223 Pedagang di Pasar dan Swalayan Karanganyar Ikut Rapid Test Massal, Ini Hasilnya
Petugas dari puskesmas dan Dinkes Kabupaten Karanganyar melaksanakan rapid test di sejumlah pasar tradisional dan swalayan pada Jumat-Sabtu (22-23/5/2020). (Istimewa/Dinkes Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR – Pemkab Karanganyar melaksanakan rapid test massal terhadap 223 pedagang di pasar tradisional dan pegawai swalayan Luwes Palur pada Jumat-Sabtu (22-23/5/2020).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar sekaligus Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan hasil rapid test terhadap 223 orang tersebut non-reaktif.

Rapid test massal dilaksanakan di sejumlah pasar tradisional Karanganyar, seperti Pasar Colomadu, Pasar Kerjo, Pasar Matesih, Pasar Tegalgede, Pasar Jungke, Pasar Tawangmangu, Pasar Palur, dan Pasar Jatiyoso. Satu swalayan di Kabupaten Karanganyar, yakni Luwes Palur juga tidak luput dari rapid test massal.

"Betul, 223 orang pedagang di pasar tradisional dan pegawai di Luwes Mall mengikuti rapid test. [Hasil rapid test] semuanya non-reaktif. Yang sudah rapid test itu di Pasar Colomdu, Pasar Kerjo, Pasar Matesih, Pasar Tegalgede, Pasar Jungke, Pasar Tawangmanggu, Pasar Palur, dan Pasar Jatiyoso," ujar Bupati saat dihubungi Solopos.com, Selasa (26/5/2020).

Bikin Geger! Begini Kronologi Penemuan Patung Nyi Roro Kidul di Pantai Waterblow Nusa Dua Bali

Cegah Penularan Covid-19 di Pasar

Bupati menuturkan rapid test massal terhadap pedagang di sejumlah pasar tradisional dan swalayan di Kabupaten Karanganyar itu dilakukan bertahap. Dia berharap langkah itu dapat mengurangi kekhawatiran berbelanja di pasar tradisional dan swalayan. Tetapi, dia berharap tes cepat tidak mengurangi kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya penularan Covid-19 saat berada di tempat umum.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Purwanti, mengungkapkan rapid test massal diprioritaskan kepada pedagang pasar tradisional yang di wilayah itu ada kasus positif Covid-19.

"Itu kami utamakan pasar di kecamatan yang ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Iya nanti masih dilanjutkan lagi [rapid test massal] setelah Lebaran. Di pasar tradisional dan beberapa swalayan di Karanganyar," jelas Purwanti saat dihubungi Espos, Selasa.

Dia menyampaikan kebijakan itu diambil sebagai upaya menekan persebaran dan mengantisipasi potensi penularan Covid-19 di pusat keramaian. Sejak Covid-19 merebak hingga saat ini, pasar tradisional masih buka.

"Upaya menekan dan mengantisipasi potensi penularan atau persebaran Covid-19 di pasar dan swalayan. Itu kan merupakan pusat kerumunan massa. Sebagai salah satu tempat yang berpotensi tinggi terjadi penularan. Kami lakukan rapid test terhadap pedagang secara acak. Ada yang lanjut usia juga," ujar dia.

Peringatan WHO: Puncak Gelombang Kedua Covid-19 Diprediksi Akhir 2020, Tetap Waspada!

Rapid Test Massal

Setiap pasar tradisional mendapat alokasi 20 orang hingga 21 orang. Purwanti mengklaim Pemkab Karanganyar masih memiliki stok alat untuk melakukan rapid test massal. Rapid test di setiap pasar tradisional melibatkan puskesmas setempat sedangkan di swalayan dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Karanganyar.

"Yang di Pasar Colomadu, Pasar Kerjo, dan swalayan Luwes Palur pada 22 Mei sedangkan yang lain pada 23 Mei. Saya lihat semua sudah menerapkan protokol kesehatan tetapi masih ada beberapa masyarakat yang belum mentaati. Ada yang lupa enggak pakai masker. Makanya kami ke pasar sambil membawa masker dan kami bagikan kepada orang yang tidak memakai masker," ungkapnya.

Purwanti mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pola hidup bersih sehat (PHBS) dan memakai masker terutama saat bepergian atau keluar rumah. Dia tidak menampik kendala beraktivitas di pasar tradisional adalah jarak antar-lapak sehingga tidak dapat menerapkan social distancing.

Curhat Bupati Sragen Soal Kebijakan Covid-19 yang Tak Sinkron Antara Pusat & Daerah


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho