28 Kambing Mati dengan Leher dan Perut Tercabik di Karangtengah Wonogiri
Kondisi kambing yang mati mengenaskan di Desa Ngambarsari, Karangtengah, Wonogiri, Senin (10/2/2020). (Istimewa/Polsek Karangtengah)

Solopos.com, WONOGIRI -- Puluhan ekor kambing milik warga Desa Ngambarsari, Karangtengah, Wonogiri, ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan, dalam beberapa hari terakhir.

Perut dan leher kambing jenis gembel (berbulu putih) atau domba itu tercabik-cabik.

Kejadian tersebut kali pertama diketahui pada Sabtu (8/2/2020) pagi. Hingga Senin (10/2/2020) pagi masih ditemukan kambing yang mati dengan kondisi serupa.

Kapolsek Karangtengah, AKP Sentot Giswanto, mengatakan jumlah kambing yang mati selama tiga hari tersebut ada 28 ekor. Sedangkan kambing yang terluka ada empat ekor.

Pengendara Motor Meninggal Tersenggol Truk Saat Nyeberang di Jalan Bayat-Wedi Klaten

“Hari pertama ada sembilan ekor yang mati, hari kedua 14 ekor dan hari ketiga lima ekor. Total 28 kambing yang mati tersebut milik sembilan warga Desa Ngambarsari,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Kapolsek sudah meminta pendapat dari petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Solo dan Dinas Kesehatan Hewan Distrik Batuwarno.

Pilkada Sukoharjo: Spanduk Etik-Agus Bertebaran, Ternyata Ini Pemasangnya

Menurut petugas BKSDA, puluhan ekor kambing tersebut mati diduga akibat serangan anjing hutan.

Ada bekas luka gigitan dan tidak ditemukan jejak kaki hewan yang memangsa kambing tersebut di tempat kejadian.

“BKSDA dan dokter hewan menganjurkan agar kambing yang mati tersebut tidak dikonsumsi dan harus dikubur,” kata Sentot.

Keliling Solo Naik Chopper, Gibran Sebut Motor Jokowi Lembek

Kondisi kambing yang mati mengenaskan di Ngambarsari, Karangtengah, Wonogiri, akhir pekan lalu. (Istimewa/Polsek Karangtengah)
Kondisi kambing yang mati mengenaskan di Ngambarsari, Karangtengah, Wonogiri, akhir pekan lalu. (Istimewa/Polsek Karangtengah)

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Supriyanto, mengatakan kambing yang diserang hanya berjenis gembel.

Hati-hati, Ini Bahaya Minum Air Panas!

“Kalau kambing jenis jawa, meskipun satu kandang, tidak dimangsa. Anehnya di situ,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Kambing yang dimangsa, lanjut dia, hanya seperti diisap darahnya melalui leher. Daging atau bagian tubuh lain tidak dimakan.

Rata-rata jarak rumah pemilik dengan kandang kambing tidak jauh, tetapi mereka tidak mendengar suara sedikit pun.

Peneliti Harvard Sebut Virus Corona Semestinya Sudah Sampai di Indonesia

“Waktu saya kecil ada cerita anjing ajak. Dulu tradisi warga Ngambarsari kalau ada serangan hama celeng [babi hutan] melakukan ritual memanggil anjing ajak untuk membasmi celeng tersebut. Tetapi kalau zaman dahulu semua anggota tubuh kambing dimakan. Kalau ini hanya diisap darahnya melalui leher, bagian lain tidak dimakan,” beber dia.

Naik Peringkat, UNS Solo Masuk 5 Besar Kampus Terbaik Se-Indonesia

Supriyanto menceritakan kematian kambing Sabtu lalu itu kali pertama terjadi di Desa Kebonsari, Kecamatan Punung, Jawa Timur, wilayah perbatasan dengan Ngambarsari.

“Selama tiga malam, di Kebonsari itu ada sekitar 30 ekor kambing yang mati dengan kondisi seperti itu. Kemudian merambat ke Ngambarsari, soyo ngulon [semakin ke barat] arah mangsanya,” ujar dia.

Pendaftaran SNMPTN di Depan Mata, Ini Daftar Jurusan Kuliah Termurah

Akibat kejadian tersebut, menurut dia, warga yang memiliki kambing jenis gembel menjadi resah atau panik.

“Saya dan warga juga bingung, ada kejadian semacam ini, unik dan seperti mistis,” kata Supriyanto.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho