Tim dari PVMBG dan BPBD Karanganyar mengecek tanah di Menjing, Jenawi, Karanganyar, menggunakan alat Ground Penetrating Radar (GPR), Kamis (23/1/2020). (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Tim ahli dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengecek tiga lokasi di Karanganyar yang terindikasi rawan bencana tanah longsor dan pergerakan tanah, Kamis (23/1/2020).

Mereka memeriksa tanah dengan menggunakan Ground Penetrating Radar (GPR). Tiga personel dari PVMBG bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar mengecek kondisi retakan dan kawasan rawan longsor.

Ketiga wilayah yang dicek adalah Dusun Dederan, Nglegok, Ngargoyoso; Dusun Potrojalu, Girimulyo, Ngargoyoso, dan Dukuh Guntur, Menjing, Jenawi.

Penyelidik Bumi Muda PVMBG, Yonara Dasa Triyana, mengatakan kondisi tanah di tiga lokasi tersebut dicek setelah ada permintaan dari Pemkab Karanganyar beberapa waktu lalu.

Berdasarkan perkiraan sementara, dia melihat dampak terbesar pergerakan terdapat di Dusun Dederan, Nglegok, Ngargoyoso. Kawasan tersebut sudah muncul lagi retakan-retakan baru di sisi barat rumah yang terdampak.

Daftar 50 Desa di Klaten Dilintasi Tol Solo-Jogja

“Kami sudah mengecek ketiganya dan dari dugaan awal memang di Ngledok skala dampaknya paling besar di antara ketiga wilayah yang kami teliti. Selain itu, dari informasi yang kami dapat ada retakan baru lagi. Nanti kami teliti dulu baru bisa menyimpulkan apakah harus tetap direlokasi atau tidak,” ucap dia ketika ditemui Solopos.com di sela-sela penelitian.

Penggunaan GPR, menurut dia, berfungsi melihat kadar retakan di bawah permukaan tanah. Alat tersebut bekerja menggunakan gelombang radio elektromagnet untuk melihat kedalaman retakan dan perkembangan retakan.

Alasan penggunaan alat GPR lantaran di Menjing, Jenawi, sudah ada gejala awal gerakan tanah dan muncul resapan air.

“Selain itu di kawasan-kawasan ini [rawan longsor] kemiringannya hampir 80 derajat dan itu sangat berbahaya. Apalagi melihat sendiri kondisi tanahnya yang sudah gembur memang berpotensi terjadi longsor,” papar dia.

Yonara menjelaskan hasil penelitian akan dirilis setidaknya satu pekan setelah dilakukan pengecekan. Hasil penelitian akan disampaikan kepada Pemkab Karanganyar untuk disosialisasikan kepada masyarakat nantinya.

Maju Pilkada Sukoharjo 2020, Pengacara Henry Indraguna Siapkan Rp100 Miliar

“Tapi untuk dirilisnya memang kami menunggu persetujuan atasan dulu. Pada umumnya kami sepekan sudah selesai hasil penelitiannya. Tinggal nanti rekomendasi kami disosialisasikan kepada pihak setempat yang terkait,” ujar dia.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Karanganyar, Hartoko, menjelaskan selain mengecek tanah, tim juga menanam rumput vetiver pencegah erosi di lokasi rawan longsor.

Rumput tersebut direkomendasikan BNPB lantaran akarnya bermanfaat mengikat tanah agar tidak longsor. “Itu bukan antisipasi jangka pendek. Justru jangka panjang karena butuh waktu agar akarnya bisa sampai ke dalam tanah. Nanti sekitar tiga sampai lima meter akar rumputnya,” ucap dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten