Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono (tengah) meninjau Instalasi Rehabilitasi Medik Kupeduli Narkoba seusai diresmikan di Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/10/2018). (Antara-Aditya Pradana Putra)

Solopos.com, SEMARANG — Sebanyak 25 polisi pemakai narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya (narkoba) dari berbagai kesatuan di wilayah Polda Jawa Tengah menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Bhayangkara Awaloedin Djamin Semarang.

Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Jamal Farti di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/5/2019), mengatakan program rehabilitasi ini merupakan bagian dari hukuman pembinaan terhadap personel Polri yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. "Selama dua pekan mereka akan menjalani rehabilitasi di RS Bhayangkara," katanya.

Instalasi Rehabilitasi Medik Kupeduli Narkoba di Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang itu diresmikan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono 12 Oktober 2018 silam. Instalasi itu adalah yang pertama didirikan Polri untuk merehabilitasi anggota kepolisian yang terlibat kasus penggunaan narkoba.

Ke-25 polisi yang menjalani rehabilitasi gelombang kelima ini antara lain berasal dari kesatuan Polres Banyumas, Polres Cilacap, Polres Kendal, Polrestabes Semarang, Polres Salatiga, Polres Jepara, Polres Blora, Polres Kudus, dan Polda Jawa Tengah. Para polisi menjalani program ini, kata dia, sebelumnya telah menjalani sidang disiplin dan kode etik di kesatuannya masing-masing.

Seusai rehabilitasi medis, para polisi tersebut akan menjalani pelatihan fisik selama sepekan di Satuan Brimob Polda Jawa Tengah. Menurut dia, setelah menjalani seluruh rangkaian program rehabilitasi itu, ke-25 polisi tersebut akan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing untuk kembali bertugas sambil dievaluasi tiap tiga bulan.

"Evaluasi ini penting untuk memantau apakah mereka nanti kembali pakai narkoba atau tidak," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten