3 Warga Sragen Dibekuk Polisi Karanganyar Gara-gara Transaksi Sabu-Sabu

Tiga warga Sragen ditangkap aparat Satnarkoba Polres Karanganyar gara-gara transaksi narkoba jenis sabu-sabu di jalan Solo-Sragen.

 Anggota Satresnarkoba Polres Karanganyar memeriksa salah satu tersangka kasus narkoba, Anto, di kantor Satreskrim Polres Karanganyar pada Kamis (16/9/2021). (Solopos/Sri Sumi Handayani)

SOLOPOS.COM - Anggota Satresnarkoba Polres Karanganyar memeriksa salah satu tersangka kasus narkoba, Anto, di kantor Satreskrim Polres Karanganyar pada Kamis (16/9/2021). (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Karanganyar menangkap tiga warga Kabupaten Sragen gara-gara transaksi narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,82 gram.

Data yang dihimpun Solopos.com dari Satuan Narkoba Polres Karanganyar, pengungkapan kasus itu bermula dari penangkapan warga Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, IS alias Anto, 40.

Anto ditangkap di trotoar depan salah satu tempat karaoke di jalan Raya Solo-Sragen kawasan Jaten pada Minggu (12/9/2021) pukul 22.45 WIB. Dari penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni satu bungkus plastik klip berisi serbuk kristal diduga sabu-sabu 0,82 gram.

Baca Juga: Innalillahi, Pekerja Proyek IPAL di Kebakkramat Karanganyar Meninggal Kesetrum Mesin Drill

Plastik klip dibalut tisu dan lakban warna cokelat. Polisi juga menyita satu unit handphone Realme C2 warna hitam. Kasatnarkoba Iptu Agus Susilo Utomo mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafi Maulla mengatakan awalnya polisi menerima informasi mengenai transaksi sabu-sabu itu sepekan sebelumnya.

Informasi itu menyebut seseorang sering bertransaksi narkoba di wilayah hukum Polres Karanganyar. “Informasi ditindaklanjuti dengan menangkap Anto di trotoar depan salah satu tempat karaoke di Jaten,” katanya kepada Solopos.com melalui telepon, Kamis (16/9/2021).

Bertindak sebagai Kurir

Satu paket sabu-sabu ditemukan di saku celana kanan depan. Pelaku mengaku membeli barang tersebut setelah mendapat pesanan dari seorang perempuan berinisial L. Status Anto sebagai kurir atau perantara pada kasus tersebut.

Baca Juga: Waduh! Beredar Kabar Kades di Mojogedang Karanganyar Diancam dan Diperas soal BST

“Pelaku membeli dari dua orang lain, yakni DAS alias Dadang dan SS alias Sensen. Harganya Rp1,2 juta. Kami menindaklanjuti informasi itu dengan menangkap dua orang [Dadang dan Sensen]. Tiga tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Karanganyar,” ungkapnya.

Dadang, 45, tercatat sebagai warga Desa Merbung, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten. Tetapi, ia tinggal di Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, Sragen.

Sedangkan Sensen, 44, tercatat sebagai warga Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Sragen. Tetapi Ia tinggal di Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupatan Sragen.

Baca Juga: Joss! Desa Plosorejo Karanganyar Jadi Pionir Desa Tuntas Vaksin

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Karanganyar, Iptu Agung Purwoko, menyampaikan tiga tersangka yang terlibat transaksi sabu-sabu itu saling kenal. Anto memesan sabu-sabu kepada Dadang.

Bertransaksi Langsung Tatap Muka

Kemudian, Dadang meneruskan pesanan tersebut kepada Sensen. Tetapi, pada kasus itu tiga orang itu bertransaksi secara langsung tatap muka. Bahkan Anto ini menyerahkan uang kepada Sensen secara langsung.

“Ini kali pertama antarpelaku saling bertemu. Biasanya kan tidak ketemu meskipun status mereka teman. Soal L [pemesan] masih kami dalami karena ada sistem putus sel atau antarpemesan dengan penyedia barang tidak saling kenal,” tutur Agung dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Kamis.

Baca Juga: Tak Hadir, 11 Peserta Seleksi PPPK Karanganyar Dijadwalkan Ujian Susulan

Salah satu pelaku, Anto, mengaku belum lama mengenal L. Ia mengakui membantu L mendapatkan sabu-sabu dari dua orang lelaki tersebut.

“Saya ditransfer uang Rp1,1 juta oleh L. Tetapi harga sabu-sabu kan Rp1,2 juta. Saya tambahi Rp100.000. Janjinya L mau mengganti [uang] kalau ketemu nanti. Saya mau menyerahkan barang. Belum sampai ketemu, sudah ditangkap,” ujar Anto di ruang Satresnarkoba Polres Karanganyar, Kamis.

Anto mengaku tak mendapat apapun dari transaksi sabu-sabu di Karanganyar itu. Ia menegaskan hanya membantu teman. Polisi menerapkan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU No 35/2009 tentang Narkotika.

Pelaku terancam hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun. Selain itu, denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.


Berita Terkait

Berita Terkini

Partai Gerindra Jateng Deklarasikan Prabowo Capres 2024

Acara deklarasi dipimpin Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wahid, diikuti para pengurus DPC Partai Gerindra se Jateng.

Pengusaha Warung Apung Rawa Jombor Klaten Usul Dapat Ruang 1,5 Hektare

Usulan itu disampaikan setelah mereka mendapatkan sinyal jika warung apung dan pemancingan masih bisa beraktivitas di badan waduk waktu penataan dan revitalisasi Rawa Jombor yang mulai bergulir.

Dari Ponpes Al Qohar Klaten, Tas Kanvas Melalang Buana hingga Eropa

Khusnul mulai serius menjadikan hobi menjahitnya menjadi ladang usaha membikin tas pada 2011 lalu sembari membantu mengelola ponpes.

Bu Bupati, Car Free Day Sukoharjo Kapan Dibuka?

Penyelenggaraan CFD masih menunggu rekomendasi atau izin dari Ketua Satgas Covid-19 Sukoharjo atau Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Vaksinasi Pelajar Usia di Atas 12 Tahun di Solo Selesai

Pemkot Solo belum mendapatkan petunjuk soal vaksinasi untuk pelajar di bawah usia 12 tahun.

Kadisdik Solo: Pulang Sekolah Siswa Harus Langsung Pulang

Kepala Disdik Solo Etty Retnowati mengatakan temuan siswa yang terpapar Covid-19 tak selamanya bernilai negatif.

Jumlah Ponpes di Klaten Terus Meningkat, Kini Mencapai 100-an

Pengembangan sistem pendidikan di ponpes membuat banyak warga memilih memondokkan anak mereka.

Selvi Ananda Saat Ditanya Soal Penata Busana Pribadi: Emang Saya Artis?

Selvi mengatakan selama ini menata sendiri semua kebutuhan busananya, dan ia menyiapkannya sehari sebelum acara.

2 Wanita Solo Ngaku Tertipu Lelang Arisan Online Ratusan Juta Rupiah

Stelah mengikuti lelang arisan online tersebut selama 10 bulan, mereka tidak menerima uang hasil lelang arisan seperti yang sudah dijanjikan.

Lega, Hasil Tracing Belasan Murid dan Guru SMPN 4 Solo Negatif Covid-19

Disinggung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang akan diambil usai hasil tracing tersebut, pihak SMPN 4 Solo masih menanti arahan Disdik.

Khawatir Klaster Baru, Bupati Cabut Izin Acara Konferwil IPPAT Jateng

Pemkab Sukoharjo mencabut izin penyelenggaraan Konferwil IPPAT Jateng karena dinilai melanggar aturan terkait jumlah peserta acara dan khawatir menimbulkan klaster baru Covid-19.

Lacak Kontak Erat, Guru dan Murid SMPN 8 dan SMPN 4 Solo Di-Swab PCR

Pada Jumat (22/10/2021), sekitar 310 siswa plus guru di SMPN 8 Solo menjalani tes swab PCR sebagai tindak lanjut munculnya 11 kasus positif dalam tes acak di sekolah tersebut,

Baru 2 Hari Polres Karanganyar Gelar Doa Bersama, Ada Kecelakaan Lagi

Satlantas Polres Karaganyar pada Rabu (22/10/2021) menggelar doa bersama memohon agar tidak ada lagi kecelakaan. Hanya dua hari berselang, terjadi lagi kecelakaan.

Boyolali Kirim 5 Atlet ke Peparnas Papua XVI

 Para atlet dari Boyolali ini akan bertanding untuk cabang olahraga tenis meja, bulu tangkis, menembak, dan atletik.

Go Global, Kuliner Khas Solo Disiapkan dalam Kemasan Kaleng

Dengan kemasan kaleng, makanan bisa dibawa ke luar kota untuk oleh-oleh atau dijual ke pusat perbelanjaan luar negeri.

Kecelakaan Lagi, 1 Jam Terjadi 2 Tabrakan di Jalur Solo-Tawangmangu

Dua kecelakaan tunggal terjadi dalam tempo satu jam di Karanganyar. Untungnya tak ada korban jiwa dalam dua kecelakaan tersebut.