Tiga siswa MIM Karanganyar yang berlaga di HKIMO 2019 di Hong Kong menunjukkan medali dan piagam penghargaan, Senin (2/9/2019). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Tiga pelajar Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Karanganyar monerahkan prestasi tingkat internasional. Ardiatma Galuh Athaila Wijaya kelas VI-C, Aleya Intan Adonia Cinara kelas VI-B, dan Mifathul Fajriya Rahmafiani kelas VI-B meraih tiga medali pada kompetisi Matematika di Hong Kong.

Ardiatma dan Aleya meraih medali perak sedangkan Miftahul meraih medali perunggu.  Mereka berkompetisi dengan ratusan peserta dari 29 negara lain pada Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) 2019 mulai 30 Agustus hingga 2 September 2019.

Pejabat Humas MIM Karanganyar, Supriyadi, menyampaikan MIM Karanganyar rutin mengirimkan delegasi pada ajang kompetisi Matematika tingkat internasional. Tahun ini, siswa MIM Karanganyar ambil bagian pada HKIMO.

"Ajang bergengsi bagi siswa di mata pelajaran Matematika. Ada tiga siswa dari Indonesia yang berkesempatan menorehkan nama pada kancah olimpiade Matematika tingkat internasional di Hong Kong. Siswa MIM Karanganyar mendapat kesempatan itu," kata Supriyadi kepada solopos.com, Rabu (4/9/2019).

Sebelumnya, pelajar MIM Karanganyar pernah mengikuti olimpiade Matematika internasional di sejumlah negara lain. Tahun 2017 pada ajang World Mathematics Invitational (WMI) di Ho Chi Minh City Vietnam.

Kemudian tahun 2018 pada ajang Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) di Bangkok Thailand. Kala itu, satu siswa MIM Karanganyar membawa pulang medali emas.

Kepala MIM Karanganyar, Marjiyanti, menyampaikan sekolah menargetkan siswa MIM mengikuti lomba tingkat internasional setiap tahun. Selain itu, Sekolah menargetkan 40-50 piala dari seluruh ajang perlombaan di dalam maupun luar negeri setiap tahun.

Realisasinya, perolehan piala setiap tahun melebihi target. Tahun lalu, mereka mengumpulkan 76 piala dan tahun ini lebih dari 100 piala.

"Kami tidak memaksa siswa mengejar lomba. Tetapi itu upaya kami memperkenalkan siswa kepada kompetisi. Berusaha maksimal dan memberikan yang terbaik. Anak-anak menambah wawasan, sosialisasi hingga kancah internasional. Kami juga mendorong guru memberikan kemampuan terbaik mendidik siswa," tutur dia saat dihubungi, Rabu.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten