Kategori: Klaten

24 Jam Nonsetop Sukarelawan Pantau Aktivitas Merapi dari Posko Induk Pemkab Klaten


Solopos.com/Ponco Suseno

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mendirikan posko induk guna memantau aktivitas Gunung Merapi, dalam beberapa hari terakhir. Posko induk tersebut berada di pendapa Pemkab Klaten.

Para sukarelawan menjaga posko induk pemantauan Gunung Merapi selama 24 jam sehari. Pemantauan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Klaten, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten.

Ada juga keterlibatan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Klaten dan sukarelawan di Klaten. Pemantauan dilakukan dengan cara mengecek visual puncak Gunung Merapi sesuai rekaman kamera closed circuit television (CCTV) pos induk pemantauan Gunung Merapi.

2.579 Pendaftar Ajukan BPUM Tahap X Karanganyar

Pemantauan juga dengan menjalin komunikasi melalui handy talky (HT) dengan para sukarelawan di lereng Gunung Merapi.

"Posko pemantauan di pendapa Pemkab Klaten dilakukan 24 jam setiap harinya. Para petugas yang memantau terbagi dalam kelompok jaga, pukul 07.00 WIB-15.00 WIB, 15.00 WIB-23.00 WIB, dan 23.00 WIB-07.00 WIB. Ini sudah berjalan selama beberapa hari terakhir," kata anggota Orari Klaten, Didik Gautama, kepada Solopos.com, Senin (16/11/2020).

Didik Gautama mengatakan para petugas dan sukarelawan yang bertugas di posko induk pemantauan Gunung Merapi segera menyebarluaskan informasi perkembangan terkini aktivitas Gunung Merapi ke berbagai daerah di Klaten.

Ini Penjelasan BPPTKG Soal Suara Gemuruh yang Didengar Warga Merapi

Hal itu termasuk saat terjadi erupsi Gunung Merapi.

"Kami membantu dalam hal komunikasi. Kebetulan di Klaten ini juga sudah disiapkan tempat evakuasi akhir (TEA), seperti di tiga selter di Klaten, yakni selter Demakijo (Karangnongko), selter Menden (Kebonarum), dan selter Kebondalem Lor (Prambanan)," katanya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sip Anwar, mengatakan berbagai upaya guna mengantisipasi terjadinya erupsi Gunung Merapi sewaktu-waktu sudah dilakukan jauh-jauh hari.

Berperan Aktif Mencegah Covid-19

Selain menyiapkan TEA, BPBD bersama pemerintah desa (pemdes), sukarelawan, dan elemen masyarakat lainnya telah menyiapkan tempat evakuasi sementara (TES).

"Di pendapa Pemkab Klaten sudah didirikan posko induk. Di BPBD Klaten sendiri juga melakukan pemantauan [aktivitas di puncak Gunung Merapi]," kata Sip Anwar.

Kasus Covid-19 Tinggi, Ganjar Sebut Tes PCR di Klaten & Karanganyar Rendah

Selain mewaspadai ancaman potensi erupsi Gunung Merapi, lanjut Sip Anwar, BPBD Klaten juga berperan aktif mencegah Covid-19.

"Kami akan semprot barak pengungsian yang ada [dengan cairan disinfektan]. Setiap orang yang berada pengungsian diwajibkan menaati protokol kesehatan. Barak pengungsian yang ada juga sudah disekat. Itu semua dilakukan agar jangan sampai terjadi klaster Covid-19 di barak pengungsian," katanya.

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati