Ilustrasi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) saat bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KLATEN – Sedikitnya 23 petugas penyelenggara Pemilu 2019 asal Klaten mengalami musibah selama bertugas. Selain sakit, ada petugas yang keguguran, serta meninggal dunia akibat kelelahan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari KPU Klaten, 23 orang tersebut berasal dari berbagai kecamatan. Sebanyak 11 orang merupakan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), enam orang Linmas dan PAM TPS, lima anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan satu anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Dari jumlah tersebut, empat orang yang meninggal dunia merupakan dua petugas Linmas dan dua petugas PPS. Mereka yakni Prapto Miharjo Tukijo, 70, anggota Linmas Desa Mutihan, Kecamatan Gantiwarno yang meninggal dunia lantaran kelelahan saat jaga malam pada hari H pemilihan, Rabu (17/4/2019). Suparno, 63, anggota Linmas Desa Jabung, Kecamatan Gantiwarno juga meninggal dunia karena kelelahan saat jaga malam pada hari H.

Suratno, 54, anggota PPS Desa Jarum, Kecamatan Bayat meninggal dunia karena kelelahan, Rabu (24/4), setelah sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Sardi, 51, anggota PPS Desa Banyuaeng, Kecamatan Karangnongko mengalami kelelahan setelah pemilu dan meninggal dunia pada Kamis (9/5/2019) setelah sempat dirawat di rumah sakit.

“Untuk Anggota PPS Banyuaeng awalnya dilaporkan sakit. Kronologinya, dua hari setelah Pemilu itu dilaporkan dirawat di rumah sakit karena kelelahan. Namun, setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Kasubag Umum Sekretariat KPU Klaten, Agus Sutanta, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Jumat (10/5/2019).

Selain empat orang yang dilaporkan meninggal dunia, satu anggota PPK Jatinom bernama Sri Widayanti, 40, mengalami keguguran saat penyiapan logistik pemilu, Selasa (12/4/2019). Wanita tersebut mengalami keguguran dengan usia kehamilan sekitar enam bulan. “Penyebabnya juga karena kelelahan. Anggota PPK tersebut dalam kondisi hamil pertama,” kata Agus.

Sementara, petugas penyelenggara pemilu lainnya dilaporkan sakit hingga menjalani rawat inap serta rawat jalan. Mayoritas petugas dilaporkan sakit karena kelelahan.

Agus menjelaskan hasil pendataan terkait petugas penyelenggara pemilu yang sakit atau meninggal dunia dikirimkan ke KPU Provinsi Jateng yang diteruskan ke KPU pusat sebagai usulan mendapatkan santunan. “Untuk yang mengalami sakit disertai dengan surat dari dokter. Untuk besaran santunan yang nanti diterima kami belum tahu,” ungkapnya.

Anggota KPU Klaten Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Wandyo Supriyatno, mengatakan belum lama ini ada dua petugas penyelenggara pemilu yang mendapatkan santunan. Hanya, santunan itu bukan berasal dari KPU pusat melainkan dari Baznas Jateng. Petugas yang menerima yakni Sri Widiyanti, anggota PPK Jatinom yang mengalami keguguran dan ahli waris Prapto Miharjo Tukijo, 70, anggota Linmas Desa Mutihan, Kecamatan Gantiwarno, yang meninggal dunia saat jaga malam pada hari pemilihan. “Masing-masing mendapatkan santunan Rp10 juta,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: