3 Siswa SMP Negeri di Sragen Tak Lulus Sekolah Karena Ini

Dari 11.739 siswa Kelas IX seluruh SMP di Sragen, ada tiga siswa yang dinyatakan tak lulus dan harus mengulang. Ketiganya adalah siswa di sekolah pinggiran.

 Ilustrasi pelajar SMP. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pelajar SMP. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SRAGEN — Ada tiga siswa Kelas IX di dua SMP negeri (SMPN) di Kabupaten Sragen dinyatakan tidak lulus. Ini lantaran mereka memilih merantau ke luar daerah.

Sementara sebanyak 11.736 siswa Kelas IX di 89 SMP negeri dan swasta di Sragen dinyatakan lulus dan bisa melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Sukisno, menerangkan total jumlah siswa Kelas IX SMP, baik negeri dan swasta, yang dinyatakan lulus ada 11.739 anak. Kecuali tiga siswa tadi yang tidak mengikuti ujian sekolah karena merantau untuk bekerja.

“Tiga anak itu masih terdaftar sebagai siswa Kelas IX di sekolahnya. Dua anak di antaranya dari SMP negeri di Sumberlawang dan satu anak lainnya di SMP negeri di Kecamatan Tanon,” kata Sukisno.

Mereka disarankan untuk mengulang belajar atau mengikuti program Kejar Paket B.

Baca Juga: Gelar Konvoi Kelulusan, 28 Siswa SMA di Boyolali Diciduk Polisi

Sukisno menambahkan ketiga siswa yang tak lulus itu merupakan pelajar di SMP pinggiran. Mereka tidak sabar menunggu lulus SMP sehingga keburu kerja di luar daerah.

Mereka bisa ikut ujian Kejar Paket B di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) agar bisa meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya. Sukisno meminta supaya sekolah mendampingi siswa yang tidak lulus ini untuk mengikuti ujian Kejar Paket B yang biasanya di gelar pada Oktober atau November.

“Saat semester ganjil mereka ikut belajar secara daring karena masih situasi pandemi Covid-19. Kemudian saat masuk semester genap mereka kadang masuk dan kadang tidak. Lama-lama tidak masuk karena bekerja. Faktor ekonomi keluarga kemungkinan yang menuntut mereka untuk memilih bekerja,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Karanganyar Berjaga Awasi Konvoi Kelulusan SMP, Ini Hasilnya

Pengumuman kelulusan SMP disampaikan Disdikbud kepada sekolah pada Rabu (15/6/2022) pukul 15.00 WIB secara daring. Disdikbud membuat edaran kepada sekolah agar mengumumkan kelulusan di sore hari supaya tidak konvoi kendaraan, dan kegiatan tak diinginkan lain.

Lebih jauh, Sukisno menjelaskan para siswa yang lulus SMP ini bisa mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK tanpa harus menunjukkan ijazah. Cukup menggunakan lima nilai rapor siswa, yakni rapor semester I dan II saat Kelas VII, nilai rapor semester II saat Kelas VIII, dan nilai rapor semester gasal saat Kelas IX.

Pada bagian lain, siswa SMP Muhammadiyah 5 Tanon (Militan) merayakan kelulusan dengan cara yang berbeda. Pejabat Humas SMP Militan, Aris Setiawan, menyampaikan siswanya merayakan kelulusan dengan cara menebar 2.000 ekor benih ikan dan menanam 60 batang pohon di seputaran Waduk Ketro, Tanon.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

+ PLUS Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

Penggunaan teknologi biogas bisa membantu menyelamatkan Objek Wisata Air Terjun Pletuk di Dusun Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, yang sepi pengunjung karena tercemar limbah kotoran sapi.

Berita Terkini

Makam Jenazah Warga Sragen Dibongkar, Meninggal Tak Wajar?

Jenazah warga Sragen yang diduga meninggal tak wajar diautopsi setelah kuburannya dibongkar.

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.

Desain Bangunan Pasar Jongke Tak Berubah, Kios Akan Tampak dari Luar

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono menjelaskan kios Pasar Kabangan dan Jongke nanti kelihatan dari jalan.

Nostalgia Naik 7 Bus Legend Rute Solo-Sukoharjo, Sensasinya Hmm Mantap

Deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai saat ini masih cukup eksis meskipun jumlah penumpangnya terus menurun.

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Obati Rindu! CFD Klaten di Jl Mayor Kusmanto Diserbu Warga

Penyelenggaraan CFD perdana di Klaten setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 diserbu warga.

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.

Murah Banget! Harga Makanan di Warung Pak Solet Makamhaji Mulai Rp8.000

Harga makanan di warung makan Pak Solet, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, murah meriah, mulai Rp8.000 per porsi.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Bakal Hujan Lama

Prakiraan cuaca di Karanganyar hari ini, Minggu (3/7/2022), hujan akan turun sejak siang hingga malam.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Minggu 3 Juli 2022 Hujan Siang Malam

Inilah prakiraan cuaca untuk kawasan Sukoharjo pada hari Minggu (3/7/2022).