Petugas mengecek IPA Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jumat (1/11/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo sudah mengoperasikan kembali tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) baku Sungai Bengawan Solo, Sabtu (2/11/2019).

Operasional tiga IPA ini sebelumnya dihentikan akibat pencemaran limbah alkohol. Pengoperasian ketiga IPA tersebut dilakukan tidak bersamaan.

IPA Semanggi beroperasi kembali pada Sabtu sekitar pukul 03.00 WIB, sedangkan IPA Jurug dan Jebres sekitar pukul 12.00 WIB. Kendati sudah beroperasi normal, Perumda masih mengirim air ke sejumlah daerah terdampak menggunakan truk tangki hingga Sabtu malam.

Alkid Boyolali Jadi Tempat Remaja Pacaran

Daerah-daerah tersebut meliputi Mojosongo, Ngoresan, Pucang sawit, Purwodiningratan, dan Jagalan. Seluruhnya berada di kawasan utara karena aliran air dari IPA Jebres dan Jurug mengalir lebih dahulu ke kawasan selatan, termasuk dari sumur dalam Jurug.

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Toya Wening, Tri Atmojo Sukomulyo, mengatakan air baku Sungai Bengawan Solo masih berwarna hitam pekat pada Sabtu pagi. Petugas Perumda menguras saluran intake untuk membuang air yang sudah terlanjur masuk.

Sesudah itu, air baku baru yang berangsur bersih diolah melalui proses sedimentasi yang sekurangnya membutuhkan waktu hingga dua jam. Baru setelahnya, air yang sudah memenuhi standar baku mutu air sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 492/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum bisa disalurkan ke pelanggan.

3 Dekade Absen, Akhirnya Solo Raih Juara Bintang Radio 2019

“Mulai produksi sekitar pukul 15.00,” kata dia, Sabtu.

Anggota staf bagian dropping air PDAM Solo, Emmron Rekso, mengatakan sejak Jumat hingga Sabtu truk tangki yang dioperasikan berjumlah tujuh unit. Enam unit milik Perumda Toya Wening dan sisanya bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo.

Per harinya setiap unit mengangkut 4.000 liter antara enam hingga tujuh rit. “Jadi air yang sudah kami distribusikan sekitar 196.000 liter,” ucapnya.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi Perumda Toya Wening, Bayu Tunggul, mengatakan ada 12.000-an pelanggan yang terdampak penghentian operasional dua IPA. Dari jumlah itu, separuhnya mendapatkan suplai air dari truk tangki sebelum pelayanan kembali normal.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten