Tutup Iklan

210 Peserta CPNS Karanganyar Absen Ujian SKD

Sebanyak 210 peserta CPNS Karanganyar tidak hadir dalam ujian SKD yang digelar di UNS Solo, Kamis (23/9/2021).

 Peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Karanganyar bersiap mengikuti ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Foto dirilis Kamis (23/9/2021). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Karanganyar bersiap mengikuti ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Foto dirilis Kamis (23/9/2021). (Istimewa)

KARANGANYAR — Tahap ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) Karanganyar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo selesai dilaksanakan Kamis (23/9/2021). Selama tiga hari pelaksanaan, terdapat sebanyak 210 peserta yang tidak hadir tanpa memberikan keterangan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karanganyar, Suprapto, yang mengatakan sesi terakhir ujian SKD di UNS sudah selesai dilakukan pada pukul 12.40 WIB. Namun, diakui selama pelaksanaan ujian sejak Selasa (21/9/2021) banyak sekali peserta ujian yang tidak hadir. Dia mengatakan rata-rata peserta yang tidak hadir di setiap sesi mencapai 30 orang.

“Untuk hari pertama ada dua sesi, hari kedua tiga sesi dan hari ketiga dua sesi. Rata-rata kami temukan 30 orang tidak hadir berdasarkan data registrasi ujian. Mereka juga tidak hadir tanpa ada pemberitahuan sama sekali kepada panitia ujian maksimal H-1 sebelum ujian,” ungkap dia.

Baca juga: Ngaku Nafsu, Pria di Karanganyar Nekat Cabuli Bocah 7 Tahun Pakai Selang

Suprapto mengatakan lantaran tidak memberikan pernyataan alasan tidak hadir, 210 peserta ujian otomatis dinyatakan tidak lolos ujian SKD. Namun berbeda cerita apabila peserta yang berhalangan hadir memberi alasan sebelum ujian. Apabila terdapat alasan jelas, panitia akan berupaya untuk melaporkan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) agar mendapatkan jadwal ulang ujian.

“Kami sudah menunggu H-1 ujian tapi tidak ada sama sekali yang melaporkan ketidakhadirannya. Jadi karena itu kami tidak bisa mengupayakan. Karena tidak ada alasan jelas, kami menyatakan peserta tidak memiliki kemauan untuk melanjutkan ujian,” terang dia.

Baca juga: Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten, Yoni Ternyata Simbol Seks

Selama pelaksanaan, panitia mengevaluasi seluruh sarpras dan koneksi internet penunjang ujian sudah memadai. Terkait jadwal seleksi kompetensi bidang (SKB) Suprapto mengaku hal tersebut masih menunggu selesainya ujian SKD yang diselenggarakan kabupaten/kota lain.

“Kalau jadwal terakhir di UNS itu 15 Oktober 2021. Kemungkinan setelah itu baru ada pengumuman kapan akan dilaksanakan untuk ujian SKB. Setelah ini kami sementara fokus dulu penyelenggaraan ujian untuk PPPK formasi non-guru,” ucap dia.


Berita Terkait

Espos Plus

Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

+ PLUS Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

Sekolah informal seperti kursus dan pelatihan keterampilan tertentu akan semakin mengadopsi sistem daring. Penyelenggara edtech akan lebih untung jika masuk pasar kursus dan berbagai jasa pelatihan.

Berita Terkini

Ibu-Ibu Jatisuko Karanganyar Dapat Pelatihan Menjahit dari Desa

Pemerintah Desa Jatisuko, Kecamatan Jatipuro, Karanganyar, berinisiatif menggelar pelatihan menjahit bagi ibu-ibu rumah tangga setempat untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Innalillahi, Warga Matesih Karanganyar Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Wardi, warga Dusun Sidodadi, Desa/Kecamatan Matesih, Karanganyar, ditemukan sudah membusuk di kamar rumahnya, Kamis (9/12/2021).

Gelar Sarjana Tak Jamin Lulus Seleksi Perangkat Desa Gabus Sragen

Sejumlah lulusan SMA atau sederajat memiliki total skor cukup tinggi dibandingkan peserta lulusan perguruan tinggi dalam Seleksi Perangkat Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

Misteri Peri Cantik Penggoda di TPU Bonoloyo Solo, Pernah Diisengin?

Ada mitos peri cantik penggoda di TPU Bonoloyo Solo yang kerap menyamar menjadi perempuang berbau wangi kamboja.

Sebelum Dibuang, Bayi Baru Lahir di Sukoharjo Dibekap Ibu Kandungnya

Dengan alasan malu karena telah melahirkan bayi hasil hubungan di luar nikah, seorang wanita berusia 20 tahun asal Nguter Sukoharjo tega membunuh anak kandungnya sendiri tersebut.

Kerap Picu Kecelakaan, Kerusakan Jalan Karangudi-Made Sragen Dikeluhkan

Kerusakan jalan Karangudi-Made, Ngrampal, Sragen, kerap memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Dimeriahkan Jikustik, HUT ke-160 De Tjolomadoe Pecahkan Rekor MURI

Peringatan HUT ke-160, De Tjolomadoe dimeriahkan Jikustik dan hadirnya rekor baru dari MURI.

Ekspedisi Ekonomi Digital, Pelayanan Prima Artugo Mudahkan Pelanggan

Di era serba digital, keinginan konsumen dalam memperoleh barang rumah tangga dinilai semakin kompleks.

Seperti Reuni, 15 PGOT Terciduk Kumpul Bareng di Rumah Kosong Sukoharjo

Sebanyak 15 pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT) terciduk tengah berkumpul di sebuah rumah kosong di Gembongan, Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo.

Ekspedisi Ekonomi Digital, Ini Cara Pelaku UKM Menjadi Member BNI Xpora

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendorong para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang tengah merintis dan berminat meningkatkan kapasitas bisnis di pasar global.

Tersetrum, Buruh Bangunan di Klaten Alami Luka Bakar Hingga 30%

Seorang pekerja bangunan tersetrum listrik di proyek pembangunan rumah salah satu warga di Kecamatan Jatinom, Klaten. Korban selamat dari maut, namun ia mengalami luka bakar hingga 30 persen di tubuhnya.

Warung Seafood Legenda di Semarang Belum Garap Online, Begini Alasannya

Di saat banyak pelaku usaha berlomba-lomba mulai menggarap pasar online di era serba digital ternyata masih ada pengusaha kuliner yang belum tertarik menggarap online food.

Yuk, Belajar Bertani, Beternak dan Budi Daya Ikan di Taman Winasis Solo

Di Taman Winasis Kota Solo, pengunjung bisa menimba ilmu tentang pertanian urban, peternakan hingga perikanan.

Kampung Belanda Solo: Dulu Ada 150 Bangunan Kuno, Kini Hanya Separonya

Kampung Belanda di Solo yang kini dikenal Kampung Loji Wetan kini hanya menyisakan bangunan kuno sebanyak 75.

Round Up: 1 Ekskavator Tenggelam Sedalam 3 Meter di Rawa Jombor Klaten

Satu ekskavator yang beroperasi di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, terguling, Selasa (7/12/2021) siang.