Tutup Iklan

21 Korban Keracunan Massal di Tukringin Karangpandan Masih Dirawat di RSUD Karanganyar

Sebanyak 21 korban keracunan di Dukuh Tungkirin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Karanganyar.

 Ambulans berdatangan ke Dusun Tukringin, Desa Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, untuk membawa warga yang keracunan ke rumah sakit dan puskesmas, Minggu (9/5/2021) malam. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Ambulans berdatangan ke Dusun Tukringin, Desa Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, untuk membawa warga yang keracunan ke rumah sakit dan puskesmas, Minggu (9/5/2021) malam. (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR – Sebanyak 21 korban keracunan massal di Dusun Tukringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Karanganyar. Sebelumnya ada 25 orang yang menjalani perawatan di sana.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik Keperawatan RSUD Karanganyar, Kristanto Setyawan, mengatakan tiga di antara 25 korban itu sudah diizinkan pulang, sementara satu lainnya meninggal dunia.

“Dari Minggu malam itu berdatangan warga diduga mengalami keracunan. Sampai Senin pagi ini ada 25 orang. Terakhir itu Senin pukul 07.25 WIB itu tiga orang. Mereka seorang ibu dan dua orang anak. Masuk lewat IGD semua. Lalu rawat jalan, kami berikan obat itu ada tiga orang. Masih 21 orang di IGD. Kami stabilisasi dengan memberikan cairan dan obat,” tutur dia kepada Solopos.com, Senin (10/5/2021).

Baca juga: Bikin Keracunan Puluhan Warga Tukringin Karanganyar, Sampel Takjil Diperiksa

Korban meninggal tersebut adalah Sudarmi, 71. Sudarmi meninggal setelah menjalani perawatan intensif hingga Senin dini hari.

“Memang ada satu kondisinya sudah sangat berat karena kesadarannya menurun. Pasien sudah tidak sadar. GCS [Glasgow Coma Scale] atau skala untuk mengukur tingkat kesadaran] enam. Kami tangani, tetapi tidak tertolong sehingga meninggal dunia,” kata Kris.

Baca juga: Innalillahi! 1 Korban Keracunan Takjil di Tukringin Karangpandan Meninggal

Kris menyampaikan jenazah langsung diserahkan kepada keluarga. Di sisi lain, informasi yang dihimpun Solopos.com, Polres Karanganyar melakukan autopsi terhadap jenazah Sudarmi. Kapolres membenarkan informasi tersebut. Proses autopsi dilaksanakan di Rumah Sakit Daerah Moewardi (RSDM) Kota Solo pada Senin.

“Betul kami autopsi. Itu kami lakukan untuk mengetahui penyebab meninggal karena apa. Dugaan awal warga keracunan dan kami sudah mengecek lokasi. Ada yang dirawat di Puskesmas Karangpandan dan RSUD Karanganyar. Satu orang meninggal itu,” ungkap dia.

Kapolres berharap hasil autopsi dapat segera keluar sehingga bisa ditindaklanjuti. Informasi yang dihimpun Solopos.com, jenazah korban sudah dimakamkan di tempat permakaman setempat pada Senin siang seusai autopsi.

Berita Terkait

Berita Terkini

Mulia, Angkringan di Delanggu Klaten Ini Beri Diskon 50% Khusus Difabel

Angkringan Gotong Royong yang memberi diskon 50% khusus penyandang disabilitas ini juga dikelola komunitas penyandang disabilitas yang tergabung dalam Difa Mandiri Gatak.

Puluhan Mahasiswa Jateng Belajar Literasi Berita Bareng AMSI

Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jateng belajar bersama mengenai literasi berita lewat pelatihan yang digelar AMSI dan GNI.

Pemilihan Peserta PTM di Wonogiri Dilakukan Selektif

Siswa yang dipilih hanya yang memenuhi persyaratan, seperti sehat, berangkat dan pulang sekolah secara mandiri, dan orang tua mengizinkan.

Objek Wisata di Wonogiri Masih Tutup, Pengunjung Nekat

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengaku tak berani berspekulasi dengan membuka objek wisata di Wonogiri.

Pria Sragen Restorasi Sedan Jadi Lamborghini KW, Ini Penampakannya

Supriyanto sempat membongkar ulang karena hasil dari restorasi mobil tua dengan wajah baru itu belum sesuai ekspektasi.

Hore! Tes Antigen untuk Syarat Nikah di Klaten Gratis Mulai 1 Oktober

Kebijakan itu diambil Bupati Klaten, Sri Mulyani, merespons surat terbuka yang dibuat seorang penghulu.

Diprotes Karena Dikepung Iklan Rokok, Begini Jawaban Bupati Karanganyar

Selain mengganjal Kabupaten Karanganyar meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat madya, iklan rokok juga dinilai berdampak tidak baik bagi generasi penerus bangsa.

22 SMA/SMK Sukoharjo Sudah PTM, Ini Daftarnya

Sebanyak 22 sekolah jenjang SMA/SMK di Kabupaten Sukoharjo sudah menggelar pembelajaran tatap muka atau PTM masa pandemi Covid-19.

Selama Pandemi, TPS Liar Kian Bermunculan di Klaten

Keberadaan TPS liar di Klaten tersebut dinilai akan menjadi bom waktu yang akan meledak di tengah masyarakat di waktu mendatang.

Pengumuman Lur... Pemkab Karanganyar akan Gelar Vaksinasi Malam Hari

Mulai Selasa ini Pemkab menggelar vaksinasi di seluruh wilayah kecamatan Karanganyar dengan kuota 25.000 dosis per hari.

SMP Dimsa Borong Gelar Juara KSN Matematika Tingkat Kabupaten

Siswa SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) kembali menyabet kejuaraan bidang Matematika dalam ajang KSN (Kompetisi Sains Nasional) tingkat kabupaten.

Begini Kata Sosiolog UNS tentang Fenomena Pijat Plus-Plus di Solo

Aspek yang paling utama yakni fenomena bisnis prostitusi dengan produknya kenikmatan yang dikemas dalam pijat plus-plus.

Kesaksian Warga Solo Tinggal di Depan Markas PKI di Pasar Kembang

Kisah pilu kali ini menceritakan pengalaman tragis warga Kota Solo yang menjadi saksi hidup kekejaman PKI dan tinggal di depan markas PKI Jl Honggowongso.

Tanah Longsor Intai Warga di 6 Kecamatan di Karanganyar

BPBD Karanganyar memastikan puluhan alat deteksi bencana atau early warning system (EWS) yang dipasang berfungsi optimal untuk mengantisipasi ancaman tanah longsor.

Cakupan Vaksinasi Lebihi Target, Kapan Sragen Masuk Level 2 PPKM?

Sragen sebenarnya sudah bisa masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 karena target-target sudah tercapai.