224,4 Kg Ganja Disita Polri dari Jaringan Aceh-Medan-Jakarta

Dittipid Narkoba Bareskrim Polri menyita 224,4 kilogram ganja, dari jaringan pengedar narkoba Aceh-Medan dan Jakarta.

 
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri ungkap jaringan pengedar narkoba jaringan Aceh-Medan dan Jakarta, Jumat (26/11/2021). (Antara)

SOLOPOS.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri ungkap jaringan pengedar narkoba jaringan Aceh-Medan dan Jakarta, Jumat (26/11/2021). (Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri menyita 224,4 kilogram (kg) ganja, barang bukti kejahatan peredaran gelap narkoba dari jaringan pengedar narkoba Aceh-Medan dan Jakarta.

PromosiMenanti Transformasi Balap Liar Menuju Tontonan Menarik dan Menghibur

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Kombes Pol Jayadi mengatakan dalam pengungkapan tersebut, pihaknya menangkap empat orang tersangka.

“Kami mendapatkan informasi ada pengiriman narkoba dari Aceh menuju Jakarta. Setelah kami dalami, didapati barang tersebut sudah bergerak ke Sumatera Selatan,” kata Jayadi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Kasus Pencabulan Dua Bocah di Padang, Kakak Sepupu Diproses Duluan

Lebih lanjut Jayadi menjelaskan, tim langsung bergerak ke Sumatera Selatan dan melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka.

Dalam penangkapan ketiga pelaku tadi, kata Jayadi, didapati ganja seberat 224 kg yang dibawa dari Aceh menggunakan satu unit mobil minibus.

“Hasil pemeriksaan terhadap tiga tersangka, ganja yang diamankan di Palembang itu berasal dari Aceh,” kata Jayadi.

Selanjutnya, tim penyidik Ditipid Narkoba Bareskrim Polri melakukan pengejaran di Aceh. Selain itu juga, ganja tersebut juga dikendalikan oleh seseorang yang berada di Medan.

“Satu orang tersangka ditangkap di Medan, jadi total tersangka ada empat orang,” katanya dikutip dari Antara

Baca juga: Baru Keluar Penjara, Habib Bahar bin Smith Ancam Habisi Ulama

Sementara itu, pengejaran di Aceh, penyidik mendapati ada dua orang pelaku berperan sebagai kurir dan pemilik ganja. Namun, keduanya melarikan diri.  Penyidik menetapkan dua pelaku sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diburu oleh Dittipid Narkoba Bareskrim Polri.

Jayadi mengatakan pemburuan terhadap jaringan narkoba Aceh-Medan dan Jakarta tersebut telah dilakukan sejak September 2021.

Selanjutnya, empat tersangka yang ditangkap dibawa ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain barang bukti narkoba jenis ganja 224,4 kg yang disita, barang bukti lainnya berupa tiga unit ponsel dan satu unit kendaraan roda empat.

Baca juga: 1 Anggota Pemuda Pancasila Tersangka Pemukulan Perwira Polri

Adapun keempat tersangka peredaran ganja jaringan Aceh, seluruhnya laki-laki. Yakni berinisial, 24, sebagai kurir, RN, 21 dan IH, 21, juga kurir, serta SD, 41,berperan sebagai pengendali.

Para tersangka ini dipersangkakan dengan pasal primer, Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No 25 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara serta denda minimal Rp1 miliar – Rp10 miliar maksimal.

Subsider Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati penjara seumur hidup atau pidana paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun serta denda minimal Rp800 juta – Rp8 miliar maksimal.

 

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Investor Batu Bara Gugat Yusuf Mansur setelah Bersabar 11 Tahun

Awalnya warga Bogor, Jawa Barat itu tidak ingin mempermasalahkan secara hukum karena ingin menjaga nama baik Yusuf Mansur. 

Investor Yusuf Mansur Kirim Surat Terbuka kepada MUI, Ini Isinya

Alasan surat terbuka itu ditujukan ke MUI karena Yusuf Mansur selalu membawa nama agama di setiap investasi yang digalangnya.

Ada Padat Karya Irigasi di 750 Desa di Jateng & Jatim, Ini Pengumuman BBWSBS

Padat karya irigasi yang akan digelar di 750 desa di Jateng dan Jatim ini bagian dari program P3-TGAI yang menyasar desa di seluruh Indonesia.

+ PLUS Mandau Terbang dan Jejak Peradaban Logam di Kalimantan

Cerita mandau terbang dan jejak peradaban logam dari kajian pengolahan logam di Kalimantan.

Premium, Ini Rekomendasi 6 Jam Tangan Pria Terbaik 2022

Berikut rekomendasi lima jam tangan pria premium terbaik di 2022.

Korupsi di Bawah Rp50 Juta Tak Dipidana? Ini Kata ICW

Tindak pidana korupsi dengan kerugian keuangan negara di bawah Rp50 juta untuk diselesaikan dengan cara pengembalian kerugian keuangan negara.

Menkes: Covid-19 Akan Melejit Tapi Bergejala Ringan

Menkes menjelaskan ciri-ciri dari Covid-19 varian Omicron yaitu tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah.

Destinasi Wisata di Kepulauan Mentawai Tarik Perhatian Pesohor Dunia

Keindahan pantai dan ombak di pantai kawasan Kepulauan Mentawai membuat pesohor dunia mendatangi Tanah Air.

+ PLUS Memberi Uang Tanda Terima Kasih kepada Aparat, Wajar atau Tidak?

Sebanyak 17,63 persen masyarakat membayar uang melebihi ketentuan, baik ketika mengakses layanan secara sendiri maupun melalui perantara pada 2021.

Covid-19 Melonjak Lagi, Ini Wanti-Wanti Presiden Jokowi

Presiden Jokowi memberikan peringatan kepada masyarakat agar berhati-hati dengan lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi terjadi beberapa hari ke depan.

42 Dosen Baru Ikuti Pekerti di UMS, Ini Tujuannya

Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 42 peserta yang terdiri atas 32 dosen di lingkungan UMS dan 10 dosen di luar lingkungan UMS.

Malang Digoyang Gempa Magnitudo 5,2

Pusat gempa berada di 445 kilometer di tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 10 kilometer.

Jokowi Minta Korpri Jadi Pencetus Bukan Pengikut

Kepala Negara meminta Korpri bersikap terbuka, dengan menghilangkan semua ego, baik ego sektoral, ego daerah, hingga ego ilmu.

Presiden: ASN Terlalu Lama di Zona Nyaman

Zona nyaman ASN itu berakibat pada kurang produktifnya kinerja aparatur negara itu.

UNS Buka Prodi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan, Buruan Daftar

Sejak 2021, D4 Kebidanan FK UNS sudah tidak menerima mahasiswa baru dan pada 2022 ini resmi menjadi Sarjana Kebidanan.