300 Warga Sambirejo Sragen Ikut Rapid Test Covid-19 Gratis, Hasilnya?
Petugas medis mengambil sampel darah kepada sejumlah warga di Balai Desa Blimbing, Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jateng, Senin (1/6/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng) mulai melakukan rapid test virus corona (Covid-19) dengan mengambil sampel darah secara acak di 20 kecamatan mulai Senin (1/6/2020). Rapid test massal itu dimulai dengan memanfaatkan momentum libur Hari Lahir Pancasila.

Sekitar 250 hingga 300 warga di wilayah Kecamatan Sambirejo menjadi sasaran pertama untuk rapid test massal tersebut. Rapid test pertama dilakukan terhadap 60-70 warga Desa Blimbing dan Desa Dawung di Balai Desa Blimbing, Kecamatan Sambirejo Senin pagi.

Pengambilan sampel darah sebanyak 5 cc itu disaksikan Bupati Srgaen Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi sejumlah pejabat dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Srgaen dan pejabat lainnya.

Persiapan Kenormalan Baru: Pusat Ekonomi dan Peribadatan di Pasar Kliwon Solo Dicek Polisi

Ada delapan petugas yang mengenakan pakaian hazmat lengkap. Mereka berasal dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKK Sragen dan Puskesmas Sambirejo.

"Kami menyiapkan setiap kecamatan 250-300 unit rapid test. Setiap kecamatan itu nanti membutuhkan waktu sehari. Jadi untuk 20 kecamatan butuh waktu 20 hari. Rapid test itu dilakukan untuk mengetahui kondisi riil secara komprehensif situasi Covid-19 di Sragen sebelum diberlakukan keormalan baru," ujar bupati yang akrab disapa Yuni itu.

Selain di Blimbing, rapid test Covid-19 di hari yang sama juga dilakukan di Balai Desa Sambi, Desa Kadipiro, dan Desa Musuk, Sambirejo, Sragen. Di Balai Desa Sambi, ada puluhan warga dari Desa Sambi, Jambeyab, dan Sukorejo yang ikut rapid test.

Rapid Test Bukan Swab

Yuni mengatakan rapid test itu dilakukan dengan pengambilan sampel darah. Tes kali ini, kata dia, berbeda dengan swab test dengan sampel lendir tenggorokan.

Yuni menerangkan hasil rapid test itu hanya ada dua, yakni reaktif dan non reaktif. Dia melanjutkan kalau ada yang hasilnya reaktif akan ditindaklanjuti dengan uji swab.

Viral di Medsos, Ini Alasan Pemuda Klaten Dekorasi Kamarnya dengan Koran

"Pengambilan sampel darah dilakukan pada pelaku perjalanan, pedagang, ibu hamil, sukarelawan penanganan Covid-19 tingkat desa, dan tokoh agama. Semoga hasilnya non reaktif semua. Rapid test ini merupakan bantuan dari pemerintah kabupaten karena alatnya dibeli dengan menggunakan dana APBD. Kalau rapid test di rumah sakit bisa bayar Rp400.000-Rp500.000/orang. Karena ini dibeli dari APBD maka untuk para warga gratis," ujar Yuni.

Inilah jadwal dan lokasi rapid test Covid-19 di Sragen:

Senin (1/6) Kecamatan Sambirejo
- Balai Desa Blimbing
- Balai Desa Sambi
- Balai Desa Kadipiro
- Balai Desa Musik

Selasa (2/6) Kecamatan Gemolong
- Pasar Gemolong
- Puskesmas Gemolong
- Kantor Kecamatan Gemolong

Rabu (3/6) Kecamatan Masaran
- Pasar Pucuk, Sepat
- Pasar Delepan Sidodadi
- Pasar Masaran
- Kantor Kecamatan Masaran
- Puskesmas Masaran I dan II

Kamis (4/6) Kecamatan Sukodono
- Pasar Jatitengah
- Pasar Pojok, Karanganom
- Puskesmas Sukodono

Jumat (5/6) Kecamatan Sidoharjo
- Pasar Panthuk Jambanan
- Pasar Nguwer, Duyungan
- Kantor Kecamatan Sidoharjo

Sabtu (6/6) Kecamatan Ngrampal
- Pasar Gandok Kebonromo
- Pasar Ngarum
- Kantor Kecamatan Ngrampal


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho