Solopos.com, SOLO – PT XL Axiata menyebut penggunaan layanan data di area Boyolali, Jawa Tengah, mengalami peningkatan signifikan pada 2019. Adapun jumlah peningkatannya sekitar 70 persen dari total pelanggan baru XL.

Hal tersebut disampaikan Tri Wahyuningsih selaku Group Head Corporate Communication XL Axiata. Dia menyebut secara keseluruhan peningkatan pelanggan yang menggunakan layanan XL dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari agresifnya pembangunan jaringan data, perubahan konsumsi pelanggan, hingga harga smartphone yang semakin terjangkau.

“XL adalah operator dengan jumlah pengguna layanan data terbanyak. Hampir 88 persen dari 56 juta pelanggan XL memakai paket data,” terang Tri Wahyuningsih dalam acara Media Gathering Central Region di Solo, Kamis (16/1/2020).

Sementara itu, Head of Sales Area Surakarta (Solo), Semarang, dan Kudus XL Axiata, Heriantoni, mengatakan, kontribusi pelanggan di central region, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, mencapai 30 persen. Di wilayah Soloraya, peningkatan jumlah pelanggan tercatat ada di Boyolali.

“Tahun lalu di Boyolali kami menambah sekitar 40 Base Transceiver Station (BTS) melalui jalur fiber. Hal ini merupakan salah satu langkah mempersiapkan jaringan 5G yang mampu menghadirkan kecepatan data tinggi, pemakai lebih banyak, dan delay yang rendah,” terangnya.

Di wilayah Jawa Tengah, fiberisasi jaringan telah terlaksana hampir di semua area, baik kota-kota besar seperti Semarang, Solo, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto, hingga kota kecil seperti Kudus, Jepara, Magelang, Salatiga, Purworejo, Kebumen, dan Cilacap. Bahkan fiberisasi juga sudah terlaksana di wilayah kabupaten seperti Rembang, Blora, Purbalingga, Wonosobo, Karanganyar, dan Wonogiri.

Hingga saat ini, fiberisasi jaringan XL Axiata sudah terlaksana di semua ibu kota provinsi dan kota-kota besar di Jawa, Madura, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Lombok. Terutama di kota atau area yang sudah memerlukan jaringan fiber.

Sampai akhir 2019 sekitar 50% BTS sudah terhubung dengan jaringan fiber, dan akan terus ditingkatkan menjadi sekitar 60-70% pada akhir 2020. Percepatan fiberisasi kini sedang dilakukan di wilayah luar Jawa, mengingat pertumbuhan trafik data yang sangat pesat dalam setahun terakhir.

''Aspek kualitas jaringan yang prima menjadi salah satu yang menjadi prioritas untuk terus dijaga dari waktu ke waktu. Jaringan harus selalu ditingkatkan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan pelanggan dalam mengakses beragam layanan data. Kualitas jaringan juga tak bisa lepas dari kepadatan trafik pengguna di suatu area. Area yang sudah penuh harus dilayani dengan jaringan yang memadai agar pelanggan tetap nyaman mengakses layanan data,'' terang Tri Wahyuningsih.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten