3 Hari Operasi Patuh Candi, 1.100 Surat Tilang Dikeluarkan di Sragen

Kantor Sragen menerima tagihan pembayaran tilang dari Kejari Sragen yang mencapai 1.100-an lembar yang harus dibayar pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas selama Operasi Patuh Candi 2022 .

 Pengendara motor mengenakan celana pendek dan memakai sendal jepit terekam kamera area traffic control system (ATCS) saat berhenti di simpang empat Poltas di wilayah Kota Sragen, Jumat (17/6/2022). (Istimewa/Dishub Sragen)

SOLOPOS.COM - Pengendara motor mengenakan celana pendek dan memakai sendal jepit terekam kamera area traffic control system (ATCS) saat berhenti di simpang empat Poltas di wilayah Kota Sragen, Jumat (17/6/2022). (Istimewa/Dishub Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Tiga hari Operasi Patuh Candi 2022 digelar sejak Senin (13/6/2022), tercatat ada 1.100-an pelanggaran lalu lintas. Data tersebut diketahui dari data tagihan denda tilang yang dikirimkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen ke Kantor Pos Sragen per Rabu (15/6/2022) yang dibayarkan Kamis (16/6/2022).

“Data dari Kejari Sragen itu ada 1.100-an tagihan denda tilang yang masuk ke Kantor Pos Sragen, tetapi baru 450 orang yang membayarkan denda tilang. Yang belum membayar ini barangkali tidak membayar ke Kantor Pos Cabang Sragen melainkan ke kantor pos di kecamatan-kecamatan. Tentang data dari kecamatan belum direkapulasi,” ujar Kepala Kantor Pos Cabang Sragen, Budi Purnomo, kepada Solopos.com, Jumat (17/6/2022).

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Denda tilang itu, sebut Budi, sekitar Rp60.000 untuk motor dan Rp100.000 untuk mobil. Ada warga yang memang tidak bayar dan barang buktinya dikembalikan ke Kejari, termasuk bukti STNK atau SIM.

Jik dalam tiga haru ada 1.100-an tilang yang dikeluarkan, artinya setiap hari selama operasi ada rata-rata 367 peberian tilang.

Baca Juga: Hari Ke-4 Operasi Patuh Candi Sukoharjo, 388 Pelanggar Kena Tilang

Sementara itu, Korlantas Polri mengimbau para pengendara motor tidak memakai sendal jepit dengan alasan untuk keamanan pengendara.

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, melalui Kasatlantas, AKP Abipraya Guntur Sulatiasto, menyampaikan memakai sendal jepit saat naik motor itu bukan larangan, tetapi imbauan. Tujuannya untuk meminimalkan fatalitas saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Abipraya menjelaskan keselamatan menjadi faktor utama dalam berlalu lintas. Untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas itu dibutuhkan edukasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Operasi Patuh Candi di Sukoharjo Sasar Balap Liar hingga Knalpot Brong

“Pendidikan berlalu lintas itu dilakukan lewat jalur formal di sekolah hingga perguruan tingi dan jalur non formal melalui media dan training safety driving centre,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Makam Jenazah Warga Sragen Dibongkar, Meninggal Tak Wajar?

Jenazah warga Sragen yang diduga meninggal tak wajar diautopsi setelah kuburannya dibongkar.

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.

Desain Bangunan Pasar Jongke Tak Berubah, Kios Akan Tampak dari Luar

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono menjelaskan kios Pasar Kabangan dan Jongke nanti kelihatan dari jalan.

Nostalgia Naik 7 Bus Legend Rute Solo-Sukoharjo, Sensasinya Hmm Mantap

Deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai saat ini masih cukup eksis meskipun jumlah penumpangnya terus menurun.

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Obati Rindu! CFD Klaten di Jl Mayor Kusmanto Diserbu Warga

Penyelenggaraan CFD perdana di Klaten setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 diserbu warga.

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.

Murah Banget! Harga Makanan di Warung Pak Solet Makamhaji Mulai Rp8.000

Harga makanan di warung makan Pak Solet, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, murah meriah, mulai Rp8.000 per porsi.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Bakal Hujan Lama

Prakiraan cuaca di Karanganyar hari ini, Minggu (3/7/2022), hujan akan turun sejak siang hingga malam.