216 Warga Positif Covid-19 Klaten Isolasi di Donohudan, 47 Orang Sembuh

Total jumlah warga Klaten positif Covid-19 yang menjalani isolasi terpusat di Arama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, mencapai 216 orang.

 Warga terkonfirmasi positif Covid-19 memasuki bus untuk diantar menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (1/8/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Warga terkonfirmasi positif Covid-19 memasuki bus untuk diantar menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (1/8/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 dari Klaten yang dibawa ke tempat isolasi terpusat Asrama Haji Donohudan, Boyolali, terus bertambah.

Hingga kini, jumlah total warga yang menjalani isolasi di Donohudan sebanyak 216 orang dengan 47 orang sudah dinyatakan sembuh alias terbebas dari paparan virus corona.

Pada Minggu (1/8/2021), Satgas Penanganan Covid-19 Klaten didampingi TNI dan Polri mengantar 48 orang guna menjalani isolasi di Donohudan. Perinciannya, 27 laki-laki dan 21 perempuan.

Baca Juga: 75 Warga Klaten Positif Covid-19 Jalani Isolasi Terpusat di Donohudan

Sebelumnya, warga positif corona itu diantar Satgas Covid-19 masing-masing kecamatan ke GOR Gelasena Klaten lalu dibawa ke Donohudan menggunakan bus dari Polres dan Satbrimob.

“Pengiriman pasien ke Donohudan tetap berlangsung. Kalau di sana sudah terpenuhi, nanti dimaksimalkan untuk menempati tempat isolasi terpusat di kabupaten,” kata Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo, saat ditemui wartawan di GOR Gelarsena Klaten, Minggu (1/8/2021).

Pengiriman warga positif Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan sebelumnya dilakukan pada Jumat-Minggu (23-25/7/2021). Selama tiga hari itu, sekitar 138 warga diantar ke Donohudan.

Baca Juga: Perangkat Desa Jogoprayan Klaten Terpapar Corona, Kantor Desa Ditutup 3 Hari

Beberapa Kali Pengiriman

Sementara, pada Sabtu (31/7/2021), pengantaran warga positif Covid-19 Klaten ke Donohudan kembali dilakukan dengan jumlah total 75 orang.

“Kami sudah ada beberapa kali pengiriman dan sudah mencapai sekitar 216 orang yang dikirim ke Donohudan. Tingkat kesembuhannya, ada 47 orang yang dinyatakan sembuh. Mereka yang menjalani isolasi di Donohudan itu sebenarnya nyaman di sana. Ada yang hanya menjalani isolasi di sana empat sampai lima hari sudah sembuh,” jelasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengatakan 48 warga yang diantar ke Donohudan pada Minggu berasal dari berbagai kecamatan.

Baca Juga: Diminta Kembalikan Bantuan Dobel Rp300.000, 27 Warga Gentan Klaten: Kami Legawa

“Yang nihil untuk hari ini [tidak mengirimkan warga positif Covid-19 ke Donohudan pada Minggu] ada Kecamatan Kemalang, Bayat, Kebonarum, Karangdowo, dan Delanggu,” jelas Jaka.

Jaka mengatakan setelah pengiriman warga positif Covid-19 Klaten ke Donohudan sudah sesuai kuota, Satgas Penanganan Covid-19 memobilisasi warga yang masih isolasi mandiri di rumah ke tempat isolasi terpusat kabupaten dan kecamatan.

Di Klaten, ada puluhan tempat isolasi terpusat tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dengan jumlah total kapasitas sekitar 914 tempat tidur. “Di tingkat kabupaten dan kecamatan saat ini terisi sekitar 250 tempat tidur,” ujarnya.

Baca Juga: Dapat Bantuan Dobel, 27 Warga Gentan Klaten Kembalikan Duit Rp300.000

Kendala Mobilisasi Warga ke Donohudan

Dalam mobilisasi warga ke Donohudan maupun ke tempat isolasi terpusat, Jaka mengatakan kendala terjadi pada warga positif Covid-19 dengan kondisi tertentu.

“Ada beberapa hal yakni warga lansia dan bergantung pada orang lain, ada ibu menyusui dan hamil, kemudian ada yang komorbid. Kalau ibu menyusui tidak masalah isolasi di rumah. Tetapi kalau warga lansia dan berpenyakit dengan kondisi sedang hingga berat, tetap kami sarankan untuk dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga: Begini Aturan Kirim Makanan selama PPKM Level 4 di LP Klaten

Sebelumnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengimbau warga positif Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan yang masih menjalani isolasi mandiri di rumah pindah ke tempat isolasi terpusat.

Hal itu agar kondisi kesehatan mereka terpantau secara maksimal oleh tenaga kesehatan serta mencegah potensi penularan ke orang lain yang kondisinya lebih rentan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.

Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahanya Abal-Abal

Ratusan pemohon program bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 di Kabupaten Wonogiri terindikasi usahanya abal-abal.

Ketua Tikus Pithi Ingin Rombak Sistem Pendidikan dengan Penjurusan Anak Sejak Dini

Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, menilai sistem pendidikan nasional perlu dirombak denga mengakomodasi penjurusan sejak dini.

Dahsyatnya Bakso Tumpeng Merapi Glodogan Klaten, Lelehan Sambelnya Meledak di Mulut

Warung di Glodokan, Klaten Selatan, Klaten, menjual bakso unik dengan bentuk seperti tumpeng dan lelehan sambel seperti lava Gunung Merapi.

Cegah Klaster Sekolah di Solo, Pemkot Gelar Swab Acak Saat PTM

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyasar puluhan sekolah yang menggelar pertemuan tatap muka (PTM) terbatas untuk uji swab antigen acak.

Memasuki Musim Hujan, Waspadai Penyakit Ini di Wonogiri

Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai beberapa penyakit yang akan muncul.

Derita Penambang Pasir Bengawan Solo Sragen: Sudah Mandi Berkali-Kali, Badan Tetap Bau

Para penambang pasir di Sungai Bengawan Solo wilayah Sragen mengaku sulit menghilangkan bau badan akibat terkena air sungai yang tercemar limbah.

150 Siswa SMKN 2 Solo Tiba-Tiba Dites Swab, Ada Apa?

Sekitar 150 siswa dan para guru SMKN 2 Solo mengikuti tes swab di sekolah mereka, Rabu (22/9/2021).

Berbulan-Bulan Nunggu, Siswa SLB-B YAAT Klaten Senang Bisa Sekolah Tatap Muka

SLB B YAAT Klaten menjadi satu-satunya SLB yang menggelar simulasi PTM mulai Senin (20/9/2021), dari total 14 SLB di Klaten.