Reruntuhan kios semi permanen di pinggir Jalan Solo-Sragen, tepatnya di Masaran, Sragen, yang ambruk diterjang puting beliung, Selasa (29/10/2019). (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Hujan deras disertai tiupan angin kencang melanda Masaran, Sragen, saat Tariyem, 67, bersama dua cucunya, Yoga, 8, dan Nabila, 6, asyik menonton TV di warung kelontong miliknya, Senin (28/10/2019).

Sebuah TV tabung berukuran 14 inci menjadi satu-satunya hiburan bagi Tariyem sembari menunggu datangnya pembeli ke kiosnya yang ada di pinggir jalan Solo-Sragen, tepatnya di kawasan Krikilan, Masaran.

Hujan deras disertai angin kencang membuat Tariyem dan dua cucunya panik. Ia makin panik saat melihat ke luar kios ada banyak pohon tumbang menutup jalan utama Solo-Sragen. Seketika itu ia menarik dua cucunya yang tengah menyaksikan televisi di ruang sebelah.

Keputusan Tariyem untuk menarik lengan dua cucunya itu tepat. Sebab, tak lama berselang sebuah tiang jaringan telepon roboh menimpa ruangan itu. Satu-satunya TV milik Tariyem itu terbelah menjadi dua setelah tertimpa tiang.

Baca Doa Ini Saat Melihat Perbuatan Mesum!

“Sekarang saya sudah tidak punya TV karena sudah ambyar. Tapi, tidak apa-apa yang penting kami selamat. Selama sekitar 30 menit itu, situasinya mencekam. Seram sekali. Saya hanya bisa memeluk dua cucu saya karena mereka juga ketakutan,” ujar Tariyem kala ditemui wartawan di lokasi, Selasa (29/10/2019).

Tiupan angin kencang itu telah merusak bangunan semipermanen milik Tariyem.

Tok! Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik, Ini Perinciannya

Kios itu rusak setelah tertimpa tiang jaringan telepon. Tidak hanya kios milik Tariyem, angin puting beliung juga memorak-porandakan beberapa kios lain.

Salah satunya milik Ny. Pawiro Rejo, 65, seorang nenek penjual buah semangka dan labu kuning.

Teror Video Call Cabul Gegerkan Karanganyar

Saat hujan dan tiupan angin itu melanda, Ny. Pawiro Rejo baru saja menutup kiosnya.

Dia panik saat melihat angin itu mengamuk merobohkan pepohonan dan menerbangkan atap rumah-rumah warga. Pada saat itu, sudah ada tanda-tanda bila kios miliknya itu akan roboh.

Rekomendasi 5 Hotel Murah tapi Berkelas di Solo

“Arah angin dari belakang kios. Saat itu, atap kios sudah beterbangan. Saya lalu berusaha menjauh dari kios. Baru sampai di tepi jalan hendak menyeberang, kios saya sudah ambruk. Kalau terlambat sedikit, mungkin saya tertimpa kios itu,” kenang Ny. Pawiro Rejo.

Hingga Selasa pagi, kios milik Ny. Pawiro Rejo masih porak-poranda.

Jarang Disorot, Ini Fakta Menarik Istri Didi Kempot

Ia bingung harus mulai dari mana untuk memperbaiki kiosnya itu. Untuk sementara, ia hanya bisa menyelamatkan beberapa buah semangka dan labu kuning yang tertimpa atap kios yang terbuat dari seng.

“Semoga ada bantuan untuk mendirikan kembali kios saya yang ambruk ini. Kalau terus seperti ini, saya tidak bisa berjualan,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten