Tutup Iklan

22.000 Kasus Masih Jadi PR Satgas Saber Pungli

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) sejak dibentuk pada tahun 2016 hingga sekarang telah menangani sekitar 36.000 kasus pungli. Masih sekitar 14.000 kasus dari 36.000 kasus pungli tersebut masih menjadi pekerjaan rumah Satgas Saber Pungli untuk segera ditindaklanjuti.

“Yang sudah ditindaklanjuti sekitar 22.000,” kata Sekretaris Satgas Saber Pungli Inspektur Jenderal Polisi Widiyanto Poesoko saat Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tanggal 20 Oktober 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) di Gedung Soemardjito, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (31/7/2019).

Menurut dia, jumlah kasus tersebut berasal dari daerah maupun pusat sehingga bantuan dari masyarakat terhadap pengungkapan pungutan liar sangat diharapkan oleh Satgas Saber Pungli. Lebih lanjut dia mengatakan kasus pungli paling banyak terdapat di Jawa Barat disusul Jawa Timur, dan Sumatra Utara. “Jawa Tengah kalau enggak salah nomor tujuh. Nomor satu Jawa Barat, tertinggi,” jelasnya.

Menurut dia, operasi tangkap tangan (OTT) yang telah dilakukan oleh Satgas Saber Pungli hingga saat ini sekitar 17.000 kali dengan jumlah tersangka sekitar 22.000 orang, sedangkan yang sudah sampai vonis pengadilan sekitar 8.000 orang. Kendati demikian, dia mengatakan penindakan yang dilakukan oleh Satgas Saber Pungli tidak semuanya sampai ke pengadilan dengan mempertimbangkan besaran barang bukti dan biaya penyidikan.

Dalam hal ini, dia mencontohkan jika barang buktinya berkisar Rp10 juta hingga Rp20 juta, biaya penyidikannya mahal karena bisa mencapai Rp40 juta hingga Rp50 juta. Terkait dengan pihak yang terlibat dalam kasus pungli tersebut, Widiyanto mengatakan pelakunya terdiri atas instansi, pejabat, dan masyarakat. “Yang terbanyak saat ini dilakukan di Kantor Pertanahan, Kemendagri, itu jajaran ya, mulai dari pemerintahan sampai ke RT/RW, juga Kemendikbud,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang dinilai terbaik dalam penanganan pungli. Bahkan, kata dia, Jawa Barat pada tahun 2018 menjadi yang terbaik dalam penanganan pungli karena hampir setiap minggu ada ratusan orang yang tertangkap lantaran terlibat pungutan liar.

Sementara itu, Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Budi Yuwono mengatakan Satgas Saber Pungli Jawa Tengah pada tahun 2019 telah tiga kali melaksanakan sosialisasi, yakni di Ungaran, Pekalongan, dan Solo. Menurut dia, sasaran sosialisasi pada tahun 2019 lebih diprioritaskan pada bidang pendidikan dengan mengumpulkan orang tua/wali murid dan siswa itu sendiri serta beberapa kepala sekolah.

“Di semua tempat, potensi [pungli] itu pasti ada,” tegasnya.

Oleh karena itu, kata dia, Satgas Saber Pungli bekerja sama dengan semua pihak termasuk Unsoed untuk bersama-sama mencegah agar pungutan liar tidak terjadi di berbagai sektor. Disinggung mengenai pungli di sektor transportasi, dia mengatakan pihaknya secara rutin telah melakukan tindakan terhadap pungutan liar di sektor transportasi.

“Di Cilacap juga pernah kita lakukan pengungkapan, angkutan Pertamina waktu itu tiap tangki dipungut Rp5.000. Tim Saber Pungli di Cilacap sudah melakukan penindakan dan proses hukum,” katanya.

Menurut dia, Tim Saber Pungli Cilacap tergolong aktif melakukan tindakan karena selama tahun 2018 kurang lebih mencapai angka 70 kasus di antaranya parkir dan pungutan-pungutan lainnya.

Terkait dengan kegiatan sosialisasi PP No. 87/2016 tentang Satgas Saber Pungli yang digelar di Gedung Soemardjito, Rektor Unsoed Prof. Suwarto mengatakan pihaknya memiliki kewajiban untuk menyukseskan program tersebut. “Di samping kami menerapkan apa yang menjadi tujuan ini [PP No. 87/2016], kami juga menghasilkan lulusan lulusan yang nanti memiliki jiwa, karakter, dan sikap yang antipungli,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mendukung kegiatan sosialisasi PP Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Berita Terkait

Espos Premium

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

Beda dengan tahun lalu, saat perjalanan bisnisnya gelagepan. Seperti terkena virus corona bergejala berat. Kesulitan bernapas, seperti orang berenang mau tenggelam. Tapi tahun ini ceritanya lain.

Berita Terkini

Ada Pemeliharaan Jaringan, Listrik di Sragen Padam 3 Jam

Berikut ini jadwal pemadaman dan pemeliharaan listrik oleh PLN di Sragen hari Kamis, 2 Desember 2021 yang berlangsung tiga jam.

Harta Karun Ribuan Koin Perak Kuno Ditemukan di Sungai Jerman

Tumpukan 5.600 koin perak dari Kekaisaran Romawi yang diperkirakan berusia hampir 2.000 tahun telah ditemukan di Jerman.

Aplikasi SIRUP Dongkrak Lelang Pengadaan Barang dan Jasa Sukoharjo

Sebanyak 93 persen paket pengadaan barang dan jasa Pemkab Sukoharjo sudah terlelang berkat aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan atau SIRUP.

Bekuk Watford, Chelsea Tetap Puncaki Klasemen Liga Inggris

Chelsea sukses mempertahankan posisi puncak klasemen sementara Liga Premier Inggris setelah mengalahkan Watford.

Hasil Liga Inggris: Liverpool Gasak Everton 4-1

Liverpool sukses melumat sang tetangga, Everton, pada pekan ke-14 Liga Premier Inggris.

Jumlah Harian Cetak Rekor, Korsel Laporkan Lima Kasus Varian Omicron

Korea Selatan (Korsel) melaporkan lima kasus pertama virus corona varian Omicron. Hal itu diungkap Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDA).

Miris, Ibu Tua Digugat Lima Anak Gegara Warisan

Wanita berusia 72 tahun itu pasrah di kursi rodanya setelah menjalani pemeriksaan atas laporan anak kandungnya dengan tuduhan penggelapan sertifikat tanah yang dianggap menjadi warisan.

Lanskap: Dipasangkan Siapa Saja Prabowo Menang

Pasangan Prabowo-Puan yang tertinggi (67,7 persen) dibandingkan Prabowo-Anies (63,6 persen), Prabowo-Ganjar (62,0 persen) dan Prabowo-Sandi (58,7 persen).

Sejarah Hari Ini : 2 Desember 1971, Uni Emirat Arab Terbentuk

Beragam peristiwa penting terjadi pada 2 Desember terangkum dalam Sejarah Hari Ini salah satunya pembentukan Uni Emirat Arab.

Kuasa Hukum: Kenapa Jerinx Ditahan, Pak Jaksa?

Jerinx datang dari Bali berusaha kooperatif dan mempertanggungjawabkan apa yang dituduhkan kepadanya.

Saluran Limbah 2 Pabrik Farmasi di Jakut Ditutup DLH DKI Jakarta

Saluran outlet air limbah dua pabrik farmasi di Jakarta Utara ditutup Dinas Lingkungan Hidup atau DLH DKI Jakarta.

Isu Reshuffle: PAN Sodorkan Kader, Partai Gerindra Pasrah

PAN semenjak dinyatakan bergabung dengan koalisi partai politik pemerintah pada 25 Agustus 2021 lalu memang belum terakomodasi dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Maruf.

Jelang Reuni 212, Tangerang Batasi Akses Masuk ke Jakarta

Jika ada warga yang terindikasi hendak mengikuti Reuni 212, pihaknya akan langsung menyuruh mereka untuk memutar balik ke arah Kota Tangerang.

Kawal Presidensi G20, Kominfo Luncurkan Website Baru

Kementerian Kominfo luncurkan website baru untuk dukung Presidensi G20 Indonesia.

Asyik! Ikut Tes Acak Covid-19, Siswa di Klaten Dapat Doorprize

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Wedi menggelar uji petik tes antigen kepada siswa dan guru secara acak.