Kategori: Klaten

30 Bumil di Klaten Terpapar Covid-19 Tanpa Gejala


Solopos.com/Ponco Suseno

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak 30 ibu hamil atau bumil di Klaten yang dinyatakan terpapar virus corona atau Covid-19 tergolong orang tanpa gejala.

Setiap bumil di Klaten yang terpapar Covid-19 diwajibkan menaati protokol kesehatan agar lekas sembuh sekaligus tak menulari orang lain, terutama bayinya.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 30 bumil di Klaten terpapar Covid-19 selama kurun waktu hampir dua pekan terakhir. Sebanyak empat dari 30 bumil tersebut sudah melahirkan bayinya di rumah sakit (RS) di Klaten.

Covid-19 di Klaten Capai 1.359 Kasus, Semua Kecamatan Masuk Zona Merah

Sejumlah bumil yang terdeteksi terpapar virus corona itu diketahui pascadilakukan screening dan tracking, 6 November 2020, 10 November 2020, dan 11 November 2020. Saat ini, para bumil yang terpapar virus corona menjalani isolasi mandiri.

"30 Bumil ini adalah tanpa gejala. Bumil ini merupakan kelompok rentan, makanya dilakukan screening. Ada juga yang terpapar karena kontak erat [hasil tracking dari kasus Covid-19 lainnya]," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (16/11/2020).

Anggit Budiarto mengatakan salah satu hal yang sudah ditempuh Dinkes Klaten guna menyikapi bumil yang terpapar virus corona itu, yakni menyamakan persepsi dalam rangka memberikan penanganan persalinan bumil dengan sembilan RS di Klaten.

Solusi Pengusaha Batik Pilang Sragen Bertahan Hidup di Tengah Pandemi

Sejumlah RS di Klaten tetap berkomitmen menangani persalinan para bumil yang terkonfirmasi Covid-19.

"Tenaga kesehatan (nakes) yang akan menangani [proses persalinan] harus benar-benar menaati protokol kesehatan. Termasuk memakai alat pelindung diri (APD) lengkap," katanya.

Proses Persalinan Bumil

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Klaten, Tuti Nurharyanti, mengatakan tim kesehatan Dinkes Klaten sudah berkoordinasi dengan sejumlah RS agar tetap melayani proses persalinan para bumil yang terpapar virus corona.

Beberapa RS yang sudah diajak rembukan tersebut, seperti Rumah Sakit Umum Pusat Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten, Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten, RSI Klaten, PKU Delanggu, RSIA Klaten, RSI Cawas, PKU Pedan, RSCH Klaten, dan PKU Jatinom.

"Masih bisa dilayani dengan persalinan normal atau pun sesar," katanya. Untuk pelayanan persalinan bumil yang sesar bisa diakses di RSST, RSUD Bagas Waras, dan RSI Klaten.

Walah, Libur Panjang Akhir Tahun Bisa Ditiadakan Bila...

Tuti Nurharyanti mengatakan hal lain yang perlu diperhatikan, yakni sebelum memasuki masa persalinan dan pascapersalinan. Setiap bumil perlu mempersiapkan seluruh keperluan saat ingin melahirkan, termasuk menyiapkan buku kesehatan ibu dan anak (KIA).

Selanjutnya, bumil yang telah menjalani persalinan tetap diwajibkan menaati protokol kesehatan, terutama saat memberikan ASI ke bayinya. Anggota keluarga bumil diminta juga memberikan dukungan penuh agar psikologis bumil tidak mudah ngedrop.

"Yang perlu diketahui, Covid-19 itu tak menular melalui ASI. Justru ASI itu dibutuhkan bayi, utamanya terkait meningkatkan imun bayi. Maka, seorang ibu harus tetap memberikan ASI dalam kondisi apa pun, termasuk terpapar virus corona," katanya.

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati