Tutup Iklan

21 Desa Sragen Dilaporkan ke Polisi terkait Dana Desa, Ini Tanggapan Inspektorat 

21 Desa Sragen Dilaporkan ke Polisi terkait Dana Desa, Ini Tanggapan Inspektorat 

SOLOPOS.COM - Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman (kanan) menandatangani MoU antara Polres Sragen dan Pemkab Sragen dalam pengawasan dana desa, Rabu (25/10/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Inspektorat Sragen bakal mengaudit dana desa menggunakan metode BPK menyusul banyaknya desa yang dilaporkan ke polisi.

Solopos.com, SRAGEN — Informasi adanya 21 desa yang dilaporkan ke Polres Sragen karena diduga ada penyelewengan dana desa (DD) membuat Inspektorat gerah. Terkait itu, Inspektorat akan menerapkan audit review laporan keuangan di 196 desa di Bumi Sukowati pada 2018.

Terobosan pengawasan desa itu diungkapkan Inspektur Sragen, Wahyu Widayat, saat berbincang dengan Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (30/10/2017). Wahyu mengaku belum mendapatkan data terkait dugaan penyelewengan dana desa di 21 desa itu.

Kendati demikian, Wahyu sebagai Sekretaris Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Sragen segera berkoordinasi dengan Polres Sragen terkait data 21 desa yang dilaporkan tersebut. Untuk meminimalkan dugaan penyimpangan atau penyelewengan dana desa atau APB Desa, Wahyu berencana melakukan audit review atas laporan keuangan di 196 desa pada tahun depan.

Pendekatan pengawasan itu, kata dia, dilakukan seperti model audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap sejumlah organisasi pemerintah daerah (OPD) di lingkungan pemerintah kabupaten/kota. “Nanti output atas audit review laporan keuangan desa itu akan muncul opini Inspektorat dan ada rekomendasi yang harus ditindaklanjuti aparatur pemerintahan desa. Upaya ini kami lakukan karena keterbatasan anggaran dan SDM yang kami miliki. Selama ini kami hanya bisa memeriksa 86 objek pemeriksaan pada 2017 karena anggaran terbatas,” ujar Wahyu.

Wahyu menyebut Inspektorat memiliki sembilan auditor dan 10 pejabat pengawas urusan pemerintah daerah (PUPD). Pada 2016, ada 144 objek yang diperiksa Inspektorat. Dengan SDM yang terbatas itu, Wahyu akan membentuk lima tim audit yang akan ditempatkan di setiap daerah eks kawedanan.

“Sragen terdiri atas lima eks kawedanan. Jadi satu tim itu nanti bisa memeriksa 50 desa. Rencana tersebut beserta kebutuhan anggaran sudah kami masukan dalam daftar isian pelaksanaan anggaran [DIPA] 2018. Selain itu, kami juga memeriksa akhir masa jabatan 167 kepala desa (kades) yang berakhir 2018 mendatang,” tambahnya.

Pada 2017, Wahyu memerintahkan auditor memeriksa akhir masa jabatan (AMJ) 10 kepala desa yang purna dan akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) pada 2017 ini. “Jadi sebelum pilkades dilaksanakan, laporan AMJ harus diperiksa Inspektorat dulu,” tuturnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Work From Bali Pulihkan Ekonomi atau Perparah Pandemi?

Program work from Bali atau WFB yang dimaksudkan untuk memulihkan ekonomi menjadi kambing hitam peningkatan kasus Covid-19.

Begini Komitmen Indonesia Turunkan Angka Pekerja Anak

Indonesia tak lelah berupaya menurunkan angka pekerja anak, tetapi bagaimana sebenarnya wujud komitmen Indonesia menumpas pekerja anak?

Indonesia Desak Gerakan Non Blok Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi dalam Pertemuan Luar Biasa Komite Gerakan Non Blok atau GNB meminta dukungan kemerdekaan Palestina.

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.