Wujud Bus Bumel Setan Rute Solo-Wonogiri, Pernah Naik?

Seorang sopir bus bumel rute Solo-Wonogiri yang disebut sebagai bus setan setia mengaspal jalanan selama 27 tahun terakhir.

 Ilustrasi bus PO Raya warna merah yang sempat melayani rute Solo-Wonogiri. (Youtube)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi bus PO Raya warna merah yang sempat melayani rute Solo-Wonogiri. (Youtube)

Solopos.com, WONOGIRI Bus bumel rute Solo-Wonogiri sampai saat ini masih tetap eksis meskipun semakin meredup. Pada masa kejayaannya, bus ini menjadi andalan penumpang membutuhkan waktu singkat menempuh perjalanan Solo-Wonogiri. Sampai ada salah satu bus bumel Solo-Wonogiri yang disebut sebagai bus setan.

Bus setan itu dulu dikemudikan oleh Suparno, 54, yang telah 27 tahun mengaspal jalanan Solo-Wonogiri sebagai sopir. Berbagai pengalaman sudah dialami sopir yang kendaraannya dikenal sebagai bus setan di Wonogiri itu.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Dulu sebelum pandemi Covid-19, saya pakai bus PO Raya warna merah. Orang-orang sering menjuluki bus itu sebagai Bus Setan kalau saya yang nyetir. Sebab larinya pasti kencang. Sekarang busnya sudah rusak di garasi,” ujar dia.

Suparno termasuk saksi sekaligus pelaku yang mengalami masa kejayaan hingga masa redup bus bumel. Pria yang akrab disapa Nano itu telah menjadi sopir bus trayek Solo-Wonogiri sejak 1995. Sebelumnya, selama tiga tahun ia pernah mencoba menjadi sopir antarkota antarprovinsi Wonogiri-Jakarta.

Bus Setan

Setiap hari pukul 04.00 WIB, Nano mengeluarkan bus bumel dari garasi perusahaan otobus (PO) Raya di kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Dalam mengoperasikan bus bumel Solo-Wonogiri, Nano ditemani dua kondektur yang usianya jauh di bawah dia.

Sebelum pandemi Covid-19, Nano mengaku senang menyetir bus PO Raya berwarna merah. Dia mengemudikan kendaraan itu dengan kecepatan tinggi hingga sering disebut sebagai bus setan oleh orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga: Sepi Penumpang, Kru Bus Bumel Solo-Wonogiri Kudu Setoran Rp1 Juta/Hari

Selama menjadi sopir bus bumel, Nano pernah mengalami kecelakaan sebanyak tiga kali. Satu kali menabrak pohon, dua lainnya ditabrak sepeda motor sekira 2008 dan 2012. Pengalaman buruk itu tidak menjadikan Nano trauma. Justru menjadi pelajaran lebih berhati-hati.

Kejar-kejaran dengan bus lain sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Nano. Hal semacam itu tidak bisa dihindari para sopir bus bumel Solo-Wonogiri  karena dituntut tepat waktu dan mencari penumpang sebanyak-banyaknya.

Baca Juga: Masih Bertahan, Bus Bumel Solo-Jogja Setia Layani Penumpang Lajon

“Kalau sudah sampai terminal, kami ya guyonan enggak ada itu musuhan. Kami tetap saling sapa. Enaknya jadi sopir, jadi orang jalanan itu seperti itu, kami kompak,” beber dia.

Sesekali Nano menerima marah dari pengendara lain. Terutama pengendara mobil yang belum banyak pengalaman. Biasanya dia menanggapi hal itu dengan bersikap biasa saja dan cukup mendengarkan.

“Kadang ya memang ada yang marah-marah ke saya. Tapi sudah saya dengarkan saja. Kemudian lanjut jalan,” ucap Nano.

Baca Juga: Apa Artinya Bus Bumel, Berbeda dengan Bus Ekonomi?

Kontur Jalan di Wonogiri

Bagi sebagian orang, sambung Nano, jalan di Wonogiri sulit karena banyak bergelombang naik turun. Tetapi bagi Nano, jalan di Wonogiri laiknya jalan-jalan lain yang bisa dilalui dengan mudah. Malahan dia menganggap jalanan di Kota Solo lebih sulit ditaklukkan karena kerap macet.

“Lebih sulit Solo daripada Wonogiri. Kalau di Solo itu suka macet, susah kalau mau jalan,” ungkapnya.

Menurut dia, penghasilan menjadi sopir bus bumel tidak banyak. Nano enggan menyebutkan secara pasti berapa penghasilan yang ia dapatkan. Yang jelas, bisa mencukupi hidup satu keluarga. Nano mempunyai dua anak. keduanya sudah rampung sekolah.

Baca Juga: Bumel Ternyata Bukan Istilah Bus, Tapi Sepur

Nano sempat merasakan masa kejayaan bus bumel Solo-Wonogiri, yakni era 1990-an sampai 2010. Kala itu, penumpang bus bumel banyak. Bahkan sering overload.

Bus yang ia sopiri tidak pernah sepi penumpang. Padahal kala itu jumlah bus bumel tidak sedikit dan banyak saingan dari PO lain.

“Dulu di sini [Terminal Bus Pracimantoro] setiap lima menit sekali ada bus bumel datang. Jadi waktu itu bus-bus enggak pernah ngetem lama. Paling lama 10-15 menit. Sedangkan sekarang, coba lihat, sudah setengah jam saja enggak ada yang naik. Dulu kalau ngetem setengah jam di terminal, pasti penumpang sudah ramai sekali,” terang Nano sembari menunggu penumpang di Terminal Pracimantoro, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga: Apa Itu Bumel, Kok Dipakai Untuk Menggambarkan Bus

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya Pandemi Covid-19. Penumpang seketika turun drastis. Armada bus pun terpaksa banyak yang tidak beroperasi. Bahkan sempat beberapa bulan seluruh bus bumel Solo-Wonogiri di perusahaan dia bekerja tidak ada yang beroperasi.

“Waktu itu saya sempat mencoba jadi petani tembakau di Pracimantoro. Saya sewa lahan di sana sekitar dua hektare. Saya mulai dari nol, segala macam alat saya beli. Tapi sayangnya enggak berhasil. Saya rugi Rp60 juta. Sekarang kembali jadi sopir,” tutur dia.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Indonesia Butuh Cetak Biru Pedagogi Digital

      + PLUS Indonesia Butuh Cetak Biru Pedagogi Digital

      Indonesia membutuhkan cetak biru pedagogi digital. Kebutuhan ini urgen berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pendidikan pada masa pandemi Covid-19. Pandemi kini telah masuk tahun ketiga.

      Berita Terkini

      Sidak Konser Dream Theater di Stadion Manahan, DPRD Solo Dibuat Heran

      Anggota Komisi II DPRD Solo menemukan hal yang membuat heran dan bertanya-tanya saat melakukan sidak konser Dream Theater di Manahan, Rabu (10/8/2022) malam.

      Pengin Basah-Basahan? Ini Dia Objek Wisata Air Pilihan di Karanganyar

      Edupark Intanpari dan Dolphin Tugu Waterpark merupakan dua objek wisata air yang bisa jadi pilihan untuk menghabiskan libur akhir pekan di Karanganyar.

      Ada 2 Calon Tersangka Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo, Siapa Saja?

      Polisi telah mengantongi dua nama yang potensial menjadi tersangka pada kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo.

      Mau Gelar Pilkades, Tapi Desa di Karanganyar Ini Belum Selesaikan LPj

      Inspektorat Karanganyar menemukan sejumlah desa yang akan menggelar Pilkades ternyata belum menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (LPj) kegiatan mereka.

      Ini Peran Penanam Modal Swasta di Klaten saat Zaman Hindia Belanda

      Zaman penjajahan Belanda memberikan pengaruh besar pada berbagai bidang, termasuk ekonomi.

      16 Parpol Ikut Sosialisasi KPU Sukoharjo, Siapa Saja yang Datang?

      Sebanyak 16 partai politik mengikuti sosialisasi pedoman teknis bagi partai politik calon peserta pemilihan umum (Pemilu) DPR dan DPRD untuk pemilu 2024 di pendapa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo, Jumat (12/8/2022).

      Ini Hasil Seleksi Administrasi 8 Calon Sekda Sragen

      Panitia Seleksi Calon Sekda Sragen telah mengumumkan hasil seleksi administrasi delapan peserta yang mendaftar.

      Dream Theater Konser di Solo, Segini Pendapatan yang Masuk ke Pemkot

      Pemkot Solo memperoleh pendapatan ratusan juta rupiah dari pajak penjualan tiket konser Dream Theater di Stadion Manahan Solo, Rabu (10/8/2022) lalu.

      APBD Perubahan 2022 Sragen Defisit Sampai Rp511 Miliar

      APBD Perubahan 2022 Sragen direncanakan defisit hingga setengah triliun rupiah.

      Daerah Klaten Ini Pernah Jadi Permukiman Eropa dan Tionghoa, Sekarang?

      Perkebunan dari Klaten menghasilkan jumlah banyak sehingga dapat meningkatkan perekonomian di zaman dahulu.

      Eks Bupati Untung Wiyono Punya Warung Soto Binaan, Harganya Merakyat

      Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, memiliki warung soto binaan yang harganya terjangkau untuk semua kalangan.

      Kasus Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo, Sudah 12 Saksi Diperiksa Polisi

      Polisi sejauh ini telah memeriksa 12 orang saksi dan menyita beberapa barang bukti kasus jual beli lahan makam Bong Mojo, Jebres, Solo.

      Kerap Temukan Pelanggaran Netralitas ASN, Ini Upaya Bawaslu Klaten

      Pelanggaran netralitas ASN serta aparatur desa menjadi persoalan klasik yang kerap muncul dalam setiap penyelenggaraan Pemilu di Klaten.

      Jembatan Mojo Solo Direhab, Pilihannya Macet atau Memutar Sejauh 8 Km

      Pengendara harus memutar sejauh 8 km dari Solo ke Mojolaban maupun sebalikanya jika tidak ingin terjebak macet saat Jembatan Mojo direhab.

      Tim KKN UNS-IPB Petakan Wilayah Kemuning Karanganyar Pakai Drone

      Tim KKN UNS berkolaborasi dengan IPB dalam melakukan program data desa presisi (DPP) menggunakan drone di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.