300 Keluarga Tak Perlu Bayar Tiket Masuk Kemukus Sragen, Kok Bisa?

Sebanyak 300 keluarga digratiskan alias tidak perlu membayar tiket masuk ke objek wisata Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen.

 Suasana di Objek Wisata Gunung Kemukus, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Sabtu (12/2/2022). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Suasana di Objek Wisata Gunung Kemukus, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Sabtu (12/2/2022). (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — Objek Wisata Gunung Kemukus merupakan destinasi wisata berbayar di Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Namun tarif tiket masuk itu tak berlaku bagi sekitar 300 keluarga.

Gunung Kemukus dengan citra baru setelah direvitalisasi telah menarik wisatawan lokal sejak awal tahun. Bukan hanya turis yang mencari wisata religi namun menjadi daya tarik turis kalangan keluarga.

PromosiJembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Adapun harga tiket masuk Rp5.000/orang pada hari biasa. Minggu dan hari libur Rp6.000/orang. Sedangkan Jumat Pon atau Jumat Kliwon Rp10.000. Selain itu, tarif parkir yang dikelola Pemkab Sragen untuk kendaraan roda dua Rp2.000 dan roda empat Rp5.000.

Sementara kantong parkir wisata Gunung Kemukus, Sragen, yang dikelola warga setempat pada hari biasa, yakni sepeda motor Rp3.000 dan mobil Rp7.000. Tarif itu berbeda pada hari malam Jumat Pon/Kliwon yakni motor Rp5.000 dan mobil Rp10.000.

Penanggung Jawab Objek Wisata Gunung Kemukus Marcellus Suparno mengatakan jumlah keluarga di lima RT kawasan Kemukus sekitar 300 keluarga.

Baca Juga: Gunung Kemukus Bakal Diresmikan Puan, 120 Rumah Warga Dicat Warna-Warni

“Mereka bebas masuk keluar kawasan wisata. Selama ini tidak ada tanda khusus dan petugas tiket sudah paham. Petugas merupakan warga setempat,” katanya kepada Solopos.com, Rabu (4/5/2022).

Dia mengatakan pengelola wisata berencana membuatkan tanda khusus untuk akses warga namun belum terealisasi. Belum ada masalah sejauh ini antara petugas dan warga setempat.

Ada pun kawasan Gunung Kemukus berada di dua dukuh, yakni Dukuh Gunung Sari dengan empat RT dan Dukuh Kedunguter satu RT. Warga Dukuh Kedunguter merupakan penduduk asli setempat.

Baca Juga: Dukung Wisata Gunung Kemukus, Warga Dilatih Bikin Suvenir

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).