Tutup Iklan
Petugas bersama warga memadamkan api yang membakar lahan hutan Gunung Wilis, Jumat (13/9/2019). (Istimewa-BPBD Magetan)

Solopos.com, MAGETAN -- Kebakaran lahan hutan terjadi di lereng https://madiun.solopos.com/read/20180912/516/939293/jalur-pendakian-cemoro-sewu-magetan-masih-ditutup" title="Jalur Pendakian Cemoro Sewu Magetan Masih Ditutup">Gunung Lawu sebelah timur, Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jumat (13/9/2019) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, mengatakan ada sekitar 3 hektare lahan hutan di Gunung Lawu https://madiun.solopos.com/read/20180912/516/939338/seluruh-pendaki-gunung-lawu-via-cemoro-sewu-sudah-turun" title="Seluruh Pendaki Gunung Lawu Via Cemoro Sewu Sudah Turun">terbakar, Jumat pagi.

Warga dan petugas kemudian langsung sigap untuk memadamkan api tersebut. Hal ini supaya api tidak merambat ke lahan yang lebih luas. Apalagi, saat ini banyak rumput dan tumbuhan yang mengering karena musim kemarau.

"Kami mendapat laporan dari warga yang melihat asap tebal di lereng https://soloraya.solopos.com/read/20180913/494/939431/api-di-ceto-padam-jalur-pendakian-lawu-karanganyar-masih-ditutup" title="Api di Ceto Padam, Jalur Pendakian Lawu Karanganyar Masih Ditutup">Gunung Lawu," kata Fery.

Menurut keterangan warga setempat, kata dia, api bersumber dari pencari madu tawon yang membakar jerami. Namun, api tersebut ditinggal begitu saja oleh para pencari madu tawon itu.

Akibatnya api membesar dan merambat ke semak-semak yang kering. Tim BPBD bersama warga setempat selanjutnya memadamkan api tersebut dengan cara manual. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB.

"Kami masih melakukan pemantauan terkait kejadian tersebut. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat menyalakan api atau membakar sampah," jelasnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten