268 Warga Sragen Ikut Rapid Test Massal di Kecamatan Masaran, Semua Non-Reaktif
Sejumlah petugas medis dengan pakaian alat pelindung diri (APD) menggelar rapid test di kompleks Kantor Kecamatan Masaran Sragen, Rabu (3/6/2020). (Solopos/Moh Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menggelar rapid test massal untuk 268 warga di Kantor Kecamatan Masaran pada Rabu (3/6/2020). Rapid test itu dipantau langsung Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno.

Sebanyak 268 warga yang mengikuti rapid test massal itu terdiri atas Satgas Covid-19 di tiap desa, pedagang, pembeli, pelaku perjalanan dan lain-lain.

“Hasilnya sudah kami terima. Alhamdulillah semua negatif,” papar Hargiyanto.

Kemarin, Selasa (2/6/2020) ada tambahan dua pasien positif Covid-19 di Sragen. Meski demikian, Wakil Bupati Sragen mengatakan tren jumlah PDP maupun pasien positif yang dirawat di RS mengalami penurunan.

Dari total 34 warga Sragen yang dinyatakan positif corona, 24 di antaranya dinyatakan sembuh. Saat ini tinggal sembilan warga positif corona yang menjalani perawatan medis di rumah sakit.

“Di RSUD dr. Soehadi tinggal beberapa saja yang dirawat. Di RSUD dr. Soeratno [Gemolong] tidak ada ada PDP. Itu menjadi satu pertanda baik meski ada tambahan dua warga yang positif,” paparnya.

Misteri Hilangnya Satpam Cantik di Sragen, Motor dan Sepatu Jadi Petunjuk

2 Pasien Baru

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, dua pasien positif Covid-19 itu masing-masing adalah pria asal Kecamatan Tanon dan Gemolong. Warga yang berkontak dekat dengan dua pasien positif Covid-19 di Sragen itu telah menjalani rapid test massal.

Sebanyak 38 warga Desa Kalikobok, Tanon, Sragen, menjalani rapid test. Mereka diketahui sempat berkontak langsung dengan T, 54, seorang kuli panggul asal Desa Kalikobok, yang dinyatakan terinfeksi virus corona.

Sebanyak 33 dari 38 warga hasil tracing di Sragen itu sudah menjalani rapid test pada Selasa (2/6/2020). Hasilnya, dua warga dinyatakan reaktif rapid test massal.

Pemilik Toko Bangunan di Karanganom Klaten Positif Covid-19

Sementara pada Rabu (3/6/2020) sore, terdapat tambahan lima warga yang menjalani rapid test karena telah berkontak langsung dengan kuli panggul dari Pasar Kobong, Semarang, tersebut.

“Sore ini ada lima warga hasil tracking yang jalani rapid test. Mudah-mudahan hasilnya negatif,” papar Kepala DKK Sragen, dr. Hargiyanto, saat ditemui wartawan di kantornya.

MUI Jateng Izinkan Ibadah di Masjid, Tapi Cuma di Zona Hijau

Sementara itu B, 39, seorang laki-laki asal Gemolong, Sragen yang bekerja sebagai tenaga medis di sebuah RS di Solo sudah menyadari dirinya reaktif berdasar rapid test. Lantaran masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) dia memilih mengisolasi mandiri di rumah. Sebelumnya dia sempat menjalani perawatan di RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

“Kami masih menelusuri sumber penularannya dari mana? Hasil tracking, ada lima warga yang berkontak erat dengan dia. Semua sudah menjalani rapid test bersama 301 warga di Gemolong pada Selasa. Hasilnya, semua negatif [corona],” papar Hargiyanto.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho