26.586 UMKM di Jateng Terdampak Covid-19, Paling Banyak Sektor Makanan
Ilustrasi UMKM Jateng (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 26.586 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM di Jawa Tengah atau Jateng terdampak Covid-19.

Pandemi Covid-19 membuat puluhan ribu UMKM itu mengalami penurunan aset, omzet, dan pengurangan tenaga kerja.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Jateng, Ema Rachmawati, mengatakan sejak awal Covid-19 Maret 2020, pihaknya mendata UMKM di Jateng yang terdampak Covid-19. Hasilnya, hingga 25 Juli 2020, ada 26.586 UMKM terkena efek corona. Angka ini dari total jumlah UMKM se-Jateng sekitar 4 jutaan.

Unik Banget, Pohon Kelapa di Giriwoyo Wonogiri Punya Cabang!

“Kami mendata para pelaku UMKM ini mengalami penurunan aset hingga 13,66 persen, omzet turun hingga 46,2 persen, dan pengurangan tenaga kerja sampai 30,56 persen,” ujarnya dalam webinar bertajuk Menyongsong Kenormalan Baru: UMKM Kuat Ekonomi Bangkit bersama Solopos, Rabu (5/8/2020).

Ema menjelaskan dari UMKM sebanyak itu jenis usaha yang paling banyak terimbas adalah sektor makanan dan minuman yang mencapai 72,18 persen atau 19.191 UMKM.

Data itu diikuti UMKM fesyen 7,87% (2.092), perdagangan 6,78% (1.802), jasa 4,01% (1.067), dan handycraft 3,98% (1.059).

Kasus Pencurian di Solo Turun, Penyalahgunaan Narkoba Mendominasi

Kendala Pemasaran

Selain itu, permasalahan paling besar yang dihadapi adalah kendala bahan baku, disusul produksi, pemasaran, lalu pembiayaan. Sebaliknya, untuk UMKM yang berbasis online justru mengalami peningkatan omzet yang signifikan.

Ema menyebut pihaknya sudah berusaha memulihkan kondisi perekonomian pelaku UMKM. “Kami pun melakukan aksi pemulihan khsususnya untuk ekonomi mikro kecil ini melalui beberapa cara,” imbuh dia.

Bantuan bagi pelaku UMKM di Jateng itu, di antaranya berupa uang Rp2,4 juta untuk pelaku usaha mikro. Bantuan itu untuk membantu pelaku usaha mikro yang belum bisa mengakses kredit perbankan.

7 Negara Ini Telah Masuk Ke Jurang Resesi Ekonomi, Bagaimana Indonesia?

Selain itu, pihaknya pendataan UMKM di Jateng untuk mendapatkan program bantuan sosial modal kerja. Saat ini pihaknya baru mendapatkan 170.000 nama UMKM. Pendataan tersebut melalui OPD, OPD kabupaten/kota, dan jejaring UKM.

Sebelumnya, Dinkop UKM Solo juga mengupayakan sejumlah cara agar para pelaku UMKM tetap produktif. Antara lain, memfasilitasi dengan pemodal, penyaluran bantuan dari pemerintah provinsi, hingga menggelar pelatihan.

Kepala Dinkop UKM Solo, Heri Purwoko, mengatakan sekitar 60 persen-70 persen UMKM binaan Pemkot Solo terkena efek pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat mereka tak bisa produktif seperti biasanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom