3 Kelurahan Baru Hasil Pemekaran di Solo Kekurangan Sarpras

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLO-Dua pemerintahan kelurahan baru hasil pemekaran Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo masih kekurangan sarana prasarana (sarpras) untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kendati sudah resmi beroperasi sebulan terakhir.

Dua kelurahan tersebut yaitu Banjarsari, dan Joglo. Informasi kekurangan sarpras di dua pemerintahan kelurahan itu diakui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Joglo, Tri Prasetyo, Selasa (26/2/2019).

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Jadi ada 150 an kursi pertemuan milik LPMK Kadipiro [kelurahan lama] yang akhirnya harus kami bagi rata untuk tiga kelurahan karena kebutuhan. Bila dihitung kebutuhan pertemuan per kelurahan saat ini masih sangat kurang,” ujar dia.

Tri mencontohkan kebutuhan kursi pertemuan warga di Kelurahan Banjarsari. Dengan jumlah rukun warga (RW) sebanyak 22, artinya dibutuhkan kursi 110 an untuk bisa menampung perwakilan masing-masing RW lima orang. Begitu juga kebutuhan kursi di Kelurahan Joglo menurut dia masih sangat kurang. Dengan 12 RW mestinya ada 100 an kursi yang tersedia. Padahal jumlah kursi yang tersedia baru 50 an unit. Situasi yang sama terjadi di Kadipiro.

“Untuk kebutuhan sapras kursi masih sangat kurang untuk tiga kelurahan. Selama ini memang untuk keperluan rapat di kelurahan memakai kursi milik LPMK. Selain kursi sarpras lain juga masih kurang seperti meja rapat,” imbuh dia.

Sarpras lain yang masih kurang di dua kelurahan baru menurut Tri seperti lemari dan peralatan kantor. Tri berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bisa membantu pengadaan berbagai sarpras yang dibutuhkan tiga kelurahan.

Terpisah, Lurah Banjarsari, Endang saat diwawancara Solopos.com di kantornya belum lama ini mengakui ada beberapa sarpras yang masih kurang di kantornya. Selain kekurangan kursi pertemuan, pihaknya juga kekurangan sound system.

Soundsystem yang semula ada di kantor dia (dulu Kelurahan Kadipiro) harus dipindah ke kantor baru Kelurahan Kadipiro di Krembyongan. “Soundsystem untuk kelurahan kami belum ada. Yang lama di bawa ke Kadipiro,” terang dia.

Endang berharap Kelurahan Banjarsari bisa segera mendapat tambahan sarpras untuk menunjang kegiatan. “Untuk kekurangan laptop akan kami tutup sendiri pakai dana kelurahan. Setidaknya kami butuh tiga laptop lagi,” urai dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Gerakan Ilmu Kebal Srikaton, Konflik Pribumi dan Eropa Akhir Abad 19

+ PLUS Gerakan Ilmu Kebal Srikaton, Konflik Pribumi dan Eropa Akhir Abad 19

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, ribuan warga kulit putih Eropa tinggal di Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang memunculkan konflik antaretnis antara penduduk Eropa dan Pribumi, salah satunya Gerakan Ilmu Kebal Srikaton.

Berita Terkini

Tewaskan Bocah Kembar, 2 Pengendara Moge Dihukum 4 Bulan

Kendati menewaskan dua bocah kembar di Pangandaran, Jawa Barat beberapa waktu lalu, dua pengendara motor gede (moge) mendapat vonis relatif ringan.

Ini Kronologi Motivator Julianto Eka Jadi Terdakwa Pemerkosaan Siswi

Julianto Eka Putra dikenal publik sebagai pebisnis dan motivator kondang asal Malang, Jawa Timur.

Wow, Pengusaha Surabaya Peroleh Ganti Rugi Setara Rp1,1 Triliun

Jika dirupiahkan, uang ganti rugi 1.136 untuk pengusaha Surabaya itu setara Rp1,1 triliun. 

Merasa Kena Prank, Deddy Corbuzier Maki Terdakwa Pemerkosa Siswi

Deddy merasa terkena prank lantaran motivator yang juga pebisnis itu pernah ia undang ke acara Hitam Putih di Trans TV.

Forum G20 Solo, RI Soroti Ketidakadilan Investasi Energi Hijau

Pemerintah RI menyoroti ketidakadilan investasi energi hijau yang sangat timpang antara negara maju dan negara berkembang dalam forum G20 di Solo, Rabu (6/7/2022).

Ketua Komnas PA Debat Sengit dengan Pengacara Motivator Julianto Eka

Pertengkaran itu dipicu kegeraman Arist Merdeka Sirait lantaran motivator Julianto Eko Putra tidak ditahan kendati sudah berstatus terdakwa.

Soal Anak Kiai Jombang, PBNU: Tak Ada yang Kebal Hukum

Gus Fahrur menandaskan, semua warga negara punya kedudukan yang sama di mata hukum.

Carlos Fortes Impresif, Ini Kata Pelatih Arema FC

Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida, mengaku tidak gentar menghadapi striker PSIS Semarang, Carlos Fortes, saat kedua tim berlaga di semifinal leg 1 Piala Presiden 2022.

ASEAN Para Games Kian Dekat, Gibran Segera Buka Pendaftaran Volunteer

Kebutuhan volunteer untuk ASEAN Para Games 2022 di Solo lebih dari 200 orang.

Waspada! Banyak Kerupuk dan Mi di Batang Mengandung Zat Kimia Berbahaya

BBPOM Semarang menemukan masih banyak mi dan kerupuk yang beredar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), mengandung bahan kimia berbahaya.

BREAKING NEWS LIGA INGGRIS!!! Raheem Sterling Setuju Pindah ke Chelsea

Biaya kepindahan Raheem Sterling ke Chelsea disebut-sebut senilai 45 juta poundtserling.

Kiper Timnas Cahya Supriadi: Maaf Kami Belum Bisa Berikan Hasil Terbaik

Kiper Cahya Supriadi melakukan serangkaian penyelamatan gemilang sehingga gawang Timnas Indonesia tak kebobolan.

Lirik Lagu Sampai Hati Dinyanyikan Eltasya Natasha

Ini lirik lagu Sampai Hati dinyanyikan Eltasya Natasha telah tayang sejak 30 Juni 2022 di Youtube dan telah ditonton 240.056 kali.

Harga Tanah Di Jl Slamet Riyadi Rp65 Juta Per M2? Ini Kata Bapenda Solo

Harga tanah di kawasan Jl Slamet Riyadi Solo disebut mencapai Rp65 juta per meter persegi, apa komentar Badan Pendapatan Daerah Kota Solo?

Ketua PBNU Komentari Kasus Dugaan Cabul Anak Kiai Jombang

etua PBNU, K.H. Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menyarankan anak kiai Jombang yang menjadi tersangka kasus pencabulan untuk memenuhi panggilan polisi.

Shin Tae-yong Ungkap Dua Hal Pengaruhi Timnas Indonesia Hadapi Thailand

Shin Tae-yong sangat menyayangkan hasil pertandingan Timnas Indonesia melawan Thailand yang harus berakhir imbang 0-0 tersebut.