3 Kisah Mistis Tanjakan Emen Subang

3 Kisah Mistis Tanjakan Emen Subang

SOLOPOS.COM - Warga melihat lokasi tabrakan di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusup Suparman)

Kisah mistis menyelimuti Tanjakan Emen Subang.

Solopos.com, SUBANG -- Sebanyak 27 orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018) sore. Bus yang membawa rombongan wisatawan dari Kampung Legoso, Pisangan Timur, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten itu dari Bandung akan menuju Jakarta. Diduga bus mengalami rem blong.

Tanjakan Emen dikenal sebagai daerah lawan kecelakaan. Jalur-jalur dengan tikungan tajam dan berbelok membuatnya dikenal sebagai jalur angker. Warga sekitar justru mempercayai Tanjakan Emen diselimuti fenomena mistis.

Dilansir Liputan6.com berdasarkan situs Kotasubang, kecelakaan-kecelakaan yang terjadi di Tanjakan Emen terkait dengan tiga kisah mistis yang menyertai setiap terjadi kecelakaan di tikungan seram itu.

Baca Juga: Tanjakan Emen Jadi Topik Terpopuler

Kisah mistis yang pertama dikaitkan dengan kecelakaan Bus Bunga pada tahun 1969. Saat itu bus mogok di lokasi. Kernet yang bernama Emen berusaha mengganjak roda bus, namun sayanganya justru Emen tertabrak bus dan meninggal di tempat. Sejak saat itu, warga sekitar kerap melihat sosok Emen di lokasi tanjakan. Dan sejak saat itu diberi nama Tanjakan Emen.

Kisah mistis kedua terkait dengan kejadian tabrak lari di lokasi. Korban tabrak lari bernama Emen. Namun mayat Emen malah disembunyikan di pepohonan di sekitar tanjakan. Sejak saat itu arwah Emen dipercaya menuntut balas, sehingga banyak terjadi kecelakaan di lokasi tanjakan.

Kisah mistis ketiga yakni kisah sopir oplet Subang-Bandung bernama Emen. Pada 1964, oplet yang dikendarai Emen kecelakaan terbakar. Emen tewas di lokasi tanjakan. Sejak saat itu makin banyak kecelakaan terjadi di tempat yang sama.

Kebiasaan yang saat ini masih berlangsung. Biasanya setiap melewati Tanjakan Emen, pengguna jalan melempar koin, rokok atau menyalakan klakson agar terhindar dari bahaya.

Berita Terkait

Berita Terkini

GEMBIRA, Rahasia Kak Seto Bisa Parkour di Usia 70 Tahun

Di usia nyaris 70 tahun, Kak Seto masih sanggup parkour.

Resmi! KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, bersama 74 pegawai KPK lainnya dinyatakan tidak lolos TWK dan dinonaktifkan KPK.

Ganjar Perkirakan Kasus Covid-19 di Jateng Bakal Naik Seusai Lebaran

Seluruh kepala daerah tidak boleh lengah, meski pun kasus Covid-19 di Jateng tengah mengalami tren menurun.

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Pemudik Ini Tiba-Tiba Kesurupan saat Dihentikan Petugas di Pos Penyekatan

Dalam video itu terlihat seseorang yang memakai ikat batik berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.

Ini Kriteria Botol Air Minum Kemasan yang Aman dan Sehat

Sebagai pembeli kita harus jeli memperhatikan kualitas botol air minum kemasan.

Zona Merah dan Oranye Dilarang Gelar Salat Id Berjemaah, Ini 12 Daerah Zona Merah di Indonesia

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan setiap kegiatan ibadah seperti salat tarawih, salat id, zakat, khutbah, dan iktikaf dilarang digelar di zona merah dan zona oranye.

Seorang TKW asal Bantul Meninggal di Taiwan, Disnakertrans Upayakan Pemulangan Jenazah

Disnakertrans Bantul berupaya memulangkan jenazah TKW yang meninggal di Taiwan.