Kantor Kelurahan Joglo, Banjarsari, Solo. (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO-Dua pemerintahan kelurahan baru hasil pemekaran Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo masih kekurangan sarana prasarana (sarpras) untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kendati sudah resmi beroperasi sebulan terakhir.

Dua kelurahan tersebut yaitu Banjarsari, dan Joglo. Informasi kekurangan sarpras di dua pemerintahan kelurahan itu diakui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Joglo, Tri Prasetyo, Selasa (26/2/2019).

“Jadi ada 150 an kursi pertemuan milik LPMK Kadipiro [kelurahan lama] yang akhirnya harus kami bagi rata untuk tiga kelurahan karena kebutuhan. Bila dihitung kebutuhan pertemuan per kelurahan saat ini masih sangat kurang,” ujar dia.

Tri mencontohkan kebutuhan kursi pertemuan warga di Kelurahan Banjarsari. Dengan jumlah rukun warga (RW) sebanyak 22, artinya dibutuhkan kursi 110 an untuk bisa menampung perwakilan masing-masing RW lima orang. Begitu juga kebutuhan kursi di Kelurahan Joglo menurut dia masih sangat kurang. Dengan 12 RW mestinya ada 100 an kursi yang tersedia. Padahal jumlah kursi yang tersedia baru 50 an unit. Situasi yang sama terjadi di Kadipiro.

“Untuk kebutuhan sapras kursi masih sangat kurang untuk tiga kelurahan. Selama ini memang untuk keperluan rapat di kelurahan memakai kursi milik LPMK. Selain kursi sarpras lain juga masih kurang seperti meja rapat,” imbuh dia.

Sarpras lain yang masih kurang di dua kelurahan baru menurut Tri seperti lemari dan peralatan kantor. Tri berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bisa membantu pengadaan berbagai sarpras yang dibutuhkan tiga kelurahan.

Terpisah, Lurah Banjarsari, Endang saat diwawancara Solopos.com di kantornya belum lama ini mengakui ada beberapa sarpras yang masih kurang di kantornya. Selain kekurangan kursi pertemuan, pihaknya juga kekurangan sound system.

Soundsystem yang semula ada di kantor dia (dulu Kelurahan Kadipiro) harus dipindah ke kantor baru Kelurahan Kadipiro di Krembyongan. “Soundsystem untuk kelurahan kami belum ada. Yang lama di bawa ke Kadipiro,” terang dia.

Endang berharap Kelurahan Banjarsari bisa segera mendapat tambahan sarpras untuk menunjang kegiatan. “Untuk kekurangan laptop akan kami tutup sendiri pakai dana kelurahan. Setidaknya kami butuh tiga laptop lagi,” urai dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten