28 Bayi dan Anak Balita Sukoharjo Terpapar Covid-19 Selama Pandemi, Ini Langkah Gugus Tugas
Ilustrasi Covid-19 pada anak-anak (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo memprioritaskan upaya pencegahan penularan virus corona pada bayi, anak balita, dan orang lanjut usia atau lansia.

Upaya pencegahan penularan Covid-19 pada kelompok masyarakat risiko tinggi itu sebagai upaya menekan angka kematian pasien positif Covid-19. Bayi, anak balita, dan orang lansia cenderung memiliki imunitas yang lebih lemah ketimbang kelompok usia lain.

Belum lagi jika ada dari mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Data yang Solopos.com himpun, selama kurang lebih delapan bulan masa pandemi, sudah ada 28 bayi dan anak usia bawah lima tahun (balita) yang terpapar Covid-19.

Tambahan 40 Kasus Baru Covid-19 Solo Pada Akhir Pekan, 6 Di Antaranya Anak-Anak

Perinciannya, 14 bayi positif Covid-19 namun hanya tinggal satu bayu yang masih menjalani perawatan rumah sakit. Jumlah yang sama untuk anak usia balita Sukoharjo yang positif Covid-19. Hingga saat ini juga tinggal satu anak yang masih menjalani rawat inap.

Sebanyak 13 bayi dan 13 anak balita sudah sembuh. Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo mencatat jumlah orang lansia yang terpapar Covid-19 sebanyak 118 orang.

Penyakit Penyerta

Dari jumlah itu, orang lansia yang sudah sembuh sebanyak 78 orang dan meninggal dunia sebanyak 24 orang.

Hanya 2 Pekan, Aturan Anak 5 Tahun Ke Atas Boleh Ke Mal Solo Dicabut

“Orang lansia yang masih menjalani rawat inap rumah sakit sebanyak 16 orang. Rata-rata mereka memiliki penyakit penyerta,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati kepada Solopos.com, Senin (26/10/2020).

Pada pemberitaan sebelumnya, angka kematian atau mortality rate pasien positif Covid-19 Sukoharjo masih tinggi khususnya untuk empat kecamatan wilayah kecamatan.

Kematian pada pasien Covid-19 biasanya terjadi karena daya tahan tubuh yang lemah dan adanya komorbid atau penyakit penyerta pada pasien tersebut.

Satu Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Gambirsari Solo Tutup Sementara

Angka kematian pasien Covid-19 pada empat kecamatan tersebut melebihi ambang batas maksimal yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yakni 5%.

Keempat daerah itu yakni Baki, Nguter, Polokarto, dan Kartasura. Pada sisi lain, hanya ada dua kecamatan yang nihil kasus kematian pasien positif yakni Weru dan Tawangsari.

“Kelompok masyarakat dengan komorbid sangat berisiko tinggi terpapar Covid-19. Jika mereka terinfeksi Covid-19 bisa mengakibatkan gejala parah hingga kematian,” katanya melalui sambungan telepon.

Warga Wonogiri Meninggal di Hotel Wilayah Keprabon Solo Ternyata Anggota Staf KPU

Tata Laksana RS Rujukan Covid-19

Gugus tugas berupaya menekan angka kematian pasien positif Covid-19 dengan meningkatkan tata laksana manajemen rumah sakit rujukan Covid-19.

Para pasien positif dengan gejala bakal menjalani rawat inap di delapan rumah sakit rujukan Covid-19. Mereka dirawat secara intensif oleh petugas medis sampai sembuh.

Selain itu, pencegahan transmisi penularan Covid-19 diprioritaskan untuk kelompok masyarakat berisiko tinggi seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia) lantaran imunitas tubuhnya cenderung lemah.

Penemuan Jenazah Warga Wonogiri di Hotel Solo, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

“Kunci utama memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Terutama kelompok masyarakat berisiko tinggi yang harus diupayakan tidak berinteraksi dengan orang lain,” ujar dia.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukoharjo, Havid Danang Purnomo, mengintensifkan program Jogo Tonggo yang diprakarsai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Program itu tak hanya berorientasi pada pencegahan pandemi Covid-19 melainkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom