3.537 Warga di 7 Desa di Sukoharjo Terdampak Krisis Air Bersih
Ilustrasi air (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO – Sebanyak 3.537 warga di tujuh desa yang tersebar di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terdampak krisis air bersih pada kemarau kali ini.

Adapun ketujuh desa itu meliputi Desa Tawang, Desa Jatingarang, Desa Ngreco, dan Desa Alasombo, di Kecamatan Weru. Kemudian Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari, serta Desa Puron dan Desa Kunden di Kecamatan Bulu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Sri Maryanto, mengatakan krisis air bersih terus meluas di wilayahnya. Hal ini terjadi seiring musim kemarau panjang.

Nekat Sediakan Layanan Esek-Esek, Tempat Karaoke di Madiun Bakal Dikukut

Berdasarkan data, jumlah desa yang mengalami krisis air bersih pada akhir Agustus 2020 lalu hanya lima yang tersebar di tiga kecamatan. Dengan jumlah penduduk yang mengalami krisis air bersih sebanyak 623 kepala keluarga (KK) atau 2.088 jiwa.

Namun pada September 2020 ini, jumlah desa yang mengalami krisis air bersih di Sukoharjo meluas menjadi tujuh yang tersebar di tiga kecamatan. Dengan jumlah keluarga terdampak sebanyak 1.138 KK atau 3.537 jiwa.

Angker! Nekat Bengak-Bengok di Girpasang Klaten Bisa Kesurupan, Begini Ceritanya

Melihat hal tersebut, Pemkab Sukoharjo terus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan tersebut. BPBD Sukoharjo mengirim dua hingga empat tangki air bersih setiap pekan untuk mencukupi kebutuhan warga. Air tersebut selanjutnya ditampung ke bak penampungan milik warga.

"Sejauh ini kami terus mengirimkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. Total ada 106 tangki air atau sebanyak 424.000 liter air sudah didistribusikan ke tujuh wilayah itu," kata Sri Maryanto ketika berbincang dengan Solopos.com di kantornya pada Rabu (16/9/2020).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom