3 Bersaudara di Solo Yatim Piatu Gegara Ayah Meninggal Kena Corona

Tiga bersaudara di Kelurahan Pajang, Laweyan, Solo, jadi yatim piatu setelah sang ayah meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

 Ilustrasi melawan Covid-19. (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi melawan Covid-19. (freepik)

Solopos.com, SOLO – Tiga bersaudara di Kelurahan Pajang, Laweyan, Solo, jadi yatim piatu setelah sang ayah meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Ketiga anak itu juga terpapar Covid-19 tanpa gejala.

Dikutip dari detik.com, ketiganya tinggal bersama sang ayah Sarjono. Sementara sang ibu sudah meninggal dunia pada awal tahun lalu. Ketiga anak itu adalah N (16), D (14) dan R (12).

Baca Juga: Bocah SMP asal Sleman yang Meninggal di Rumah Sempat Minta Ibunya Segera Pulang

Sarjono kemudian meninggal dunia pada Minggu (11/7/2021) lalu. Adik Sarjono, Janti, mengatakan awalnya sang kakak merasakan sakit dan memeriksakan diri ke klinik. Sarjono lalu mendapatkan obat penurun panas dan vitamin.

“Besoknya kondisinya memburuk, lalu dibawa ke rumah sakit selama lima hari,” kata Janti saat dihubungi wartawan, Rabu (28/7/2021).

Baik N, D, dan R saat ini menjalani isolasi karena juga terpapar Covid-19 tanpa gejala. “Sebelum meninggal, kakak saya titip ketiga anaknya kepada saya. Setelah selesai isolasi, mereka tinggal sama saya,” ujarnya.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait adanya tiga bersaudara yang menjadi yatim piatu tersebut. Gibran mengaku akan ada bantuan pendidikan kepada ketiganya. Selain itu, disiapkan pula bantuan pada sektor lainnya.

Baca Juga: Diskominfo Klaten dan Bea Cukai Surakarta Gelar Lomba Film Pendek Berhadiah Rp47 Juta, Ikutan Yuk!

“Ya yang penting pendidikannya kita bantu. Yang penting kan pendidikan. [Bantuan] baru kita disiapin, bentar lagi saya serahkan,” kata Gibran.

Gibran mengungkap saat ini Pemkot Solo tengah mendata anak-anak yang bernasib serupa. Apalagi belakangan ini angka kematian Corona di Solo cukup tinggi. “Kita pastikan dulu bagaimana nanti datanya. Kan angka kematian di Solo juga cukup tinggi. Yang jelas untuk adik-adik yang masih di bawah umur nanti kita bantu,” ujarnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Waduk Pidekso Wonogiri Diklaim Tahan Gempa Megathrust

Waduk Pidekso di Giriwoyo, Wonogiri, diklaim tahan gempa megathrust karena fondasinya tidak dibangun dengan beton.

Permintaan Pengepul Anjlok, Ikan Nila Boyolali Dijual Siap Santap

Para pembudidaya ikan nila di Boyolali berinovasi dengan menjual nila hasil olahan yang siap santap demi mempertahankan bisnis.

Pesona Waduk Pidekso Wonogiri: Sarana Irigasi hingga Wisata Air

Waduk Pidekso di wilayah Giriwoyo, Wonogiri, menjadi solusi air bersih di bagian selatan dan berpotensi menjadi objek wisata.

11 Jam Tuntaskan Nazar Lari Salatiga-Klaten, Mustakim Sujud Syukur

Khoirudin Mustakim, pesilat peraih medali emas PON XX Papua asal Klaten, Jawa Tengah (Jateng) menuntaskan nazar berlari dari Salatiga-Klaten.

Museum Purba Klaster Dayu Karanganyar Sudah Dibuka Lur

Objek wisata Museum Purba Dayu di Karanganyar kembali dibuka untuk pengunjung mulai 16 Oktober 2021.

Rugi Bandar! Sawah di Sragen, Grobogan & Rembang Menyusut Jadi Industri

Sawah lahan pertanian produktif di wilayah Sragen, Grobogan, serta Rembang terus menyusut beralih menjadi kawasan industri.

Tak Ada Honor, Perlintasan KA di Bedowo Sragen Tak Dijaga Petugas

Perlintasa kereta api (KA) di wilayah Dukuh Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, tidak dijaga petugas karena tidak ada honornya.

Hebat! Atlet Paralayang Sukoharjo Sabet 4 Medali PON

Atlet paralayang asal Sukoharjo, Jawa Tengah, memborong empat medali di ajang PON Papua 2021.

Geger Banteng Vs Celeng, Begini Tanggapan Bupati Wonogiri

Ketua DPC PDIP Wonogiri yang juga Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, turut memberikan tanggapan terkait polemik banteng vs celeng di internal PDIP.

Brukk! Tertimpa Pohon Tumbang, Teras Rumah Warga Sragen Rusak

Hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang melanda di wilayah Kecamatan Gesi, Ngrampal, hingga Sambungmacan, Sragen.

Di Tengah Pandemi, Festival Batik di Kampung Kuliner Klaten Digelar

Festival Batik di Kampung Kuliner Klaten yang digelar di tengah pandemi Covid-19 disambut antusias peserta.

Bupati Sukoharjo! Ayo Warga, Jangan Sampai Tidak Ikut Vaksinasi

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meminta warga untuk tidak melewatkan kegiatan vaksinasi.

Innalillahi! Pelajar SMP di Sragen Yang Tertimpa Pohon Meninggal Dunia

Pelajar SMP, Dwi Riyanto, 14, asal Dukuh Gandrung RT 004, Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen, yang tertimpa pohon akhirnya meninggal dunia.

Tragis! Pelajar SMP di Sragen Tertimpa Pohon Saat Naik Motor

Seorang pelajar SMP, Dwi Riyanto, 14, asal Dukuh Gandrung RT 004, Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen, tertimpa pohon saat mengendarai motor.

Main Bulu Tangkis 5 Set, Gibran Jadi Bulan-Bulanan Rudy

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, merasakan ketangguhan mantan Wali Kota Solo yang juga politikus senior PDIP, F.X. Hadi Rudyatmo, dalam bermain bulu tangkis.

Pengumuman! Keraton Solo Kembali Tiadakan Gerebeg Maulud, Ini Alasannya

Keraton Solo tahun 2021 ini kembali meniadakan acara Grebeg Maulud untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.