Pengguna jalan melintas di perempatan Ponten, kawasan kota Wonogiri, Kamis (13/2/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri tahun ini akan memasang 12 kamera closed circuit television (CCTV) di tiga persimpangan jalan kawasan kota. Hal itu sebagai langkah awal penerapan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau penilangan secara elektronik (e-tilang) melalui kamera pemantau.

Tiga persimpangan kota itu meliputi Ponten, Wonokarto, dan Pokoh. Kepala Dishub Wonogiri, Ismiyanto, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (13/2/2020), mengatakan Dishub mendapat anggaran APBD 2020 senilai Rp200 juta untuk pengadaan 12 unit kamera CCTV dan membangun comand center (CC) room atau ruang kendali.

Masing-masing persimpangan dipasangi empat unit kamera CCTV di empat sisi. Hanya, Ismiyanto belum dapat memastikan kapan CCTV bakal dipasang karena pengadaannya butuh proses lebih lanjut.

Korupsi RSUD Sragen: Kejari Tetapkan 1 Tersangka Lagi, Siapa Dia?

“Kamera CCTV ini nanti tak hanya untuk kepentingan Dishub, tetapi juga akan diintegrasikan dengan sistem ETLE Satlantas. Tapi setelah CCTV terpasang belum bisa langsung diintegrasikan,” kata Ismiyanto.

Kabid Lalu Lintas Dishub Wonogiri, Tri Haryono, menimpali penerapan ETLE masih butuh sarana kelengkapan lain. Anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut tahun ini belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan itu.

Alhasil, ETLE belum bisa diterapkan tahun ini. Kendati demikian, CCTV tetap bisa dimanfaatkan. Dishub akan menggunakannya untuk memantau lalu lintas di persimpangan.

Tak Ada Lawan Parpol, Gibran Rakabuming Diprediksi Menang 80%

Alat akan merekam video sehingga jika ada suatu kejadian identitas kendaraan/pengemudi akan diketahui. Apabila diperlukan, aparat polisi bisa mendapatkan rekaman dari Dishub untuk kepentingan penyelidikan/penyidikan kasus.

“Moga Lebaran mendatang [akhir Mei] CCTV bisa digunakan untuk memantau arus mudik dan balik,” ulas Tri.

Ke depan Dishub akan melengkapi CCTV dengan sistem tertentu agar bisa digunakan untuk memberi imbauan langsung kepada pengguna jalan. Apabila mendapati pengguna jalan yang tak mengenakan helm, berhenti di garis atau melampaui garis batas, akan bisa langsung ditegur agar tertib.

Jasad Sepasang Tamu Hotel Bertumpukan di Baturraden

Namun, mewujudkan kelengkapan itu butuh biaya tinggi. Tri memperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan alat dan sistem setiap persimpangan senilai Rp600 juta-Rp700 juta.

“Makanya kami akan terus berkoordinasi dengan Ditjen Lalu Lintas Kemenhub agar mendapat anggaran, seperti Kabupaten Semarang yang pernah digelontor dana dari pusat senilai Rp3 miliar. Anggaran itu di sana untuk tiga persimpangan,” imbuh Tri.

Terpisah, Kasatlantas Wonogiri, AKP Hendrie Suryo Liquisasono, menyambut baik pengadaan kamera CCTV oleh Pemkab. Dia tak memungkiri penerapan ETLE masih membutuhkan persiapan lebih lanjut karena sarana dan prasarana (sarpras) yang dibutuhkan cukup kompleks.

Rekrut Joko Susilo, Persis Solo Punya 5 Bek Tengah

Tak sekadar alat, tetapi juga jaringan dan kerja sama dengan jasa pengiriman dokumen. Menurut dia, pemenuhan kebutuhan itu tidak dapat dipenuhi dari Polres Wonogiri. Oleh karena itu, Satlantas membutuhkan dukungan Pemkab.

“Pengadaan CCTV oleh Pemkab sebagai tahap awal [penerapan ETLE],” ulas dia mewakili Kapolres, AKBP Christian Tobing.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten