Dua petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo berjaga di Jl. Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon, Solo, Minggu (30/12). Di sekitarnya tampak sampah berserakan pasca peringatan Haul ke-107 Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi. (Solopos-Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, SOLO — Timbulan sampah dari ratusan ribu orang yang hadir pada peringatan Haul ke-107 Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi di Kawasan Pasar Kliwon, Solo, selama tiga hari Jumat-Minggu (28-30/12/2018) diprediksi mencapai sembilan ton. Angka itu berdasar data sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo sejak Jumat hingga Minggu siang. Sukarelawan kebersihan Haul Habib Ali, Hadi, menyebut sejak Jumat sebanyak empat armada dikerahkan untuk mengangkut sampah-sampah yang dibuang di sekitar lokasi acara.

Pantauan Solopos.com di TPA Putri Cempo, Minggu, setiap satu armada sekurangnya membawa 300-700 kg sampah dalam satu rit. Pengirimannya dilakukan berulang sebanyak tiga sampai lima kali, sehingga total selama tiga hari sekurangnya menembus delapan ton. Jumlah itu belum termasuk sampah lain yang diangkut oleh armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo dari Kelurahan Pasar Kliwon dan unit siaga.

“Sejak Jumat, armada sudah bolak-balik empat kali sehari. Puncaknya pada Minggu belum seluruhnya dibersihkan tapi dua armada totalnya bawa satu ton. Kemungkinan pada armada ketiga dan keempat, volumenya kurang lebih sama,” kata dia, kepada Solopos.com, Minggu.

Kasi TPA Putri Cempo, Pramudji mengatakan di momen Natal selama dua hari pada Selasa dan Rabu (25-26/12/2018) lalu, volume sampah di Kota Bengawan berada di angka 261,5 ton dan 365,5 ton. Angka itu tak jauh berbeda dibanding tahun lalu. Umumnya dalam sehari, produksi sampah hanya sekitar 250 ton. “Momen-momen libur ada lima armada unit siaga yang mengangkut sampah dari titik-titik keramaian,” kata dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Sri Wardhani, mengatakan unit siaga bertugas bergantian dan tetap mengangkut sampah meski libur. Kendati begitu, jumlah armada yang sedikit diakuinya mempengaruhi aktivitas tempat pembuangan sampah (TPS) mobile. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten