23 TPST di Banyumas Beroperasi Mandiri Cegah Problem Sampah

Banyumas punya 23 tempat pengolahan sampah mandiri yang mampu mengolah sampah dengan beragam metode menjadi sumber penghasilan.

 Ilustrasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) (Instagram/@adupi_indonesiaofficial)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) (Instagram/@adupi_indonesiaofficial)

Solopos.com, BANYUMAS — Sampah merupakan sumber pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik, bahkan dapat menimbulkan masalah lingkungan. Masalah lingkungan ini di antaranya timbulnya sumber berbagai macam penyakit, lingkungan yang tercemar hingga menimbulkan bau busuk serta menimbulkan bencana alam, seperti banjir dikarenakan aliran air yang tersumbat sehingga menyebabkan luapan air di tempat-tempat aliran air.

Untuk memastikan bahwa Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) berjalan maksimal, Bupati Banyumas secara berkala melakukan tinjauan ke TPST yang ada di Kabupaten Banyumas, salah satunya adalah TPST Rempoah yang ada di Kecamatan Baturraden.

Mengutip dari situs Banyumaskab.go.id, Kamis (5/8/2021), Bupati Achamd Husein dengan didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Junaidi, melihat dari dekat kegiatan TPST yang mampu memperkerjakan 25 orang tersebut.

Kunjungan Bupati Banyumas di TPST Rempoah
Kunjungan Bupati Banyumas di TPST Rempoah (Sumber: Banyumaskab.go.id)

Baca Juga : 5 Tempat Angker di Banyumas, Salah Satunya Gunung Slamet

TPST ini telah memproduksi maggot dan limbah maggot yang dijadikan pupuk. Di lingkungan TPST juga telah diujicoba tanaman melon dan juga kolam ikan. Nana Supriyana sebagai Manager BUMDes yang dipercaya untuk mengelola TPST tersebut mengatakan bahwa proses pengelolaan sampah yang dilakukan mulai dari pengumpulan sampah warga, kemudian dikumpulkan dan setelah itu dilakukan pemilahan.

Dari pemilahan itu akan menghasilkan jenis sampah organik dan nonorganik. Sampah organik nantinya akan dimanfaatkan untuk budi daya maggot, sedangkan anorganik sebagian akan dipilah lagi untuk nantinya dijual sebagai bahan daur ulang dan menjadi keuntungan.

Nana menambahkan bahwa pihaknya memiliki sekitar 2.000 pelanggan yang tersebar di daerah Rempoah, Desa Pamiken dan Desa Kemutungkidul, ditambah dari Rumah Sakit Baturaden. Dengan banyaknya pelanggan ini, pihaknya dapat menggaji 25 pekerjanya.

Baca Juga : TESDA, Wisata Edukasi Sumber Daya Air di Tengah Kota Purwokerto

Nana juga mengaku bahwa dirinya belum dapat memberikan gaji sesuai UMR, baru di angka Rp1 jutaan namun pihaknya tetap memberikan insentif tenaga kerja dan lembur, sehingga masing-masing pekerja mendapatkan Rp1,3 juta per bulan.

Dia mengaku masih membuang sampah 3 truk per pekan dan terus berusaha menekan agar sampah habis di TPST-nya. Tekrait dengan produk maggot, pihaknya mengaku baru mampu mengasilkan maggot per harinya sebanyak 60 kg. Namun demikian, TSPT yang dia kelola tidak merugi.

Bupati Achmad dalam hal ini mengaku senang karena kegiatan swadaya masyarakat (KSM) sudah berjalan mandiri dan dapat mengatasi problema sampah hingga dapat memperkerjakan sebanyak 25 orang.

Baca Juga : Diletakan di Alun-Alun Banyumas, Pesawat Buatan Rusia Ini Pernah Berjasa Merebut Irian Barat

Pada kesempatan itu pula, Bupati Achmad juga menyapa para pekerja TPST yang sedang beristirahat dan makan siang. Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, Junaedi, mengatakan bahwa TPST yang ada di Kabupaten Banyumas saat berjumlah 23.

Menurutnya, semua TPST sudah berjalan dan artinya tidak ada yang gulung tikar. Dari TPST itu mampu menghidupi operasional sendiri, seperti operasional sumber daya listrik, bayar gaji pegawai hingga pengadaan peralatan dan bahan bakar kendaraan pengangkut sampah.

Junaidi menambahkan dengan berjalannya 23 TPST, dapat mengurangi volume sampah yang harus dikirim TPA semula ada 130 truk, dengan adanya hanggar-hanggar saat ini, sudah bisa mengurangi 100 truk yang sekarang tinggal 30 truk.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kemenperin Minta Pabrik Rokok Segera Serap Tembakau Petani Temanggung

Petani tembakau di Temanggung telah mengalami panen raya, namun hasilnya belum terserap secara maksimal oleh pabrik.

Senggol Bodi Truk, Pengendara Motor di Grobogan Tewas

Seorang pengendara motor meninggal dunia setelah berupaya menyalip truk di depannya di jalan lingkar utara Grobogan.

Warga Blora Senang Diajari Buat POC dan Pestisida Nabati oleh KKN UNS Tim 28

Mahasiswa KKN UNS Tim 28 mengajarkan pembuatan pembuatan pupuk organic cair (POC) dan pestisida nabati di Dukuh Beran, Randublatung, Blora.

Masuk Mapolda Jateng Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi tidak hanya tamu namun juga seluruh anggota polisi yang masuk ke Mapolda Jateng.

Murah Meriah! Tiket Masuk Grand Canyon Versi Hitam di Pekalongan Cuma Rp5.000

Disebut sebagai Black Canyon dikarenakan tebing-tebing yang mengapit ini ini terdiri dari batu-batu berwarna hitam yang menjulang tinggi

Polda Gelar Operasi Patuh Candi 2021, Tapi Aparat Tidak Boleh Melakukan Razia

Kapolda Jateng memastukan Operasi Patuh Candi 2021 dilakukan secara humanis, tak ada penindakan.

Profil Yuliyanto, Wali Kota Salatiga yang Gantengnya Mirip Aktor Hong Kong

Inilah profil Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, yang berparas tampan dan dinilai mirip aktor Hong Kong.

Setahun Pandemi, Pelanggaran Lalin di Jateng Turun 87,7%

Kapolad Jateng menyebut angka pelanggaran lalu lintas selama masa pandemi Covid-19 menurun signifikan. Di sisi lain, Polda Jateng kembali menggelar Operasi Patuh Candi 2021 hingga 30 Oktober 2021

Potret Megah Istana 81 Ha Milik Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang

Berikut ini terdapat potret megah istana yang dulunya seluas 81 ha milik Oei Tiong Ham di Semarang, konglomerat pertama Asia Tenggara.

1.954 Peserta Perebutkan 235 Formasi di Seleksi CPNS Salatiga

Sebelum menggelar tes, panitia menggelar simulasi untuk memastikan kesiapan panitia dalam menghadapi ribuan peserta.

Nikmatnya Glotak Tegal, Makanan Unik Khas Kota Bahari, Pernah Coba?

Glotak adalah salah satu kuliner khas Tegal yang dibuat dari gembus atau ampas kedelai yang dimasak dengan beragam bumbu pedas dan juga kaldu.

Jangan Lupa Cicipi Pindang Tetel Jika Singgah ke Pekalongan

Kuliner Pekalongan berupa pindang tetel menjadi sajian yang wajib Anda cicipi ketika bertandang ke sana, karena rasanya yang lezat tiada duanya.

Profil Wihaji, Bupati Batang Kelahiran Sragen Cucu Abdi Dalem Mangkunegaran Solo

Wihaji merupakan putra daerah Kabupaten Sragen yang lahir pada 22 Agustus 1976, cucu abdi dalem Mangkunegaran Solo yang saat ini menjabat sebagai Bupati Batang.

IKM di Grobogan Didorong Meningkatkan Daya Saing

Pemkab Grobogan bersama anggota DPR RI menggandeng sejumlah perusahaan untuk sosialisasi agar IKM memiliki daya saing.

Dukung Herd Immunity, PDIP Grobogan Gelar Vaksinasi Gratis

Kegiatan vaksinasi yang digagas DPC PDIP Grobogan dengan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan menyasar 1.000 warga.

Mesin ATM Bank Jateng di Kota Semarang Dibobol, Rp849 juta Raib

Peristiwa pembobolan ATM milik Bank Jateng terjadi di sebuah minimarket di Jalan Raya Plalangan Gunungpati, Semarang.