29 Orang Dites RDT Karena Kontak Dengan Pasien Positif Covid-19 Klaten, Hasilnya?
Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat konferensi pers mengumumkan status KLB corona di Pendopo Pemkab Klaten, Rabu (1/4/2020) siang. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Sebanyak 29 orang menjalani pemeriksaan cepat dengan metode rapid diagnostic test atau RDT Covid-19 karena diketahui ada kontak dengan pasien positif corona di Klaten.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan langsung melacak orang-orang yang pernah kontak langsung dengan pasien berinisial T asal Klaten Tengah tersebut.

Orang-orang itu yakni istri dan anak T, sopir yang mengantarkan T ke salah satu rumah sakit, petugas puskesmas, dokter serta paramedis yang merawat di rumah sakit.

“Kami melaksanakan pemeriksaan cepat dengan metode RDT Covid-19 dan alhamdulillah negatif semua,” jelas Cahyono saat konferensi pers bersama Bupati Klaten Sri Mulyani dan pejabat terkait lain di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (1/4/2020).

Kawanan Kera Liar Hebohkan Warga Kedungwaduk Sragen

Cahyono menjelaskan total ada 29 orang yang diperkirakan pernah kontak langsung dengan pasien positif covid-19 asal Klaten itu dan dari hasil pemeriksaan RDT semuanya dinyatakan negatif.

Namun demikian, 29 orang itu tetap harus menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

Nugroho kemudian memerinci mobilitas pasien positif covid-19 asal Klaten Tengah itu selama Maret. T seorang laki-laki berumur 48 tahun dari Kecamatan Klaten Tengah merupakan karyawan swasta.

Pasien T Datang ke RS Dengan Keluhan Diare

Pada 6 Maret, T pulang ke Klaten menumpang pesawat dari Jakarta ke Jogja. Pada 6-8 Maret, T berada di Klaten. Pada 8 Maret, T berangkat ke Jakarta menumpang kereta api dan berada di Jakarta hingga 10 Maret.

126 Trip Batal, Ini Kereta Api Jarak Jauh Yang Masih Beroperasi di Solo

“Pada 10 Maret yang bersangkutan berangkat dari Jakarta menumpang pesawat melalui Halim [Bandara Halim Perdana Kusuma] ke Surabaya dan menginap di hotel selama dua hari dua malam,” kata Cahyono.

T berangkat dari Jakarta bersama dua temannya. Jumlah anggota tim T di Surabaya ada empat orang dengan satu orang merupakan warga Surabaya.

Kegiatan di Surabaya yakni pengukuran lahan bersama petugas BPN, pengacara, serta petugas keamanan dengan jumlah total 15 orang. Pada 12 Maret, T bersama dua temannya kembali dari Surabaya ke Jakarta.

Pada 13 Maret T pulang ke Klaten naik kereta api. Pada 14 Maret, T mulai mengalami gejala diare. Pada 15 Maret, T kembali berangkat ke Jakarta menumpang kereta api.

3 Bulan Listrik Gratis, Begini Skema Bagi Pengguna Token

“Pada 16 Maret T pulang ke Klaten naik pesawat dari Halim dilanjutkan naik ojek online. Atas kesadaran sendiri, T melakukan isolasi mandiri [di rumah],” kata Cahyono.

Pada 20 Maret, T periksa ke salah satu rumah sakit dengan keluhan diare. Saat periksa T mengenakan masker.

Malam harinya yang bersangkutan mengalami gejala batuk. Sekitar pukul 19.00 WIB, salah satu teman T yang bertemu di Surabaya menginformasikan bahwa dia jadi pasien positif Covid-19 dan menyarankan T untuk tes darah dan rontgen di Klaten.

T Diduga Tertular di Surabaya

Pada 21 Maret, T bersama keluarganya periksa ke rumah sakit. Dari hasil analisis, T pernah mengalami demam beberapa hari sebelumnya dan mengeluhkan batuk.

Dilarang, Spanduk-Spanduk Lockdown di Jogja Dicopot

Namun, T tidak mengalami pilek, tidak mengalami nyeri di tenggorokan, serta tidak sesak napas. Kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang laboratorium dan rontgen dicurigai ada pneumonia viral.

Pada 23-24 Maret, diambil spesimen untuk pemeriksaan Covid-19. Spesimen dibawa ke BBTKLPP Yogyakarta dan hasilnya turun pada 31 Maret ternyata pasien asal Klaten tersebut positif Covid-19.

Cahyono melanjutkan dari hasil analisis pada 10-12 Maret, T bersama dua temannya dengan kondisi satu orang sehat dan satu lainnya sakit demam.

“Teman yang sakit dirawat di rumah sakit di Jakarta mulai 15 Maret. Pada 20 Maret teman tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Kesimpulan kami dimungkinkan yang bersangkutan [T] tertular mulai 10-12 Maret saat di Surabaya,” jelas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho