Kategori: Sukoharjo

3 TPS Kekurangan Surat Suara, Bawaslu Sukoharjo: Jadi Catatan Serius


Solopos.com/R Bony Eko Wicaksono

Solopos.com, SUKOHARJO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo mencatat ada tiga tempat pemungutan suara (TPS) yang sempat kekurangan surat suara pada hari coblosan, Rabu (9/12/2020) kemarin. Hal ini menjadi catatan serius pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, mengatakan ketiga TPS yang kekurangan surat suara masing-masing dua TPS di Kecamatan Baki dan satu TPS di Kecamatan Kartasura. Anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) langsung berkoordinasi dengan panitia pemungutan suara (PPS) untuk melakukan pergeseran surat suara dari TPS terdekat.

DPC PDIP Sukoharjo Klaim Real Count EA Menang Pilkada Sukoharjo 2020 Bukan Manipulasi

“Jumlah kekurangan surat suara tidak banyak, hanya satu surat suara. Namun, persoalan ini menjadi catatan khusus dalam pelaksanaan pemungutan suara di setiap TPS,” kata dia, saat ditemui Solopos.com, Kamis (10/12/2020).

Bambang menyoroti proses pelipatan dan penghitungan surat suara di TPS selama tiga hari di Gedung Graha Mulya, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo. Bisa jadi, surat suara yang dikirim ke TPS belum lengkap sehingga ada kekurangan surat suara saat coblosan.

Duh, Bocah 7 Tahun Linglung Ditinggal Orang Tak Dikenal di Jembatan Bacem Sukoharjo

Persoalan itu segera teratasi setelah KPPS dan PPS melakukan pergeseran surat suara dari TPS terdekat. “Langsung direspons penyelenggara pemilu dengan menggeser surat suara dari TPS terdekat. Jadi tak ada masalah dan proses pemungutan suara dilanjutkan,” ujar dia.

Bambang menyebut berdasarkan laporan real time dari sistem pengawasan pemilu (Siwaslu) Pilkada Serentak 2020, jumlah suara yang sudah masuk sekitar 93%. Angka partisipasi pemilih dalam pilkada sekitar 75%.

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy