Ilustrasi jagung curah. (Bisnis-Paulus Tandi Bone)

Madiunpos.com, SURABAYA -- Jagung impor dari Brasil sebanyak 26.000 ton masuk ke Jawa Timur (Jatim). Rencananya jagung impor itu didistribusikan sebagai bantuan bagi peternak di berbagai daerah dari Kementerian Pertanian dan Bulog.

Kepala Divisi Regional Bulog Jatim, Muhammad Hasyim, mengatakan jagung impor itu tiba di Surabaya pada Rabu (23/1/2019) malam, dan hari ini atau Kamis (24/1/2019) langsung didistribusikan sebagai bantuan.

Rincian distribusi bantuan antara lain sebanyak 50 truk dikirim ke Bogor, 100 truk ke Kendal dan Jawa Tengah, dan 100 truk ke Blitar, Malang, serta beberapa daerah di Jatim.

"Dengan bantuan jagung ini kami harap para peternak di berbagai daerah tidak gelisah lagi, karena stok sudah ada," kata Hasyim saat ditemui dalam pelepasan bantuan jagung di Komplek Pergudangan Bumi Maspion Selatan Romokalisari, Surabaya, Kamis.

Jagung impor yang masuk ke Jatim itu, kata Hasyim, adalah bagian dari program impor 100.000 ton jagung selama 2018, tujuannya untuk menekan harga telur melalui bantuan pakan ternak yang murah.

Hasyim memastikan masuknya jagung impor ke Jatim ini juga tidak akan mengganggu keberadaan jagung dalam negeri, sebab keberadaan jagung dalam negeri sudah ada dan tidak terlalu banyak.

"Puncak panen jagung dalam negeri diperkirakan akhir Maret ini. Dan tidak akan saling mengganggu, karena keberadaan jagung impor sudah ada wilayah distribusinya," katanya.

Jagung impor tersebut dijual oleh Bulog dengan harga di bawah pasar sekitar Rp4.000, sedangkan harga pasar kisaran Rp5.600 sampai Rp5.700.

Hasyim menjelaskan, masuknya total 100 ribu ton jagung impor dari Brazil dilakukan secara bertahap, pada tahap pertama sebanyak 73 ton, dan telah tiba di Jakarta dan Surabaya pada Desember 2018.

Kemudian, saat ini kembali tiba sekitar 26 ribu ton dan langsung didistribusikan kepada petani yang membutuhkan dan telah didata sebelumnya. "Pendistibusian kami lakukan bersama Satgas pangan, dan diharapkan dengan masuknya jagung impor ini akan menekan harga telur yang sempat naik," katanya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten