2,04 Juta Pemudik Lintasi Jateng saat Natal & Tahun Baru
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat menghadiri Rakar Forkominda terkait Natal dan Tahun Baru di Hotel Harris, Semarang, Rabu (19/12/2018). (Istimewa-Humas Pemprov Jateng)

Semarangpos.com, SEMARANG — Sekitar 2,04 juta pemudik diprediksi bakal melintasi wilayah Jawa Tengah (Jateng) saat masa libur Hari Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru). Jumlah ini meningkat cukup tajam, sekitar 4,6% jika dibandingkan masa libur Nataru tahun lalu.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Trngah Ganjar Pranowo saat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Pimpinan Daerah (Forkominda) di Hotel Harris, Kota Semarang, Jateng, Rabu (19/12/2018). Meskipun terjadi lonjakan pemudik pada Nataru tahun ini, Ganjar menilai hal itu tidak akan menimbulkan permasalahan kemacetan lalu lintas.

Dari segi infrastuktur semuanya sudah siap, tol akan difungsikan dan diresmikan besok [Kamis, 20 Desember] oleh Presiden Joko Widodo [Jokowi]. Hanya memang masih ada beberapa proyek pekerjaan di jalan-jalan provinsi dan kami minta semua diselesaikan secepatnya,” ujar Ganjar.

Pada masa libur Nataru kali ini, Ganjar juga membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Pembentukan satgas khusus itu dilakukan guna menjamin perayaan Hari Natal dan Tahun Baru berjalan aman dan nyaman.

Menyambut Natal dan Tahun Baru ini, Jateng sudah siap. Rakor ini kami lakukan untuk memastikan lagi kesiapan di masing-masing daerah dalam pelaksanaan nanti,” ujar Ganjar.

Meski begitu, ada beberapa hal yang patut diwaspadai dalam menyambut perayaan Hari Natal dan Tahun Baru. Misalnya beberapa daerah yang rawan kecelakaan, rawan kemacetan, rawan bencana dan potensi gangguan lainnya. 

"Beberapa daerah rawan banjir dan rob misalnya di Pantura, mulai Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak dan daerah lain. Sementara daerah rawan banjir ada di Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Temanggung, Brebes, Kendal dan lainnya. Saya minta seluruh kabupaten/kota termasuk BPBD standby baik SDM maupun peralatan di posisi masing-masing, apalagi saat ini perkiraan BMKG akan terjadi cuaca ekstrem,” terang Ganjar.

Selain soal bencana, potensi kemacetan, kecelakaan hingga kenaikan harga kebutuhan pokok juga patut diwaspadai."Makanya saya minta dibentuk satgas-satgas khusus yang menangani potensi itu. Misalnya ada satgas pangan untuk menjamin ketersediaan pangan dan harga-harga kebutuhan pokok, satgas BBM untuk mengantisipasi kendaraan kehabisan bahan bakar di tol, satgas kesehatan, satgas kemacetan, satgas bencana dan lain sebagainya," tegasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Jateng, K.H. Ahma Darodji, mengatakan kondisi kerukunan umat beragama di Jateng saat ini terjalin dengan sangat baik. Kami mengimbau agar kondisi yang sudah baik ini terus dijaga dan dilestarikan,” uja Darodji.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom