25 Tahun MTs Negeri 4 Boyolali, Apa Cita-Cita Pengelolanya?
Kepala MTs Negeri 4 Boyolali, Dahlan Muttaqin (kanan), memotong tumpeng perayaan milad ke-25 MTs Negeri 4 Boyolali dan diberikan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Boyolali, Fahrudin (tengah), dan disaksikan jajaran komite MTs Negeri 4 Boyolali, Rabu (25/11/2020). (Solopos.com-Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI — Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Boyolali berulang tahun ke 25, Rabu (25/11/2020) lalu. Kepala MTs Negeri 4 Boyolali, Dahlan Muttaqin, mengklaim kualitas MTs Negeri 4 Boyolali berkembang dan dijanjikannya pula akan terus meningkat.

Usia 25 tahun itu, dalam pengertian MTs Negeri 4 Boyolali adalah seperempat abad hadir di tengah masyarakat. Kini madrasah tersebut, katanya, telah berkembang termasuk dari sisi kualitas.

Ke depan, sambung Dahlan Muttaqin, MTs Negeri 4 Boyolali akan terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dalam bidang pendidikan, baik akademis, nonakademis maupun keagamaan.

Parodi Akting Keluarga Betrand Peto, 4 Bocah Tuai Pujian

Kepala MTs Negeri 4 Boyolali itu menyampaikan pada 25 November 1995, surat keputusan dari pemerintah pusat mengenai status MTs tersebut terbit. Sekaligus mempertegas jika MTs yang berada di Desa Kopen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, itu menjadi MTs Negeri Teras.

Kemudian pada Januari 2018, nomenklatur berubah menjadi MTs Negeri 4 Boyolali. “Jadi hari ini, 25 November 2020, ulang tahun ke-25 MTs N 4 Boyolali atau seperempat abad. Alhamdulillah kami bisa melewati waktu-waktu krusial. Semoga ke depan berjalan lancar hingga setengah abad dan seterusnya,” kata dia kepada Solopos.com, Rabu (25/11).

Sejak 1972

Namun jauh sebelum 1995, sejarah berdirinya madrasah itu sudah dimulai. Disebutkan sekitar 1972, para pendiri sudah memulai menjalankan madrasah di sebuah rumah milik tokoh masyarakat setempat, yang juga menjadi salah satu tokoh pendiri Madrasah tsanawiyah itu, Djawandi.

Kasihan, Kakek Basri Diseret di Aspal Gara-Gara Minta Rokok

Pembentukan MTs itu didasari dari keinginan masyarakat untuk mendirikan fasilitas pendidikan khususnya MTs. Sebab dulu di daerah tersebut sudah banyak MI dan SD. Namun untuk menampung lulusannya, belum ada lembaga pendidikan setingkat SMP atau MTs.

“Awalnya di tempat Pak Djawandi. Selanjutnya ada dukungan dari pemerintah desa. Setelah berkembang, pindah ke rumah warga lain. Tiga kali pindah tempat. Kemudian dari pihak pemerintah desa sepakat memindahkan ke tempat lebih representatif,” jelas dia.

Ada ada lahan kosong peninggalan Belanda, yang kemudian dimanfaatkan. Lokasi itulah yang saat ini ditempati MTs Negeri 4 Boyolali. Saat itu pembangunan madrasah dilakukan berkat gotong royong warga.

Mesum di Bajaj, Kakek-Kakek dan Wanita Muda Diusir Warga

Saat itu bangunan dibuat secara sederhana menggunakan bambu dan kayu. Setelah itu madrasah terus berkembang dan mengalami pembenahan, hingga madrasah tersebut menjadi madrasah filial. Hingga pada 1995, MTs tersebut mengajukan untuk dijadikan MTs Negeri.

Sejak 2017, jumlah anak didik terus meningkat bahkan pada 2020, sempat mengarahkan para pendaftar untuk mendaftar ke madrasah lain karena kuota sudah terpenuhi.

Dia mengatakan saat ini jumlah anak didik mencapai 218. Bukan hanya dari warga sekitar madrasah, peserta didik di madrasah tersebut juga banyak yang datang dari luar daerah. Terlebih lagi, madrasah tersebut juga berkolaborasi dengan pondok pesantren.

Belasan Ular Kobra Sembunyi di Rumah, Warga Bogor Heboh…

Salah satu tokoh pendiri, Djawandi, menceritakan pembangunan MTs tersebut mendapat dukungan baik dari pemerintah desa mauoun masyarakat. Bahkan saat proses pembangunan, warga dengan suka rela membantu.

Gotong-Royong Warga

“Warga bergotong royong. Setiap warga membantu dua bilah bambu, ada yang menyumbang kayu, ada yang membantu dalam bentuk uang dan sebagainya. Kurang lebih dua tahun, berdiri tiga kelas,” jelas dia. Setelah melihat perkembangan saat ini, dia pun merasa bangga. “Tentu merasa bangga. Kopen memiliki madrasah yang hebat,” lanjut dia.

Sementara itu Ketua Komite MTs Negeri 4 Boyolali, KH. Abdul Hamid, pun mengaku gembira dengan perkembangan madrasah tsanawiyah itu.

Kata Fengsui, Rezeki Datang Tergantung Penataan Rumahmu…

“Beberapa kali dari MTs ini mampu menjuarai lomba. Ada harapan madrasah ini semakin berkembang dan meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. Saya sendiri juga terkejut dengan prestasi madrasah ini. Dulu dipandang sinis, tapi kini sudah bisa menjawab tantangan,” kata dia.

Diketahui MTs Negeri 4 Boyolali sempat menjuarai beberapa lamba di tingkat kabupaten. Seperti juara III lomba bercerita tingkat Kabupaten Boyolali atas nama Zanuba Salma Salsabila dan juara umum silat SMAN 1 Simo Boyolali 2020.

Kegiatan milad MTs Negeri 4 Boyolali, Rabu lalu, dilakukan secara sederhana. Mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19. Selain para guru dan jajaran komite madrasah, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Boyolali, Fahrudin.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom