Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Timur, AKBP Wisnu Chandra (pakai belangkon) mengecek ponsel yang disita dari dua napi LP Klas I Madiun, Jumat (3/5/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Lembaga Permasyarakatan Kelas I Madiun menyerahkan tiga handphone kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Tiga HP tersebut milik dua narapidana yang diduga mengendalikan peredaran narkoba di wilayah Madiun.

Tim BNNP Jatim sebelumnya menangkap dua wanita yang membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 4 kg pada Kamis (2/5/2019) malam. Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Timur, AKBP Wisnu Chandra, mengatakan tiga unit ponsel tersebut merupakan barang bukti yang disita dari dua napi LP tersebut.

Tiga ponsel itu diduga menjadi sarana untuk mengendalikan peredaran sabu-sabu yang dibawa dua perempuan berinisial SAS dan NH yang ditangkap pada Kamis malam. Sedangkan dua napi LP Kelas I Madiun yang diduga mengendalikan peredaran sabu-sabu itu berinisial AF dan RM.

BNNP Jatim akan memeriksa dan mengeluarkan konten tiga ponsel tersebut. "Nanti akan dibuktikan semua. Apa ini terkait perkara yang berjalan? Semua konten HP akan ditarik. Apakah HP itu terbukti digunakan atau tidak. Jejak digital tidak akan pernah bohong," jelas dia setelah menerima tiga ponsel dari kepala LP Kelas I Madiun, Jumat (3/5/2019) siang.

Barang bukti berupa tiga ponsel tersebut diharapkan bisa mengungkap perbuatan dua napi yang diduga terkait dengan penangkapan dua wanita yang membawa 4 kg sabu-sabu di Madiun.

"Mudah-mudahan alat komunikasi tadi yang diserahkan ke kami bisa kami kembangkan dan membuktikan apakah mereka yang ada di dalam itu terlibat dalam perkara ini," jelas dia.

Kalau memang terbukti terlibat dalam peredaran narkoba itu, para napi itu bisa dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). BNNP akan fokus menghentikan aliran dana dalam peredaran narkoba itu.

Kepala LP Kelas I Madiun, Thurman Hutapea, mengatakan dua napi yang diduga terlibat dalam kasus penangkapan 4 kg sabu-sabu di Madiun merupakan napi pindahan dari LP Medaeng. Kedua napi itu sudah dua tahun ditahan di LP Kelas I Madiun.

"Kami mendukung program BNNP. Ini kan berkat koordinasi yang baik [penyerahan tiga ponsel dua napi]," jelas dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten