SOLOPOS.COM - Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki dalam acara #FlexingLokal bersama Google Indonesia dan Youtube di Lokananta Solo, pada Sabtu (12/8/2023). (Solopos.com/ Galih Aprilia Wibowo)

Solopos.com, SOLO — Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki menargetkan 30 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus terhubung pada ekosistem digital pada 2024 mendatang.

Para kreator konten di media sosial diharapkan bisa membantu mendongkrak promosi merek-merek lokal.

Promosi Strategi Telkom Jaga Jaringan Demi Layanan Telekomunikasi Prima

Dalam acara #FlexingLokal bersama Google Indonesia dan Youtube di Lokananta Solo, pada Sabtu (12/8/2023), Teten menjelaskan saat ini sudah ada 22 juta UMKM yang masuk pada platform digital.

Menurutnya, percepatan digitalisasi UMKM harus dilakukan menjelang tahun politik.

Pihaknya menyasar pada digitalisasi tradisional untuk mengejar target tersebut.

Untuk membangun ekosistem digital, Teten menyebut perlu ada kampanye pameran lokal untuk memperkuat produk-produk dalam negeri dan mampu mendominasi pasar Indonesia.

Teten menguraikan sebanyak 53% ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi rumah tangga.

Sehingga dengan mempertahankan konsumsi rumah tangga tersebut, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% mampu dipertahankan hingga tahun depan.

“Ini luar biasa di tengah ekonomi global pada G20 saja cuma tiga negara yang bisa tumbuh di atas 5% yaitu Indonesia, India sama China. Karena itu [perlu] gerakan untuk mendorong masyarakat kita untuk mencintai membeli dan mengkonsumsi produk lokal,” ujar Teten.

Ia juga menjelaskan kebijakan pemerintah dalam substitusi impor pemerintah sebanyak 40% anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) harus membeli produk lokal mendukung adanya percepatan tersebut.

Adanya para kreator konten di media sosial diharapkan untuk terus mempromosikan merek-merek lokal.

Angka ekonomi digital, lanjut Teten, pada 2030 cukup besar.

Potensi ini harus digarap dengan memperbaiki kebijakan perdagangan secara elektronik. Hal tersebut bertujuan untik melindungi konsumen, UMKM, dan lokapasar atau marketplace lokal.

Ketika hal tersebut tidak dipersiapkan dengan baik, serbuan produk impor ditakutkan makin masif. Seiring pertumbuhan digitalisasi di pelosok negeri.

“Jadi dua hal yang harus kita siapkan menuju untuk memperkuat ekonomi digital. Kita harus perkuat talent-talent digital,” tambah Teten.

Kedua, perlu dukungan pada produktivitas UMKM. Teten juga mengapresiasi ekosistem digital mampu menyetop perdagangan baju bekas impor ilegal.

Selain itu, perlunya digitalisasi produk UMKM ini juga dilatarbelakangi pola konsumen yang berubah yang menyukai berbelanja secara online.

Hal ini juga diharapkan mampu menekan predator harga produk-produk impor yang masuk di Indonesia.

Baca Juga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya