3 Cabang PDAM Kota Solo Ini Tak Lagi Layani Pembayaran Tagihan Secara Tunai
Ilustrasi dropping air bersih (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com SOLO -- Perusahaan Umum Daerah Air Minum atau PDAM Toya Wening Kota Solo menerapkan transaksi nontunai secara penuh pada tiga unit cabang mulai Februari 2021.

PDAM Solo membukukan peningkatan pendapatan sekitar Rp500 juta per bulan daripada tahun sebelumnya. Direktur PDAM Kota Solo, Agustan, menjelaskan pembayaran rekening air secara nontunai berlaku pada tiga unit cabang, yaitu Kantor Kas Mojosongo, Kantor Kas Banjarsari, dan Kantor Kas Kartopuran.

PPKM Solo Diperpanjang, Toko Ritel Bisa Buka Mulai Pukul 07.00 WIB

Kebijakan tersebut untuk mengedukasi masyarakat supaya terbiasa bertransaksi dengan nontunai. "Semua BUMD [Badan Usaha Milik Daerah] wajib menerapkan pembayaran nontunai sejak awal Januari. Namun dalam perjalanannya kami evaluasi sekitar 45 persen sampai 50 persen pelanggan melakukan pembayaran nontunai," katanya kepada Solopos.com, Jumat (22/1/2021).

PDAM kota solo
Pengumuman PDAM Kota Solo ihwal kebijakan pembayaran tagihan secara nontunai. (Istimewa)

Agustan menjelaskan pelanggan PDAM Kota Solo belum melakukan transaksi nontunai karena belum  terbiasa. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan momentum untuk mengajak masyarakat bertransaksi nontunai.

Karyawati Minimarket Colomadu Dianiaya, Manajemen Alfamart Sebut Uang di Laci Kasir Hilang

“Pembayaran bisa diakses dari rumah. Bisa pakai Internet banking. Dompet elektronik boleh. Pilihannya sekarang banyak,”  ungkapnya.

Ia mengatakan walaupun tiga cabang tidak menerima pembayaran tunai, pelanggan yang melakukan transaksi tunai masih bisa mendapatkan pelayanan pada sejumlah tempat, antara lain loket pembayaran kantor pusat PDAM Solo, Mal Pelayanan Publik, dan minimarket.

Karyawati Minimarket Colomadu Tugas Sendirian Saat Dianiaya? Ini Klarifikasi Manajemen Alfamart

Menurut Agustan, PDAM Kota Solo memperoleh peningkatan pendapatan dari layanan air minum sekitar Rp500 juta/bulan selama 2020 daripada pendapatan tahun sebelumnya. Pada satu sisi, PDAM harus tombok akibat penutupan kolam renang.

“Penutupan kolam renang kan sampai Agustus. Mulai 11 Januari kami tutup lagi. Biasanya kami dapat Rp250 juta/bulan. Pendapatan saat pandemi hanya Rp20 juta sampai Rp30 juta/bulan,” ungkapnya.

Gibran Segera Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Ini Pesan Eks Rival Bagyo Wahyono



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom