 271 unit; bus dan mikrobus pribadi/umum 11 unit.

Kepala UPPD Wonogiri, Agus Riyadi, saat ditemui Solopos.com di kantornya menyampaikan, sepeda motor selalu mendominasi kendaraan baru di Wonogiri setiap tahun. Begitu pula dengan mobil baru yang jumlahnya cukup banyak. Dia mengimbau pemilik kendaraan tertib membayar pajak tahunan dan lima tahunan.

“Membayar pajak kendaraan mudah. Bisa melalui tiga Samsat [Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap], yakni Samsat Wonogiri, Samsat Pembantu Purwantoro, dan Baturetno. Kami juga menyediakan Samsat keliling menggunakan dua unit mobil yang siap melayani di 12 kecamatan setiap pekan,” kata Agus Riyadi.

Jalan Penghubung Jabung-Mlese Klaten Kebanjiran Bikin Motor Mogok

Agus Riyadi menginformasikan pendapatan BBNKB baru berkontribusi positif pada seluruh pendapatan yang dikelola UPPD. Total pendapatan yang terdiri atas pajak kendaraan bermotor (PKB), BBNKB baru dan bekas, pajak air permukaan (PAP), denda PKB, dan denda BBNKB pada 2018 mencapai Rp155,621 miliar.

Pendapatan pada 2019 naik menjadi Rp162,135 miliar. Pendapatan masing-masing tahun tersebut melampaui target. Agus Riyadi mencontohkan, target pendapatan 2019 tercatat Rp150,896 miliar. Hal itu berarti pendapatan tahun tersebut melampaui lebih dari Rp11 miliar dari target.

“Tahun ini target pendapatan naik cukup signifikan. Target PKB saja mencapai Rp116,15 miliar atau naik lebih dari Rp15 miliar dari target PKB tahun lalu [target saat itu Rp100,327 miiar]. Silakan warga memanfaatkan akses pembayaran pajak yang tersedia. Kami juga membuka layanan setiap gelaran CFS [Car Free Sunday] Wonogiri,” imbuh Agus Riyadi.

Besok Resepsi Nikah, Rumah Warga Gantiwarno Klaten Malah Kebanjiran

Salah satu wajib pajak kendaraan, Prapto, warga Batuwarno, mengaku rutin membayar pajak dua sepeda motor miliknya. Tahun ini dia membayar pajak lima tahunan yang totalnya lebih dari Rp800.000. Menurut dia sekarang membayar pajak kendaraan mudah, terlebih tempat pelayanannya semakin dekat dengan masyarakat.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho