Warga bersama tim BPBD dan instansi lain mengevakuasi bangunan rumah warga di wilayah kecamatan Mojolaban dan Polokarto seusai diterjang angin puting beliung pada Senin (28/10/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo sudah merampungkan pendataan terkait dampak puting beliung yang melanda Mojolaban dan Polokarto, Senin (28/10/2019) lalu.

BPBD mencatat ada 234 bangunan yang rusak dengan kerugian material mencapai Rp851,8 juta. Bangunan rusak sudah diperbaiki dengan melibatkan warga setempat.

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan nilai kerugian yang ditimbulkan akibat angin kencang di Mojolaban dan Polokarto sangat besar. Angin kencang ini merupakan kejadian pertama pada peralihan cuaca dari musim kemarau ke penghujan di Sukoharjo.

Kasus Pemblokiran Rekening Polisi Solo Masuki Babak Akhir, Apa Kesimpulannya?

Merujuk data daerah terdampak bencana angin kencang di Polokarto meliputi Desa Jatisobo, Desa Bakalan, Desa Polokarto, Desa Wonorejo, dan Desa Mranggen. Ada 140 rumah yang rusak ringan dengan nilai kerugian Rp268,8 juta, tiga rumah rusak sedang dengan kerugian Rp15,5 juta, dan 14 rumah rusak berat dengan kerugian Rp152,5 juta.

Total nilai kerugian di Polokarto Rp 436,8 juta. Sedangkan di Mojolaban kerusakan rumah akibat angin kencang terjadi di Desa Palur, Desa Cangkol, Desa Sapen, Desa Joho, Desa Klumprit, Desa Dukuh dan Desa Triyagan.

Perinciannya, 21 rumah rusak ringan dengan nilai kerugian Rp34 juta, 34 rumah rusak sedang dengan kerugian Rp143 juta, dan 22 rumah rusak berat dengan kerugian Rp238 juta. Total kerugian di Mojolaban Rp415 juta.

11.912 Lowongan Pekerjaan dari 50 Perusahaan Ditawarkan di Job Fair Klaten

“Nilai kerugian yang sangat besar lebih disebabkan karena faktor alam angin sangat besar dan kencang,” lanjutnya.

Menghadapi peralihan cuaca BPBD Sukoharjo sudah membuat surat edaran ke semua pemerintah desa , kelurahan dan kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo terkait upaya pemangkasan pohon yang terlalu rindang.

Surat tersebut diharapkan bisa diteruskan ke masyarakat melalui pengurus RT dan RW untuk segera ditindaklanjuti. Hal itu dilakukan untuk meminimalkan pohon tumbang saat angin kencang sehingga rawan menimbulkan korban.

Tok! Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik, Ini Perinciannya

Di sisi lain, pohon tumbang menimpa truk berpelat nomor F 9649 FF yang melintas di jalan raya Bekonang-Palur, Mojolaban, Selasa (29/10/2019) malam. Truk yang dikemudikan Yadi Bin Ujib itu tengah berjalan dari utara ke selatan.

Sampai di tempat kejadian, tiba-tiba pohon di sebelah timur jalan roboh dan langsung menimpa bak truk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun bak truk dan kaca depannya retak sehingga menimbulkan kerugian sekitar Rp20 juta.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten