Kelompok peserta tengah menulis materi saat mengikuti Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) di Kampus Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Rabu (26/6/2019). (Solopos-Bony Eko W.)

Solopos.com, SUKOHARJO–Sebanyak 28 kelompok peserta dari 28 perguruan tinggi se-Jateng mengikuti kompetisi debat mahasiswa Indonesia (KDMI) di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo. Para peserta mengasah kemampuan dalam berpikir kritis dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan.

Kompetisi debat antarmahasiswa itu diselenggarakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI yang diikuti lima perguruan tinggi negeri (PTN) dan 23 perguruan tinggi swasta (PTS) di Jateng. Kompetisi debat itu merupakan bagian dari pembinaan dan wadah perkembangan potensi mahasiswa.

Para peserta bisa meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia secara lisan dan tulisan. “Saya berharap para peserta mampu mengasah pengetahuan dan kemampuan dalam berdebat. Jika ada kasus atau masalah harus dicari solusi alternatifnya,” kata Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah VI, Sumarno, saat berbincang dengan Solopos di Auditorium Univet Bantara Sukoharjo, Rabu (26/6/2019).

Ada empat babak penyisihan yang dilakoni setiap kelompok peserta. Masing-masing babak penyisihan mengangkat tema berbeda seperti pemerintahan, ekonomi, serta wawasan kebangsaan. Masing-masing kelompok peserta bakal memaparkan materi dan beradu argumentasi dengan kelompok peserta lainnya.

Dewan juri bakal menilai kemampuan dan kekompakan setiap kelompok peserta. “Jadi hasil penilaian dewan juri bakal dijumlahkan. Kelompok peserta yang memiliki nilai terbanyak ditetapkan sebagai pemenang lomba,” ujar dia.

Sementara itu, Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Ali Mursyid Wahyu Mulyono, mengapresiasi peningkatan jumlah kelompok peserta kompetisi debat. Pada 2018, jumlah peserta hanya 15 kelompok. Pada 2019, jumlah peserta bertambah menjadi 28 kelompok.

Ali berharap para peserta melakukan debat terstruktur dan konstruktif saat membahas berbagai isu nasional. Dia juga menekankan agar para kelompok peserta mengedankan kebenaran dan kejujuran hati nurani.

“Jadi bukan debat kusir yang tak ada ujung pangkalnya. Lomba debat harus meningkatkan kepercayaan diri dan wawasan generasi muda,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten