Tutup Iklan
Bupati Batang Wihaji bersama Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga melakukan foto bersama dengan para calon kepala desa di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (2/9/2019). (Antara-Kutnadi)

Solopos.com, BATANG — Pemerintah Kabupaten Batang siap menyelenggarakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang akan diikuti 206 desa yang akan dilaksanakan 29 September 2019 mendatang. Pemkab menggalang konsolidasi demi menangkal botoh yang mungkin mengganggu demokrasi.

Bupati Batang Wihaji pada acara pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan para calon kepala desa di Batang, Jateng, Senin (2/9/2019) sore mengatakan bahwa pilkades adalah simbol demokrasi dari rakyat untuk rakyat sehingga harus dilaksanakan secara bermartabat. "Oleh karena itu, saya mengajak pada calon kades dan masyarakat agar pelaksanaan pilkades bisa menggembirakan, tanpa ada intimidasi dan  tidak menggunakan politik uang," katanya.

Bupati yang didampingi Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Agung Wisnu Barata mengatakan, kepala desa bukan merupakan jabatan politik, namun prosesnya melalui politik yang selama ini tidak ada masalah. "Hanya saja, saya menggiring pada calon kades, mari melaksanakan pilkades yang bermartabat. Selama ini pelaksanaan pilkades sudah bermartabat, namun mari kita lakukan perbaikan lagi bersama untuk kemajuan daerah," katanya.

Ia mengatakan pemerintah kabupaten (pemkab) akan memberikan reward bagi pemerintah desa yang sukses melakukan pilkades secara bermartabat dan tidak menggunakan politik uang. "Ini sebagai bentuk apresiasi pemkab kepada pemerintah desa. Namun, jumlahnya kita sesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Ini masalah teknis saja," katanya.

Terkait adanya pemasangan gambar atau banner calon kades sebelum jadwal kampanye, kata dia, sebaiknya panitia pilkades mencopot gambar para calon kades sebagai upaya menciptakan situasi daerah tetap aman dan kondusif. "Panitia bisa mencopot gambar calon kades yang dipasang. Kepada calon kades juga kami imbau tidak perlu memasang gambar atau banner karena masyarakat sudah tahu siapa calon kades di desanya," katanya.

Sementara itu, Kapolres Batang menyatakan kesiapan menerjunkan tim khusus untuk mengantisipasi para botoh dalam pilkades serentak itu. Tim khusus itu akan diterjunkan di setiap kecamatan untuk mengantisipasi gerakan para botoh dalam pilkades tersebut.

"Para botoh ini dapat dipidanakan karena sudah memenuhi unsur melakukan judi. Oleh karena, kami siap menerjunkan tim khusus untuk antisipasi para botoh karena tindakan mereka bisa merusak pelaksanaan pilkades," kata Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga.

Kepada masyarakat maupun panitia pilkades, kata dia, dapat melaporkan pada polisi jika ada indikasi para botoh yang akan merusak pelaksanaan pilkades. "Kami akan siap menindak tegas terhadap para botoh karena tindakan mereka sudah memenuhi unsur tindakan berjudi," tegasnya.

Kapolres berharap pada para calon kepala desa bisa ikut menciptakan situasi yang kondusif pada pelaksanaan pilkades dengan tidak melakukan politik uang. "Kami menantang pada para calon kades berani tidak untuk tidak melakukan politik uang. Kendati demikian, para calon kades sudah ada yang menyatakan tidak akan melakukan politik uang dan sebagian lagi masih setengah hati," ujarnya.

Menurut dia, bagi calon petahana cukup diuntungkan pada pelaksanaan Pilkades 2019 ini karena mereka sudah dikenal dan dinilai kerjanya oleh masyarakat. "Oleh karena, bagi calon petahana seharusnya tidak perlu melakukan politik uang apabila mereka kerjanya baik dalam membangun desanya. Kami tidak mau terjebak dengan masalah itu," katanya.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten