Tutup Iklan

3 Pengedar Pil Koplo Dibekuk di Sragen, 1 Masih Buron

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SRAGEN — Tiga pengedar pil holi atau pil koplo dipekuk Tim Unit Reserse Kriminal Polsek Sragen Kota, Sragen, di Lapangan Sambirejo dan selatan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Senin (19/8/2019) pukul 22.00 WIB.

Dari tiga pengedar itu, polisi menyita barang bukti sebanyak 798 butir pil koplo dan uang hasil penjualan senilai Rp848.000.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi saat dihubungi , Selasa (20/8/2019), mengungkapkan ketiga tersangka adalah Joko Santosa, 24, warga Cengklik RT 002/RW 003 Desa Sukorejo, Sambirejo, Sragen; Agus Sriyono, 24, karyawan cleaning service atau office boy (OB) RSUD asal Pedaan RT 004/RW 002, Desa Bener, Ngrampal, Sragen; dan Angga Nur Tyas, 39, karyawan cleaning service RSUD asal Puro Asri RT 022/RW 010, Desa Puro, Karangmalang, Sragen.

“Joko Santosa itu ditangkap di Lapangan Sambirejo Sragen. Saat penangkapan itu juga mendapat kabar orang yang mengaku bernama S yang kini masih masuk dalam daftar pencairan orang,” ujarnya.

Dari tangan Joko, ungkapnya, pihaknya menyita barang bukti berupa ratusan butir pil holi, uang Rp448.000, motor Honda Beat AD 3877 AZE, tas, dan ponsel Samsung.

Mashadi menjelaskan dari tersangka Joko pihaknya menemukan tersangka Agus Sriyanto dan Angga Nur Tyas yang ditangkap di sebelah selatan RSUD Sragen. Dia mengatakan Agus mendapatkan barang dari Joko.

Dari tangan Agus, polisi menyita barang bukti seratusan lebih obat holi, uang Rp230.000, tas merah, dan ponsel.

“Kalau Angga ini mendapat barang dari Agus. Jadi ketiga tersangka ini memang satu jaringan yang sumbernya dari Joko. Dari tangan Angga diperoleh enam butir pil holi, uang tunai Rp170.000 dan ponsel,” ujarnya.

Mashadi menyampaikan ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 196 juncto Pasal 197 UU No. 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp1,5 miliar. Kasus tersebut dilimpahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Sragen.

Kasubbag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi menambahkan lokasi penangkapan di selatan RSUD Sragen itu tepatnya di Jl. Merak Ngrandu, Nglorog, Sragen Kota. Dia mengatakan modus yang digunakan tersangka menyediakan dan mengedarkan obat-obatan tanpa disertai izin edar.

“Awalnya Tim Polsek Sragen Kota mendapat informasi tentang adanya peredaran obat terlarang di selatan RSUD. Polisi menyelidiki informasi tersebut. Sesampainya di belakang RSUD, polisi menemukan dua orang mencurigakan. Mereka dibekuk dan digeledah badannya. Saat penggeledahan itulah ditemukan sejumlah barang bukti pil holi. Setelah diperiksa ternyata mereka mengaku mendapatkan obat dari Joko yang sudah ditangkap sebelumnya,” katanya.


Berita Terkait

Espos Premium

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

Beda dengan tahun lalu, saat perjalanan bisnisnya gelagepan. Seperti terkena virus corona bergejala berat. Kesulitan bernapas, seperti orang berenang mau tenggelam. Tapi tahun ini ceritanya lain.

Berita Terkini

Saluran Limbah 2 Pabrik Farmasi di Jakut Ditutup DLH DKI Jakarta

Saluran outlet air limbah dua pabrik farmasi di Jakarta Utara ditutup Dinas Lingkungan Hidup atau DLH DKI Jakarta.

Isu Reshuffle: PAN Sodorkan Kader, Partai Gerindra Pasrah

PAN semenjak dinyatakan bergabung dengan koalisi partai politik pemerintah pada 25 Agustus 2021 lalu memang belum terakomodasi dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Maruf.

Jelang Reuni 212, Tangerang Batasi Akses Masuk ke Jakarta

Jika ada warga yang terindikasi hendak mengikuti Reuni 212, pihaknya akan langsung menyuruh mereka untuk memutar balik ke arah Kota Tangerang.

Kawal Presidensi G20, Kominfo Luncurkan Website Baru

Kementerian Kominfo luncurkan website baru untuk dukung Presidensi G20 Indonesia.

Asyik! Ikut Tes Acak Covid-19, Siswa di Klaten Dapat Doorprize

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Wedi menggelar uji petik tes antigen kepada siswa dan guru secara acak.

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

Beda dengan tahun lalu, saat perjalanan bisnisnya gelagepan. Seperti terkena virus corona bergejala berat. Kesulitan bernapas, seperti orang berenang mau tenggelam. Tapi tahun ini ceritanya lain.

Nissan Bakal Mulai Bisnis Baru dan Gelontorkan $17,6 Miliar

Skema Nissan hadapi era elektrifikasi, salah satunya gelontorkan dana untuk bangun infrastruktur.

Waspada Omicron, Pejabat Negara Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

Larangan terhadap pejabat negara tersebut berlaku kepada seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara.

Diterjang Lahar, Jaringan Air Bersih di Kali Boyong Sleman Putus

Hujan deras yang turun di puncak Merapi pada Rabu (1/12/2021) menyebabkan putusnya jaringan air bersih di Kali Boyong, Pakem, Sleman.

Reuni 212 bakal Digelar di Plaza Manahan, Kapolresta Solo: Tidak Boleh!

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan akan membubarkan massa yang nekat menggelar Reuni 212 Soloraya di Plaza Manahan maupun tempat terbuka lainnya.

Alami Gangguan Jiwa, Suami di Kudus Bacok Istri

Seorang ibu di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), menjadi korban penganiayaan atau pembacokan suami yang mengalami gangguan jiwa.

Pembuang Bayi dalam Kardus Di Nguter Sukoharjo Diduga Warga Sekitar

Polisi menduga pelaku pembuang bayi yang ditemukan meninggal dalam kardus di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, adalah warga sekitar.

Tidur Sambil Duduk, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?

Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, apakah ada risiko jika tidur dalam posisi duduk tersebut?

Indonesia Bertekad Hasilkan Terobosan Besar dari Forum G20

Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat.

Sebut Penetapan UMK 2022 Jateng Inkonstitusional, Buruh Siapkan Gugatan

Buruh di Jateng yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Tengah menyebut penetapan UMK 2022 di Jateng yang diputuskan Gubernur Ganjar Pranowo inkonstitusional.

Bupati Grobogan Minta Permasalahan Pertanian di MT Satu Diselesaikan

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengingatkan masih ada pekerjaan rumah terkait pertanian pada musim tanam satu (MT-1).