Sukarelawan memadamkan api yang membakar tiga rumah di Dukuh Candi, Desa Bentak, Sidoharjo, Sragen, Jumat (17/1/2020) malam. (Istimewa-SAR Poldes Sidoharjo)

Solopos.com, SRAGEN -- Tiga umah milik Sugiri, 42, Listianto, 34, dan Paryanto, 65, di Dukuh Candi, Desa Bentak, Sidoharjo, Sragen, ludes terbakar, Jumat (17/1/2020) malam.

Informasi yang dihimpun solopos.com, musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Kebakaran itu terjadi sesaat setelah Warsiti, 55, istri Paryanto, menyalakan obat nyamuk bakar beralaskan kertas yang dilipat-lipat.

Obat nyamuk itu dibakar di dekat kipas angin yang menyala. Embusan angin dari kipas itu diduga membuat obat nyamuk terjatuh dan membakar kertas di bawahnya. Api kemudian menyambar kasur yang dipakai tidur pasangan suami istri itu.

Paryanto terbangun dan berusaha memadamkan api dengan memukulkan selimut. Namun, api dengan cepat membesar. Warga yang terbangun berusaha memadamkan api dengan peralatan sederhana.

Sebagian warga menghubungi petugas pemadam kebakaran. Namun api cepat membesar dan merembet ke rumah milik Listianto dan Sugiri. Tiga bangunan  yang saling berdekatan itu tidak bisa diselamatkan dari amukan si jago merah.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Sragen dan Gemolong dikerahkan untuk memadamkan api.

Akibat kebakaran itu, tiga rumah itu sudah tidak bisa dihuni. Sementara Sugiri mengalami luka lecet pada pergelangan tangan kanan  saat mendorong lemari.

“Kerugian akibat musibah kebakaran ini belum diketahui. Uang hasil panen yang disimpan pemilik rumah ikut hangus terbakar,” terang Koordinator SAR Poldes Sidoharjo Sragen, Alfian Rendi Prasetyo.

Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi, menyampaikan akses jalan menuju lokasi kebakaran cukup sempit. Hal itu diperparah dengan banyaknya warga yang berdatangan untuk menyaksikan kebakaran itu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten